Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perang Bubat Sebagai Inspirasi Karya Seni Lukis Dengan Teknik Chiaroscuro Faishal Arkan; Amboro, Joko Lulut
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2 (2024): Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is highlights the Bubat War, a controversial historical event that influenced the relationship between the Javanese and Sundanese communities. Occurring in 1357 AD, the Bubat War's authenticity is still debated, and it has left a significant impact that persists to this day. The event began with the planned marriage between Hayam Wuruk of the Majapahit Kingdom and Dyah Pitaloka of the Sunda Kingdom, but it ended in a battle with long-term social and cultural repercussions. The research questions in this study include: what are the storyline and context of the Bubat War, what underlies the selection of this event as an inspiration for creating a painting, and how is the visualization process of a painting that interprets the Bubat War using the chiaroscuro technique. The chiaroscuro technique was chosen for its ability to highlight the contrast between light and dark to convey the emotion and drama of this historical event. The creation process includes idea collection, sketching, and the application of the chiaroscuro technique to create a dramatic effect that suits the theme. This painting aims to preserve Indonesian culture and history through an artistic approach inspired by European art styles and to contribute positively to society's understanding and appreciation of the nation's historical heritage. Keywords:Bubad War, Chiaroscuro, Painting Penelitian ini mengangkat Perang Bubat, sebuah peristiwa sejarah kontroversial yang mempengaruhi hubungan antara masyarakat Jawa dan Sunda. Terjadi pada tahun 1357 M, Perang Bubat masih diperdebatkan kebenarannya dan meninggalkan dampak signifikan hingga kini. Peristiwa ini bermula dari rencana pernikahan antaraHayam Wuruk dari Majapahit dan Dyah Pitaloka dari Sunda, namun berakhir dengan pertempuran yang berdampak sosial dan budaya jangka panjang. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: bagaimana alur dan konteks cerita Perang Bubat, apa yang mendasari pemilihan peristiwa ini sebagai inspirasi dalam penciptaan seni lukis, dan bagaimana proses visualisasi karya seni lukis yang menginterpretasikan Perang Bubat menggunakan teknik chiaroscuro. Teknik chiaroscuro dipilih karena kemampuannya menonjolkan kontras antara terang dan gelap untuk menyampaikan emosi dan drama dari peristiwa sejarah ini. Proses penciptaan meliputi pengumpulan ide, pembuatan sketsa, dan penerapan teknik chiaroscuro untuk menciptakan efek dramatis yang sesuai dengan tema. Karya seni lukis ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan sejarah Indonesia melalui pendekatan artistik yang terinspirasi oleh gaya seni Eropa, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dalam memahami dan menghargai warisan sejarah bangsa. Kata kunci: Perang Bubad, Chiaroscuro, Melukis
Transformasi Bentuk dan Desain Gerabah Desa Bentangan, Klaten Wahyuningsih, Novita; Bahari, Nooryan; Amboro, Joko Lulut; Kartikasari, Novia Nur
Corak Vol 12, No 2 (2023): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v12i2.8581

Abstract

Desa Bentangan merupakan salah satu sentra kerajinan gerabah yang sudah cukup tua dan diperkirakan semasa dengan sentra gerabah Melikan. Namun dalam hal produk gerabah terdapat perbedaan yang cukup mencolok di antara kedua sentra gerabah tersebut. Sentra gerabah Melikan menggunakan putaran miring dalam membuat gerabah, sedangkan sentra Bentangan mempertahankan putaran datar. Dalam hal produk gerabah, sentra gerabah Melikan lebih unggul karena berhasil mengembangkan desain baru yang menarik, sedangkan sentra Bentangan masih berkutat dengan produk tradisional saja. Hal ini menjadi menarik tak kala dihadapkan pada eksistensi budaya gerabah yang kian hari kian tergerus oleh produk budaya populer. Budaya gerabah tidak akan dapat bertahan jika tidak ada upaya pelestarian dari masyarakat pendukungnya. Sama halnya dengan sentra gerabah Bentangan, sentra ini akan semakin tertinggal dan akhirnya musnah jika tidak ada inovasi produk dan desain gerabah dari pengrajin. Untuk itu diperlukan langkah-langkah adaptif agar produk gerabah Bentangan dapat bertahan dan diharapkan dapat mendulang kesuksesan seperti sentra gerabah lain. Tujuan dari penulisan ini, yaitu untuk menggali informasi mengenai jenis-jenis gerabah yang diproduksi di Desa Bentangan; mengkaji bentuk dan desain gerabah baru di Desa Bentangan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini, yaitu metode observasi, interview dan studi referensi. Hasil dari penelitian ini antara lain bahwa di sentra gerabah Bentangan masih terus dibuat produk gerabah tradisional karena permintaan pasar masih cukup tinggi; pengrajin mulai melirik desain gerabah modern dengan memanfaatkan alat cetak; finishing terus dikembangkan misalnya dengan cat acrylic, glassir, teknik tempel, dan sebagainya.
Perang Bubat Sebagai Inspirasi Karya Seni Lukis Dengan Teknik Chiaroscuro Faishal Arkan; Amboro, Joko Lulut
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2 (2024): Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is highlights the Bubat War, a controversial historical event that influenced the relationship between the Javanese and Sundanese communities. Occurring in 1357 AD, the Bubat War's authenticity is still debated, and it has left a significant impact that persists to this day. The event began with the planned marriage between Hayam Wuruk of the Majapahit Kingdom and Dyah Pitaloka of the Sunda Kingdom, but it ended in a battle with long-term social and cultural repercussions. The research questions in this study include: what are the storyline and context of the Bubat War, what underlies the selection of this event as an inspiration for creating a painting, and how is the visualization process of a painting that interprets the Bubat War using the chiaroscuro technique. The chiaroscuro technique was chosen for its ability to highlight the contrast between light and dark to convey the emotion and drama of this historical event. The creation process includes idea collection, sketching, and the application of the chiaroscuro technique to create a dramatic effect that suits the theme. This painting aims to preserve Indonesian culture and history through an artistic approach inspired by European art styles and to contribute positively to society's understanding and appreciation of the nation's historical heritage. Keywords:Bubad War, Chiaroscuro, Painting Penelitian ini mengangkat Perang Bubat, sebuah peristiwa sejarah kontroversial yang mempengaruhi hubungan antara masyarakat Jawa dan Sunda. Terjadi pada tahun 1357 M, Perang Bubat masih diperdebatkan kebenarannya dan meninggalkan dampak signifikan hingga kini. Peristiwa ini bermula dari rencana pernikahan antaraHayam Wuruk dari Majapahit dan Dyah Pitaloka dari Sunda, namun berakhir dengan pertempuran yang berdampak sosial dan budaya jangka panjang. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: bagaimana alur dan konteks cerita Perang Bubat, apa yang mendasari pemilihan peristiwa ini sebagai inspirasi dalam penciptaan seni lukis, dan bagaimana proses visualisasi karya seni lukis yang menginterpretasikan Perang Bubat menggunakan teknik chiaroscuro. Teknik chiaroscuro dipilih karena kemampuannya menonjolkan kontras antara terang dan gelap untuk menyampaikan emosi dan drama dari peristiwa sejarah ini. Proses penciptaan meliputi pengumpulan ide, pembuatan sketsa, dan penerapan teknik chiaroscuro untuk menciptakan efek dramatis yang sesuai dengan tema. Karya seni lukis ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan sejarah Indonesia melalui pendekatan artistik yang terinspirasi oleh gaya seni Eropa, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dalam memahami dan menghargai warisan sejarah bangsa. Kata kunci: Perang Bubad, Chiaroscuro, Melukis