Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MOTIVASI KAUM MUHAJIRIN DALAM PERISTIWA HIJRAH DARI SUDUT PANDANG SELFDETERMINATION THEORY Ariansyah, Ilham Yosi; Amertha, Mohammad Fajar
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.112 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i1.146

Abstract

Motivasi merupakan faktor kunci yang menentukan kinerja SDM dalam mencapai tujuan organisasi dakwah. Hijrahnya kaum Muhajirin ke Madinah menggambarkan realitas adanya motivasi SDM organisasi dakwah. Dilakukan deskripsi motivasi kaum Muhajirin pada peristiwa hijrah ke Madinah dengan pendekatan self-determination theory (SDT). Pendekatan SDT dipilih karena mampu mendeskripsikan bentuk motivasi yang dimiliki, baik motivasi yang terbentuk karena internalisasi nilai maupun non-internalisasi nilai, karakter motivasi tersebut, hingga implikasinya pada kaum Muhajirin. Metodologi kualitatif deskriptif digunakan dalam artikel ini. Perspektif sejarah dan Al-Qur’an digunakan dalam mengeksplorasi motivasi yang dimiliki kaum Muhajirin. Hasil telaah pustaka ini menjelaskan bahwa kaum Muhajirin memiliki motivasi: (1) mendapatkan ketenangan, keamanan, dan keselamatan dalam menjalankan dan mendakwahkan agama Islam; (2) mematuhi serta menaati perintah Allah dan Rasulullah; (3) mendapatkan derajat yang tinggi, pahala surga, dan ampunan Allah; (4) berkumpul bersama keluarga yang seiman; (5) ketidaksenangan pada masyarakat sebelumnya yang menganiaya dan mengganggu ibadah yang dijalankan. Berdasarkan karakteristiknya, motivasi tersebut merupakan bentuk dari autonomous motivation, jenis motivasi ekstrinsik yang telah terinternalisasi. Motivasi tersebut memberikan implikasi berupa kualitas kinerja, ketahanan kerja, keterikatan kerja, dan komitmen organisasi yang tinggi, serta perlindungan dari godaan controlled motivation yang bertentangan dengan perintah hijrah.
Menggali Prinsip-Prinsip Manajemen dalam Islam: Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis Amertha, Mohammad Fajar; Pradesa, Dedy
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v6i1.301

Abstract

Di masyarakat umum, manajemen telah menjadi ilmu penting dalam pengembangan organisasi pada bisnis dan bidang selainnya. Namun sayangnya pada bidang dakwah, umat Islam masih sedikit yang mengelola dakwah dengan manajemen. Padahal jika merujuk pada Al-Qur’an terdapat sejumlah ayat yang mengindikasikan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau kepemimpinan, dan pengawasan. Demikian pula jika merujuk pada riwayat dalam hadis maupun sejarah Nabi. Studi ini bermaksud untuk menggali dan mendeskripsikan prinsip-prinsip manajemen dalam Islam lewatpendekatan Al-Qur’an dan Hadis. Sehingga dapat diketahui sejauhmana peran dari ilmu manajemen dalam pengembangan dakwah di masyarakat. Metodologi studi ini adalah kualitatif pustaka. Data-data dikumpulkan dari ayat-ayat, riwayat hadis, dan sejarah yang mengindikasikan pelaksanaan manajemen. Analisis secara kualitatif dengan dipandu teori manajemen umum. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat prinsip-prinsip dalam manajemen Islam yang menjadi kekhasan, karena ajaran Islam memiliki paradigma realitas yang berbeda dengan manajemen Barat, dalam hal pengakuan terhadap Tuhan. Sehingga dalam manajemen Islam orientasinya tidak hanya untuk dunia tetapi juga akhirat, dalam penyusunan strategi berlandaskan pada etika universal, secara metodologi berpijak pada ilmu pengetahuan terkait, tidak hanya bersifat positifistik, tetapi juga berlandaskan filsafat dan ilmu pengetahuan imaterial. Secara fungsional hampir sama dengan manajemen pada umumnya. Mengingat lapangan dakwah begitu dinamis dengan lanskap yang luas, maka ilmu manajemen mutlak diperlukan guna keberhasilan dakwah.
Relevansi Konsep Pengawasan dalam Islam dengan Manajemen Era Society 5.0 Amertha, Mohammad Fajar; Pradesa, Dedy
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.53

Abstract

Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting guna memastikan tercapai tidaknya target, sasaran, dan tujuan organisasi. Dalam ajaran Islam, konsep pengawasan juga diajarkan yang dikenal dengan istilah al-riqab dan al-taqyim (evaluasi). Perspektif ajaran Islam menekankan nilai-nilai evaluasi dan pengawasan internal melalui instopeksi diri, serta secara eksternal melalui pengawasan Allah dan para Malaikat-Nya. Sementara itu, era society 5.0 hadir dengan karakteristik pemanfaatan teknologi cerdas berbasis artificial intelligence, big data, dan Internet of Things, yang bertujuan mewujudkan masyarakat berpusat pada manusia (human-centered society). Studi ini bertujuan mengkaji relevansi konsep pengawasan dalam Islam dengan model pengawasan dalam manajemen di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap sumber primer ajaran Islam, serta literatur sekunder terkait manajemen era society 5.0. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep pengawasan dalam Islam yang menekankan pada kesadaran spiritual, akuntabilitas, kejujuran, pencatatan, dan kesabaran selaras dengan kebutuhan dan prinsip pengawasan berbasis teknologi di era Society 5.0. Integrasi antara pengawasan Islam dan teknologi modern dapat menghadirkan tata kelola organisasi yang tidak hanya efisien dan transparan, tetapi juga etis, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Konsep pengawasan Islam yang didektai dengan Ilmu pengetahuan terkait berperan sebagai landasan etis normatif, metodologism, dan teknis.
Partisipasi Masyarakat Nagari Pariangan dalam Pemberdayaan Desa Wisata Alam dan Budaya Desliani, Silvia; Amertha, Mohammad Fajar
At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 9 No 2 (2021): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib, Ngoro, Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Nagari Tuo Pariangan is a village located in Pariangan sub-district, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province. In the Minangkabau Tambo it is stated that Nagari Tuo Pariangan is the oldest village in Minang land as well as the forerunner to the establishment of other villages in West Sumatra. Their source of income is from farming and gardening and the community is quite prosperous and part of the population migrates. With the natural wealth of the people of Nagari Tuo Pariangan, they also empower their area as a leading tourism and culture, this is proven by the 2014 statistical increase of 511 foreign tourists, 5651 archipelago, 2015, 625 foreign tourists; 7253 archipelago, 2016 936 foreign countries, 17,836 archipelago. This development shows that the level of community participation in Nagari Tuo Pariangan has increased participation and has also experienced developments in other sectors, such as the development sector of economic life, and the social sector in the community. From a level that only relies on rice fields and plantations, it has increased with an increase in the tourism sector.Aim. Describe the level of participation of the Nagari Parianagan Community in Empowerment as a Natural and Cultural Tourism Village.Methods. To conduct this research, the methodology used is qualitative by exploring all sources of library data for research. Results.The results of the study show that the level of community participation in Nagari Tuo Pariangan has increased, especially in the form of partnerships, resulting in increased community empowerment in the Natural and Cultural Tourism Village.