Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis pengaruh tidak adanya kegiatan pelayanan jasa keagenan terhadap kinerja pegawai pt. bahtera adhiguna surabaya Efrianto, Dody
Jurnal Cakrawala Bahari Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Cakrawala Bahari
Publisher : Politeknik Pelayaran Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70031/jkb.v3i1.18

Abstract

Untuk mengetahui bahwa suatu perusahaan mengalami suatu perkembangan dapat dilihat melalui peningkatan produktifitas perusahaan tersebut terutama dibidang pelayanan jasa. Dan salah satu pendukung perkembangan suatu perusahaan adalah bagaimana kinerja dari para pegawai mulai dari pimpinan beserta seluruh stafnya. Namun PT. Bahtera Adhiguna Cabang Surabaya mengalami sedikit penurunan kualitas pelayanan yang disebabkan oleh ppenurunan kinerja pegawai pada saat jam kerja ketika tidak ada pelayanan jasa keageanan.Untuk memperoleh data–data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi, riset pustaka, dan kuisioer. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis data dengan menggunakan metode SWOT. Metode SWOT dapat diartikan sebagai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dengan cara mengolah data yang penulis dapatkan selama penelitian. Metode analisa SWOT biasa dianggap sebagai metode pengolahan data yang paling dasar, yang berguna untuk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yang berbeda. Hasilnya adalah arahan atau rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang ada, dengan mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap kinerja pegawai pada saat jam kerja ketika tidak ada pelayanan jasa keagenan penulis dapat menarik beberapa kesimpulan diantaranya pada saat jam kerja ketika tidak ada pelayanan jasa keagenan, seharusnya para pegawai dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan lebih efektif dan perusahaan juga harus menerapkan kedisiplinan guna meningkatkan kualitas pelayanan jas kepada pelanggan.
Mitigasi Pengelolaan Sampah di Kota Pariaman : Perspektif Teknis, Sosial, dan Institusional Widiatmaja, Arya; Riyanto, Budi; Rosnani, Rosnani; Abadi, Kurniawan; Siska, Syafni Yelvi; Efrianto, Dody
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 14, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i1.97742

Abstract

This study is motivated by the increasing volume of waste and the limited capacity for waste management in Pariaman City. It aims to (1) identify the main technical constraints in waste collection and processing in Pariaman; (2) assess public awareness and practices related to waste separation and disposal; (3) examine inter-agency coordination in supporting the implementation of waste-management policies. This is a qualitative case-study research and was conducted in Pariaman over ten months (February–November 2025). The informants were 4 persons selected through purposive sampling. Research instruments comprised semi-structured interview guides, observation checklists, and documentary evidence. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation at the Tungkal Selatan landfill and related facilities, and document review. The findings indicate that, from a technical perspective, waste management in Pariaman falls into the “adequately compliant” category (mean score 75%). From a social perspective, public understanding of waste separation is relatively reasonable, classified as “compliant” (mean score: 81.5%). Institutionally, governance demonstrates adherence to standard operating procedures and coordination forums, which are also classified as “compliant” (mean score 82%). The study concludes that effective waste-management mitigation requires an integrated intervention comprising fleet renewal and scheduled maintenance, digitalization of operational systems, strengthening of technical capacity and community cadres, and clarification of authority alongside consistent inter-organization enforcement mechanisms. Recommendations are directed to Disperkim LH to develop an integrated operational plan, to the community to reinforce separation practices and participation in local waste banks, and to city policymakers to establish sustainable financing mechanisms, clarify institutional mandates, and implement more consistent enforcement procedures.