Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Implementasi Guided Imagery untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Post Spinal Anestesi Saputra, Dafid Rehas; Novitasari, Dwi; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3282

Abstract

Pembedahan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien karena tindakan pembedahan dapat menyebabkan trauma pada jaringan yang dapat menimbukan nyeri. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan teknik non farmakologi salah satu nya yaitu dengan terapi guided imagery. Terapi guided imagery tidak menimbukan efek samping, tidak memerlukan biaya dan merupakan kegiatan non invasive yang mendukung model keperawatan holistik. Tujuan. Tujuan dari PKM ini adalah untuk mengetahui efektivitas guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea spinal. Metode. Metode yang digunakan dalam program PKM ini dengan memberikan implementasi guided imagery menggunakan media audio, kegiatan ini dilakukan diruang recovery room. Hasil. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berjalan dengan lancar walaupun ada bebarapa faktor penghambat, peserta kegiatan antusias dalam mengikuti acara. Jumlah peserta 30 orang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai implementasi guided imagery memiliki hasil yang signifikan dalam menurunkan nyeri sehingga dapat membantu menurunkan nyeri pasien post operasi sectio caesarea. Rencana Luaran. Rencana luaran pada PKM ini adalah dengan video pengukuran nyeri kegiatan implementasi Guided Imagery untuk mengurangi nyeri pada pasien post spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen.
Family Caregiver Burden of Elderly with Dementia: A Literature Review Biran, Rakhel Maharani Putri Yusyah; Setyawati, Martyarini Budi; Siwi, Adiratna Sekar
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 15 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i1.17043

Abstract

The majority of the elderly with dementia living in a community have received care from family caregivers with curious complexity of problems to be identified during the care at home. Caregiver burden conceptualized as multidimensional concept encompassing the emotional, physical, and socioeconomic aspects of the impact of caregiving role. This study aims to review articles and journals about the level of burden and characteristics that have an impact on the burden of elderly caregivers with dementia. A literature review with a search for relevant articles was published between 2015-2020 using databases PubMed, Google Scholar, DOAJ, and Oxford Academic Journals. Keywords used to retrieve literature include caregiver burden and dementia. The results is nineteen articles that met the inclusion criteria and were identified in this literature review. Most family caregivers were identified as having a moderate level of caregiving burden that depends on various factors including characteristics of elderly with dementia, sociodemographic characteristics of caregivers, and characteristics of care itself. The conclussion of this, mostly caregivers reported in this review were more likely to experience a moderate level of caregiving burden with the presence of behavior problems, neuropsychiatric symptoms
The Meaning of Support: A Husband Perspective of Women Cancer Survivor Rahayu, Fitriani Nissa; Setyawati, Martyarini Budi; Siwi, Adiratna Sekar; Suandika, Made
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 15 No. 2 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i2.18213

Abstract

Women's long journey as cancer survivors makes them need husband's support. However, it was found that the wife felt the support received was less effective and the husband did not fulfill his wishes, even though the husband considered the support provided to be adapted to his wife's needs. So there is a difference in understanding related to the support given by the husband with the support received by the wife. This study aims to determine the definition of husband's support for his wife as a cancer survivor from the husband's perspective. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The samples obtained were 7 people. Data collection techniques using interviews and field notes. The data analysis used is the Miles and Huberman model. The results of the study found 3 themes, namely the definition of husband's support, the reason for the husband to provide support and the form of support. 6 participants know the definition of husband's support and the rest do not know. There is one reason the husband provides support. The form of support provided by the husband is instrumental, informative, emotional, appreciation, monitoring, prioritizing and trusting the wife. Each husband has a different perspective both in defining support, reasons for giving support and efforts to support his wife. Nurses and wives are expected to understand each other's perspectives because the differences that occur cannot be generalized.
GAMBARAN PERSEPSI PASIEN PARKINSON TENTANG PENYAKIT YANG DIDERITANYA DI POLIKLINIK SARAF RUMAH SAKIT MITRA SIAGA TEGAL Qonita, Wahyu Nida; Setyawati, Martyarini Budi; Suandika, Made Suandika
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juli - Desember 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v10i2.307

