Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Perbandingan Indeks Massa Tubuh Pasien Hipertiroid Praoperasi dan Pascaoperasi Tiroidektomi Safitri, Yuliana; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4187

Abstract

Hyperthyroidism is a condition where the thyroid produces high amounts of TH and TSH hormones that affect the metabolic rate in the body. One of the clinical manifestations is weight loss as the calories produced are absorbed more quickly to produce energy. Thus patients with hyperthyroidism have a good appetite but weight gain is difficult or even weight loss occurs. The purpose of this study was to determine the comparison of preoperative and postoperative Body Mass Index of thyroidectomy in hyperthyroid patients. The research method used is the case study approach method, data obtained by observation for 3 months, namely from February 17, 2024 - May 17, 2024. Respondents in this study were Mrs. R with a medical diagnosis of hyperthyroidism who underwent thyroidectomy. The results of the study for 3 months showed a difference in preoperative Body Mass Index of 20.41 with postoperative Body Mass Index where there was a weight loss of 1 kg with a BMI value of 20.
Penerapan Oral Hygiene terhadap Kejadian Infeksi Rongga Mulut pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran Dewi, Isna Nurul Selviana; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4229

Abstract

Oral hygiene merupakan salah satu bentuk tindakan keperawatan yang dilakukan supaya keadaan rongga mulut tetap bersih dan wangi, yang kemudian dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi. Oral hygiene juga bisa menurunkan tinkat mikroorganisme yang mengalami perubahan dan kolonisasi didalam mulut. Penderita di ruang ICU tentun memiliki resiko terkena infeksi. Tujuan daripada kajian ini untuk melihat deskripsi penyelenggaraan Tindakan perawatan oral oral hygiene pada pasien di ruang (ICU). Metode yang pada penelitian ini yakni dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran di ruang ICU dengan diberikan intervensi oral hygiene. Asuhan keperawatan diberikan selama 3x24 jam. Hasil penelitian ini adalah setelah 3 hari dilakukan intervensi didapatkan hasil risiko infeksi menurun. Kesimpulannya yaitu ada korelasi diantara penerapan oral hygiene terhadap kejadian infeksi rongga mulut.
Perbedaan Penggunaan Jarum 25g dan 27g terhadap Kejadian Post Dural Puncture Headache pada Pasien Spinal Anestesi Rahayu, Mella Budi; Setyawati, Martyarini Budi; Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4299

Abstract

Akibat yang tidak mengenakkan dan sering terjadi dari anestesi spinal atau tusukan dural yaitu sakit kepala pasca tusukan dialami oleh pasien maupun dokter anestesi. Hal ini berhubungan dengan kemungkinan keluarnya cairan serebrospinal dari tempat tusukan jarum. Di Rumah Sakit Bedah Khusus Jatiwinangun ingin mengetahui seberapa sering pasien yang dilakukan anestesi spinal mengalami Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural setelah menggunakan jarum spinal 25G atau 27G. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional untuk analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien spinal sejumlah 617 pasien, dengan jumlah rata-rata tiap bulan 69 pasien. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan non-probability sampling yang disebut purposive sampling untuk pengambilan sampel penelitian ini sejumlah 60 responden, dengan 30 responden menggunakan ukuran jarum 25G dan 30 responden menggunakan ukuran jarum 27G. Analisis data menggunakan uji statistik Man-Whitne. Hasil uji statistik menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kejadian Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural pada pasien anestesi saat menggunakan jarum spinal 25G dan 27G, karena nilai p sebesar 0,002 < 0,05.