Mualim .
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) PILAR PERTAMA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PERAWATAN RATU AGUNG KELURAHAN PEMATANG GUBERNUR KOTA BENGKULU Marwanto, Andriana; ., Netrianis; ., Mualim
Journal of Nursing and Public Health Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.594 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v7i1.754

Abstract

Latar belakang: Pelaksanaan program STBM dimulai dari pilar pertama yaitu Stop BABs yang merupakan pintu masuk sanitasi total dan merupakan upaya memutuskan rantai kontaminasi kotoran manusia terhadap air baku minum, makan dan lainnya. STBM diharapkan dapat merubah perilaku kelompok masyarakat dalam upaya memperbaiki keadaan sanitasi lingkungan mereka, sehingga tercapai kondisi Open Defecation Free (ODF). faktor penentu perilaku terdiri dari faktor predisposisi (pengetahuan, tindakan), faktor pemungkin (sosialisasi, sarana-prasarana), faktor penguat (dukungan keluarga dan petugas kesehatan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Wilayah Kerja Puskesmas Ratu Agung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 96 responden. Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi tentang pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan STBM. Hasil: sebanyak 66,7% masyarakat memiliki pengetahuan baik dan 51,1% memiliki sikap mendukung dalam pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar pertama. dalam pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar pertama. sebanyak 60 % respondenpada kelompok kasus mempunyai riwayat pajanan pestisida dan kadar. Tingkat pengetahuan dan sikap secara signifikan berhubungan tindakan STBM pilar pertama. (p-value 0,006; 0,025). Simpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan sikap berhubungan dengan tindakan STBM pilar pertama.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KESEHATAN PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA SIMPANG PINO KECAMATAN ULU MANNA TAHUN 2018 Gustina, Mely; Rahmawati, Ullya; ., Mualim; Zolendo, Nano Setiawan
Journal of Nursing and Public Health Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.084 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v7i1.758

Abstract

Para petani sering menggunakan pestisida bukan atas dasar keperluan pengendalian hama secaraindikatif,mereka melakukan penyemprotan tanaman tanpamemperhatikan ada tidaknya serangan hama,penggunaan semacam ini telah banyak menimbulkan masalah adanya kandungan residu pestisida pada produk pertanian dan pencemaran lingkungan,khususnya pencemaran udara yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan pada para petani.Indonesia sebagai salah satu negara di dunia,sangat berkepentingan terhadap masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan penggunaan APD dengan kejadian gangguan kesehatan pada petani penggunaan pestisida di Desa Simpang Pino Kecamatan Ulu Manna Tahun 2018. Jenis penelitian adalah Deskriptif dengan metode penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, yaitu untuk menilai Hubungan pengetahuan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian gangguan kesehatan pada petani pengguna Pestisida. Hasil penelitian 50 sampel pada petani pengguna pestisida di Desa Simpang Pino Kecamatan Ulu Manna Tahun bahwa lebih dari sebagian responden 31 (62%) yang memiliki pengetahuan kurang, lebih dari sebagian responden 34 (68%) yang menggunakan APD lengkap, dan lebih dari sebagian responden 29 (58%) mengalamigangguan kesehatan sedang.
HUBUNGAN PERILAKU PSN PLUS DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH (DBD) DI DAERAH WILAYAH PUSKESMAS BASUKI RAHMAT KOTA BENGKULU RAHMAWATI, ULLYA; ., MUALIM; HERDIANI, FADILA
Journal of Nursing and Public Health Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.647 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v7i2.904

Abstract

Abstrak: Deman Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit virus yang berbahaya, Untuk mencegah penyebaran penyakitnya dapat menggunakan metode PSN Plus untuk mengurangi jumlah nyamuk.berdasarkan survei awal yang dilakukan dari 8 rumah diantaranya, 6 rumah masih berprilaku PSN Plus yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku PSN Plus dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di wilayah Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskiptif analitik dengan rancangan case control.Subjek penelitian ini adalah semua orang yang terdaftar penyakit DBD di Wilayah Puskesmas Basuki Rahmat Kota Bengkulu.Dengan jumlah 52 orang positif DBD dan 52 negatif DBD. Didapatkan sebagian dari responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 75 orang (72,1%), sikap lebih dari sebagian bersikap positif (favourable) 66 orang (63,5%), tindakan kurang baik oleh lebih dari sebagian atau 59 orang (56,7%).Analisis data di uji dengan menggunakan metode Chi Square. Hasil uji Chi Square menunjukan adanya hubungan antara perilaku PSN Plus dengan kejadian DBD, pengetahuan p-value 0,032, sikap p-value 0,043 dengan OR: 2,5 dan tindakan p-value 0,048 dengan OR: 2,4. Diharapkan Masyarakat Dapat menambah wawasan masyarkat, meningkatkan kesadaran terhadap bahayanya penyakit DBD dan pentingnya melakukan pencegahan dengan menerapkan perilaku PSN Plus di kehidupan sehari-hari.