Abstract

Pendahuluan : Penyakit parkinson bersifat progresif dan kronis, yang ditandai dengan gangguan gerakan seperti diskinesia, kekakuan, gangguan keseimbangan postural, dan tremor saat istirahat. Persepsi penyakit adalah keyakinan pasien mengenai penyakitnya, yang meliputi keyakinan pasien tentang gejala, penyebab dan prognosis, efek penyakit, serta kemampuan manajemen diri yang dapat mempengaruhi respon emosional pasien tentang penyakitnya dan perubahan tingkah laku seperti kepatuhan menjalani berbagai terapi kesehatan. Diperkirakan lebih dari 4 juta orang di dunia menderita penyakit Parkinson. Prevalensi kasus Parkinson di Indonesia belum terdata dengan pasti, akan tetapi pada tahun 2003 terdapat sebanyak 200.000-400.000 orang penderita Parkinson, kemudian pada tahun 2010 prevalensi penderita Parkinson diperkirakan kurang lebih 876.665 orang dengan total kematian akibat dari penyakit Parkinson Indonesia menempati urutan ke-12 di dunia dan peringkat ke-5 di Asia dengan prevalensi 1.100 kematian pada tahun 2002.Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi tentang penyakit pada pasien Parkinson. Metode : Desain penelitian menggunakan cross sectional sampel dalam penelitian ini yaitu pasien Parkinson dengan usia 17 tahun sampai 81 tahun dan pasien Parkinson yang bersedia menjadi responden melalui nonprobaility sampling sebanyak 32 respondenData diambil dengan melakukan pengisian kuesioner Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dengan uji validitas menggunakan metode pearson correlation maka didapatkan nilai korelasi masing-masig pertanyaan > 0,3 (0,05) serta uji reliabilitas dengan nilai cronbach alpha coefficient 0,81 > 0,7 (0,05). Analisis data menggunakan univariat. Pada penellitian ini etik penelitian dibuat di KEPK Universitas Harapan Bangsa pada tanggal 20 Mei 2022 dengan No. B.LPPM-UHB/896/05/2022. Hasil : Persepsi pasien Parkinson di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal cenderung kearah negatif sebanyak 53,13% dengan nilai total rata-rata 46,78. Tiga faktor penyebab utama terjadinya Parkinson yang diyakini responden adalah stress/banyak pikiran, usia, dan konsumsi obat. Kesimpulan : Pasien dalam penelitian ini memiliki persepsi yang negatif tentang penyakit Parkinson yang dideritanya. Diharapkan pasien untuk memilki keyakinan positif terhadap hasil pengobatan yang telah dilakukan sehingga pasien patuh terhadap pengobatan dan memilki sikap optimis terhadap pengobatan yang dijalani.
Edukasi Pasien untuk Mengurangi Ketidaknyamanan Pasca Ekstubasi Endotracheal Tube General Anestesi Aldi Hartono, Mochamad; Setyawati, Martyarini Budi; Handayani, Rahmaya Nova
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.691

Abstract

Introduction: General anesthesia with endotracheal intubation frequently results in post-extubation discomfort manifested as sore throat, hoarseness, and respiratory distress due to airway trauma. Non-pharmacological education is essential to enhance patients’ understanding in minimizing these complaints. Objective: This community service activity aims to provide information and improve patients’ knowledge regarding the management of discomfort following ETT extubation. Methods: The activity commenced with participant identification, informed consent, and coordination with healthcare personnel. Thirty participants who underwent general anesthesia with ETT took part in this program. The activity employed an educational approach through interactive lectures and demonstrations to facilitate a deeper understanding of the material. Education was delivered for approximately 10 minutes using brochures and videos, beginning with a pre-test and concluding with a post-test. Evaluation was conducted using a questionnaire to measure the effectiveness of the educational intervention in enhancing patients’ knowledge after extubation. Results: The findings demonstrated an improvement in participants’ knowledge, wherein prior to the education, all participants (100%) had limited understanding, while after the intervention, the majority (25 participants; 83.3%) exhibited very good knowledge. The educational intervention proved effective in improving patients’ understanding of discomfort management following extubation. Conclusion: Education utilizing brochures and videos was effective in enhancing patients’ knowledge regarding the management of discomfort after extubation.
Perbandingan Indeks Massa Tubuh Pasien Hipertiroid Praoperasi dan Pascaoperasi Tiroidektomi Safitri, Yuliana; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4187

Abstract

Hyperthyroidism is a condition where the thyroid produces high amounts of TH and TSH hormones that affect the metabolic rate in the body. One of the clinical manifestations is weight loss as the calories produced are absorbed more quickly to produce energy. Thus patients with hyperthyroidism have a good appetite but weight gain is difficult or even weight loss occurs. The purpose of this study was to determine the comparison of preoperative and postoperative Body Mass Index of thyroidectomy in hyperthyroid patients. The research method used is the case study approach method, data obtained by observation for 3 months, namely from February 17, 2024 - May 17, 2024. Respondents in this study were Mrs. R with a medical diagnosis of hyperthyroidism who underwent thyroidectomy. The results of the study for 3 months showed a difference in preoperative Body Mass Index of 20.41 with postoperative Body Mass Index where there was a weight loss of 1 kg with a BMI value of 20.
Penerapan Oral Hygiene terhadap Kejadian Infeksi Rongga Mulut pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran Dewi, Isna Nurul Selviana; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4229

