Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU HAMIL DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PASCASALIN DI KECAMATAN KUTA SELATAN TAHUN 2024 Andayani, Ni ketut Sri; Tedjasulaksana, Regina; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3926

Abstract

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi yang umum direkomendasikan. Fase pascasalin merupakan salah satu momen penting untuk pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Rendahnya minat ibu dalam melakukan pemasangan AKDR pascasalin dipengaruhi oleh berbagai determinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu hamil dalam memilih AKDR pascasalin. Penelitian deskriptif cross-sectional dilakukan melibatkan ibu hamil pada Februari-Maret 2024. Data diukur dengan kuesioner, meliputi minat menggunakan AKDR dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat tersebut meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah kehamilan, anak hidup, dan kunjungan antenatal, tingkat pengetahuan tentang AKDR, dukungan suami, status ekonomi dan agama. Analisis univariat dilakukan dengan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Sebanyak 71 ibu hamil direkrut dalam penelitian, dengan median usia 27 tahun. Proporsi ibu yang berminat menggunakan AKDR secara keseluruhan relatif rendah. Karakteristik ibu yang paling banyak berminat menggunakan AKDR meliputi: pendidikan sekolah menengah atas (23,8%), pekerjaan lain-lain (33,3%), jumlah anak hidup >2 orang (29,2%), primi gravida (28,6%), kunjungan ANC ≥6 kali (50%), pendapatan total keluarga di bawah upah minimum regional (21,7%), beragama hindu (27,6%), berpengetahuan baik tentang AKDR (42,1%), dan mendapat dukungan suami (30,8%). Penelitian skala besar lebih lanjut untuk mengevaluasi hubungan faktor-faktor tersebut dengan minat ibu menggunakan AKDR masih diperlukan.
Overview Hasil Skrining Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) pada Ibu Hamil yang Mengalami HIV Yuliarini, Ni Wayan; Astiti, Ni Komang Erny; Tedjasulaksana, Regina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.4666

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam kehamilan menginfeksi kehamilan dapat ditularkan pada bayi. Deteksi dini melalui PMTCT memotong mata rantai peningkatan kasus mengobati dan meningkatkan pemantauan. Berdasarkan data 2019 di Kabupaten Tabanan jumlah ibu hamil yang melaksanakan pemeriksaan PMTCT 5.395 orang, jumlah ibu hamil positif HIV 30 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Overview Prevention Mother to Child Transmission pada ibu hamil yang mengalami HIV di Kabupaten Tabanan tahun 2019-2021. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Kabupaten Tabanan dari bulan Februari sampai Maret 2024 serta teknik sampling yang digunakan total sampling 25 responden. (ibu hamil HIV di Kabupaten Tabanan dari tahun 2019-2021). Data yang dikumpulkan data sekunder didapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melalui Aplikasi SIHA. Hasil penelitian didapatkan di Kabupaten Tabanan umur ibu yang terbanyak mengalami HIV adalah 20-35 tahun 96%, paritas ibu yang terbanyak mengalami HIV adalah multipara 68%, pendidikan ibu terbanyak mengalami HIV adalah SMA 44%, pekerjaan ibu terbanyak karyawan swasta dan ibu rumah tangga 40%, terapi ibu hamil HIV adalah ARV 100%, keteraturan ibu hamil HIV minum obat 100%, lama terapi ibu hamil terbanyak ≥ 6 bulan 100%, output (bayi yang dilahirkan) terbanyak tidak terjadi komplikasi 88%. Hasil skrining dapat melihat adanya prilaku baik dari ibu hamil dengan HIV sehingga bayi lahir tidak mengalami komplikasi. Namun, Ibu hamil agar meningkatkan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) lebih spesifik dan melaksanakan pemantauan selama hamil lebih intensif. Sehingga angka komplikasi atau transmisi Ibu HIV/AIDS ke bayi semakin sedikit atau menjadi 0%. Simpulan, Hasli skrining menunjukan upaya baik dalam pencegahan trasmisi melalui pengobatan, edukasi dan konseling.
Metabolite Profiling of Kirinyuh Leaf (Chromolaena Odorata L.) Ethanol Extract using UPLC-MS Ratmini, Ni Ketut; Tedjasulaksana, Regina
Jurnal Kesehatan Gigi Vol. 11 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v11i2.11748

