Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tanzhim

Relevansi Konsep Pengawasan dalam Islam dengan Manajemen Era Society 5.0 Amertha, Mohammad Fajar; Pradesa, Dedy
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.53

Abstract

Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting guna memastikan tercapai tidaknya target, sasaran, dan tujuan organisasi. Dalam ajaran Islam, konsep pengawasan juga diajarkan yang dikenal dengan istilah al-riqab dan al-taqyim (evaluasi). Perspektif ajaran Islam menekankan nilai-nilai evaluasi dan pengawasan internal melalui instopeksi diri, serta secara eksternal melalui pengawasan Allah dan para Malaikat-Nya. Sementara itu, era society 5.0 hadir dengan karakteristik pemanfaatan teknologi cerdas berbasis artificial intelligence, big data, dan Internet of Things, yang bertujuan mewujudkan masyarakat berpusat pada manusia (human-centered society). Studi ini bertujuan mengkaji relevansi konsep pengawasan dalam Islam dengan model pengawasan dalam manajemen di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), melalui analisis isi terhadap sumber primer ajaran Islam, serta literatur sekunder terkait manajemen era society 5.0. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep pengawasan dalam Islam yang menekankan pada kesadaran spiritual, akuntabilitas, kejujuran, pencatatan, dan kesabaran selaras dengan kebutuhan dan prinsip pengawasan berbasis teknologi di era Society 5.0. Integrasi antara pengawasan Islam dan teknologi modern dapat menghadirkan tata kelola organisasi yang tidak hanya efisien dan transparan, tetapi juga etis, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia. Konsep pengawasan Islam yang didektai dengan Ilmu pengetahuan terkait berperan sebagai landasan etis normatif, metodologism, dan teknis.
Kepemimpinan Nabi Muhammad Pasca Perang Uhud dalam Perspektif Servant Leadership Amertha, Mohammad Fajar; Wicaksono, Firdaus William Suryo
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.56

Abstract

Studi ini mengkaji model kepemimpinan Nabi Muhammad  yang pemaaf dan lembut salah satu opsi kepemimpinan yang tidak kalah baik ketika sudah diterapkan, dapat meningkatkan loyalitas serta produktifitas pasukan. Saat pasca perang Uhud, dalam peristiwa ini pasukan Muslim banyak  melarikan diri dari medan perang sebab terdesak serangan musuh, berakhir pada kacaunya situasi medan perang banyak pasukan lari meninggalkan Nabi , beberapa sahabat menjadi tameng untuk melindungi nabi Muhammad dari banyak serangan. Nabi mengalami kekecewaan dan rasa marah sebab pasukan gagal menjaga amanah, melindungi serta mempertahankan situasinya. Namun sikap yang muncul adalah tindakan pemaaf dan lemah lembut pada pasukan, beliau tidak menyalahkan para bawahan. Akibat dari tindakan nabi yang demikian justru solidaritas pasukan Islam tetap terjaga dan loyalitas semakin kuat. Beliau tidak menghukum dan tidak melakukan tindakan pemecatan. Kajian ini mencoba untuk menjawab model kepemimpinan nabi Tersebut dalam melakukan penerapan kepemimpian yang mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Metode Analisa Kualitatif dalam perspektif sejarah serta teori Servant as Leader menjadi metode diagnosa  model kepemimpinan dengan memahami sistem, proses serta prosedur dan penerapan peristiwa pasca perang Uhud. Proses penerapan didapatkan kemampuan dalam pelayanan SDM dengan mendatangi langsung, dalam pengembangan SDM menugaskan serta memberikan pelatihan, aspek empati yaitu dengan mendengarkan keluhan mendatangi kerumah, pada aspek membangun komunitas dilakukan dengan meneguhkan kohesi sosial umat dengan struktur partisipatif dan nilai inklusif pasca trauma Uhud.