Abstract

Oral hygiene merupakan salah satu bentuk tindakan keperawatan yang dilakukan supaya keadaan rongga mulut tetap bersih dan wangi, yang kemudian dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi. Oral hygiene juga bisa menurunkan tinkat mikroorganisme yang mengalami perubahan dan kolonisasi didalam mulut. Penderita di ruang ICU tentun memiliki resiko terkena infeksi. Tujuan daripada kajian ini untuk melihat deskripsi penyelenggaraan Tindakan perawatan oral oral hygiene pada pasien di ruang (ICU). Metode yang pada penelitian ini yakni dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran di ruang ICU dengan diberikan intervensi oral hygiene. Asuhan keperawatan diberikan selama 3x24 jam. Hasil penelitian ini adalah setelah 3 hari dilakukan intervensi didapatkan hasil risiko infeksi menurun. Kesimpulannya yaitu ada korelasi diantara penerapan oral hygiene terhadap kejadian infeksi rongga mulut.
Perbedaan Penggunaan Jarum 25g dan 27g terhadap Kejadian Post Dural Puncture Headache pada Pasien Spinal Anestesi Rahayu, Mella Budi; Setyawati, Martyarini Budi; Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4299

Abstract

Akibat yang tidak mengenakkan dan sering terjadi dari anestesi spinal atau tusukan dural yaitu sakit kepala pasca tusukan dialami oleh pasien maupun dokter anestesi. Hal ini berhubungan dengan kemungkinan keluarnya cairan serebrospinal dari tempat tusukan jarum. Di Rumah Sakit Bedah Khusus Jatiwinangun ingin mengetahui seberapa sering pasien yang dilakukan anestesi spinal mengalami Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural setelah menggunakan jarum spinal 25G atau 27G. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional untuk analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien spinal sejumlah 617 pasien, dengan jumlah rata-rata tiap bulan 69 pasien. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan non-probability sampling yang disebut purposive sampling untuk pengambilan sampel penelitian ini sejumlah 60 responden, dengan 30 responden menggunakan ukuran jarum 25G dan 30 responden menggunakan ukuran jarum 27G. Analisis data menggunakan uji statistik Man-Whitne. Hasil uji statistik menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kejadian Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural pada pasien anestesi saat menggunakan jarum spinal 25G dan 27G, karena nilai p sebesar 0,002 < 0,05.
Hubungan Usia dan Durasi Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pasca General Anestesi Di Recovery Room Meilani, Krisma Nia; Setyawati, Martyarini Budi; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.19162

Abstract

Pulih sadar dari anestesi umum adalah ketika pemberian obat dihentikan setelah pembedahan dan tubuh mengalami pemulihan dengan hantaran neuromuskular, refleks protektif jalan napas serta kesadaran telah kembali. Menurut studi prospektif terhadap 18.000 pasien di ruang pemulihan, 24% mengalami masalah anestesi dan yang paling sering terjadi adalah pulih sadar terlambat. Mengetahui korelasi antara usia dan waktu pulih sadar serta durasi operasi dan waktu pulih sadar pada pasien yang menjalani aestesi umuma dalah tujuan dari penelitian ini. Sedangkan metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional menggunakan cross sectional. Hasil korelasi menggunakan uji spearman rank untuk variabel usia dan waktu pulih sadar menunjukkan terdapatnya hubungan dengan p value (0,002) dengan koefisien korelasi (0,386) dan hasil korelasi untuk variabel durasi operasi dengan waktu pulih sadar juga menunjukkan terdapatnya hubungan dengan p value (0,004) dengan koefisien korelasi (0,357).
Gambaran Kejadian Mual Dan Muntah Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Anisa, Anisa; Susanto, Amin; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi umum merupakan teknik anestesi yang paling umum digunakan dibandingkan teknik anestesi lainnya. 70-80% kasus pembedahan memerlukan anestesi umum. Anestesi umum mempunyai beberapa efek samping pada pasien, selama 24 jam pertama setelah anestesi, yaitu mual dan muntah. Mual dan muntah pasca operasi merupakan penyebab paling umum ketidaknyamanan pasien setelah anestesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian mual dan muntah pasca operasi dengan anestesi umum di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Pengambilan sampel dengan convenience sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 17-25 tahun sebanyak 28 (35,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 46 (57,5%), tidak mempunyai riwayat merokok sebanyak 53 (66,3%), tidak memiliki riwayat mabuk perjalanan sebanyak 47 (58,8%), tidak menggunakan opioid pasca operasi sebanyak 74 (92,5%), durasi cepat (<60 menit) sebanyak 40 (50,0%), GA Imbang sebanyak 49 ( 61,3%), bedah umum sebanyak 45 (56,3%). Berdasarkan kejadian mual dan muntah pasca operasi terbanyak pada usia 17-25 tahun sebanyak 20 (25%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 (35%), tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 30 (37,6%). ), mempunyai riwayat mabuk perjalanan sebanyak 25 (31,3%), tidak menggunakan opioid sebanyak 31 (38,7%), durasi sedang (1-2 jam) sebanyak 26 (32,5%), GA seimbang sebanyak sebanyak 32 (40%), bedah umum sebanyak 15 (18,8%).