Abstract

Aphthous stomatitis has become one of the oral diseases causing pain in mucous tissue. The cure of aphthous stomatitis needs flavonoid compounds that have antioxidant, antibacterial, anticancer, and antiviral activities. Kirinyuh grows well in Bali province. Although plenty of plants have grown, few investigations have been conducted on kirinyuh leaves, especially for oral disease treatment. This paper aims to examine the compounds in kirinyuh leaves to find whether it has compounds for aphthous stomatitis requirement compounds. This study was performed by metabolite profile of Kirinyuh leaves which indicates the compounds produced by its metabolic process by using the UPLC-MS instrument with ethanol extract. The metabolite profile was begun by making simplisia of the leaves with the heating process in an oven at 50°C and sifted. The powder of kirinyuh then was macerated using ethanol with ration 1:5 for 2 days and sifted with Whatman No.1, evaporated until the ethanol extract was obtained. Afterwards, the metabolite profiling was performed by UPLC-MS separating the metabolite components. The results show that there are 14 compounds in the ethanol extract of Kirinyuh leaves. The major compound in the ethanol extract of Kirinyuh leaves is [(2,2-Dimethyl-6-oxo-3,4,6,7,8,9-hexahydro-2H-cyclopenta[c]pyrano[2,3-h]chromen-10-yl)oxy]acetate with an iFit percentage of 97.56%. This compound is a pyranoflavone turnover compound including flavonoids. Besides, it is also found phenol in kirinyuh leaves. Flavonoids in kirinyuh leaves can be used as herbal plants to treat mouth ulcers. In conclusion, it is found flavonoids in Kirinyuh leaves, a compound needed to cure aphthous stomatitis.
The Hemoglobin Levels among Coffee-Consuming Female Adolescents at State Senior High School 3 Denpasar Susanto, Putu Aliefia Marshanda Nora; Tedjasulaksana, Regina; Utarini, Gusti Ayu Eka
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The habit of coffee consumption among adolescent girls who are in a growth period and have high iron requirements poses a risk of disrupting hemoglobin status. This study aimed to describe hemoglobin levels among adolescent girls who consume coffee at SMAN 3 Denpasar. The research method used was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The population consisted of all adolescent girls who consume coffee at SMAN 3 Denpasar, with a sample of 55 participants selected using proportionate cluster random sampling. The instruments used were interview guidelines and a digital hemoglobin measuring device.The results showed that the majority of respondents (78%) consumed coffee more than 1–2 times per day, 18% consumed coffee 3–4 times per day, and 4% consumed coffee more than 5 times per day. A total of 51% of respondents had hemoglobin levels below 12 g/dL. No respondents were found to have high hemoglobin levels. The majority of respondents consumed espresso-type coffee (56%). Respondents who consumed espresso coffee tended to have low hemoglobin levels. In conclusion, female students who consumed coffee more than five times per day, particularly espresso-type coffee, experienced low hemoglobin levels. It is expected that adolescents pay more attention to their coffee consumption patterns, both in terms of frequency and type of coffee consumed, considering the potential negative impact on hemoglobin levels.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dengan Praktik Pemberian MPASI Pada Anak Usia 6-11 Bulan Oktaviani, Ni Putu Ayu Sri; Suarniti, Ni Wayan; Tedjasulaksana, Regina
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.340

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA TERHADAP MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN SADARI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENEBEL II Sulastri, Ni Made; Tedjasulaksana, Regina; Gunapria, Made Widhi
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.3865

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu metode deteksi dini kanker payudara yang efektif dan mudah dilakukan, namun tingkat pelaksanaannya masih rendah, terutama di kalangan wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kanker payudara terhadap minat melakukan pemeriksaan SADARI pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Penebel II pada bulan Februari sampai Maret 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan jumlah besar sampling menggunakan rumus analitik korelasi didapatkan sejumlah 51 responden WUS terlibat yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup (56,9%), minat tinggi untuk melakukan SADARI (51%) . Uji statistik Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kanker payudara dengan minat melakukan SADARI (p < 0,001), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,691 yang menunjukkan hubungan positif yang kuat. Disarankan agar institusi kesehatan meningkatkan edukasi secara berkelanjutan guna mendorong minat WUS dalam melakukan SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara
Perbedaan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 Bulan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Baby Massage Dewi, Sang Ayu Yunda Setia; Tedjasulaksana, Regina; Suarniti, Ni Wayan
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.64666

Abstract

Introduction Lack of sleep was considered one of the main sources of disease burden in low- and middle-income countries. One of the factors that affected infant growth and development was sleep, but it was estimated that more than 72% of parents did not consider sleep disturbances in infants to be a problem. Sleep quality was influenced by several factors, including adequate rest, environment, physical activity, nutrition, and illness. This study aimed to find out the difference in sleep quality of infants aged 3–12 months before and after receiving baby massage therapy at the Independent Midwife Practice of Putu Sri Widi Antari, S.Tr.Keb. Method The research used a pre-experimental method with a one-group pre-test post-test design and no control group. A non-probability sampling approach with purposive sampling was applied. The sample consisted of 32 infants aged 3–12 months. Result The analysis showed that before receiving baby massage therapy, 4 infants (12.5%) had good sleep quality, and 28 infants (87.5%) had poor sleep quality. After the massage, 21 infants (65.6%) had good sleep quality, and 11 infants (34.4%) had poor sleep quality. Conclusion Based on the results of the Wilcoxon Signed Rank Test, the p-value was 0.000 < 0.050, so it was concluded that there was a significant difference in the sleep quality of infants aged 3–12 months before and after receiving baby massage therapy at the Independent Midwife Practice of Putu Sri Widi Antari, S.Tr.Keb. It is hoped that parents can apply baby massage to their babies to improve the baby's sleep quality, so that the baby's growth and development can be optimally fulfilled.
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil yang Bekerja Sebelum dan Setelah Diberikan Edukasi Tentang ASI Eksklusif Melalui Media Video Widiadnyani, Luhde Sridewi; Armini, Ni Wayan; Tedjasulaksana, Regina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6658

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan sikap ibu hamil yang bekerja terhadap pemberian ASI eksklusif dapat memengaruhi status kesehatan bayi serta keberlanjutan praktik menyusui setelah persalinan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil yang bekerja sebelum dan sesudah diberikan edukasi ASI eksklusif melalui media video di wilayah kerja UPT Puskesmas Susut II tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pre experimental dengan rancangan one group pre test post test dan teknik proportional random sampling. Sampel berjumlah 75 ibu hamil yang bekerja, dengan pengumpulan data pada Maret hingga April 2025. Instrumen berupa kuesioner terstruktur, dan analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon dengan batas signifikansi p kurang dari 0,05. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 28,01 menjadi 36,63 setelah intervensi, sedangkan rerata skor sikap meningkat dari 9,64 menjadi 12,00. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,000 yang menandakan perbedaan bermakna. Temuan ini mengonfirmasi bahwa edukasi berbasis video efektif meningkatkan pemahaman dan sikap positif ibu hamil yang bekerja terhadap ASI eksklusif. Implikasi praktisnya, fasilitas pelayanan kesehatan disarankan mengintegrasikan media video sebagai metode edukasi yang konsisten, menarik, dan mudah diakses, sekaligus memperkuat konseling individual dan kelompok untuk mendukung kesiapan menyusui sejak kehamilan hingga masa nifas. Selain itu, pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan perubahan perilaku bertahan dan berdampak pada capaian ASI eksklusif di tingkat komunitas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH Cahyani, Ni Wayan Eka Widya; Tedjasulaksana, Regina; Tirtawati, Gusti Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54062

Abstract

Perkembangan anak merupakan suatu proses bertahap yang ditandai dengan peningkatan struktur dan fungsi tubuh secara lebih kompleks, meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbahasa, sosialisasi, serta kemandirian. Salah satu faktor penting yang memengaruhi proses tersebut adalah stimulasi yang diberikan oleh orang tua, yang kualitasnya sangat bergantung pada tingkat pengetahuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan orang tua mengenai stimulasi dengan perkembangan anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Indraprasta Denpasar. Penelitian menggunakan pendekatan analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan pada 12 April 2025 melalui penyebaran kuesioner pengetahuan kepada orang tua dan observasi langsung terhadap perkembangan anak menggunakan formulir KPSP. Sampel penelitian terdiri dari 41 orang tua beserta anak prasekolah berusia 60–72 bulan, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen kuesioner telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga memenuhi standar penelitian. Analisis data awal dilakukan dengan uji Chi-Square, namun karena tidak memenuhi asumsi, digunakan uji Fisher Exact. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,035 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan orang tua tentang stimulasi dengan perkembangan anak prasekolah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan anak usia prasekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi melalui program penyuluhan, pelatihan interaktif, maupun parenting class agar orang tua mampu memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahap perkembangan anak, sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal.