Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Fuel Leak Repetitive Problem Pada Pesawat Boeing 737 di Maskapai ABC Ahmad Al Muhraj; Mufti Arifin; Erna Shevilia
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v3i1.122

Abstract

Masalah kebocoran bahan bakar pada mesin pesawat merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan penerbangan dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan dampak kebocoran bahan bakar yang terjadi secara berulang, serta memberikan solusi untuk mengurangi frekuensi dan dampak kebocoran tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan mencakup pengumpulan data dari insiden sebelumnya, termasuk data pilot report Maskapai ABC tahun 2018-2020, menganalisis penyebab akar masalah, serta simulasi kondisi operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan faktor yang berkontribusi terhadap masalah kebocoran. Dengan ini, keselamatan penerbangan dapat ditingkatkan dan kebocoran bahan bakar dapat diminimalisirkan. Dari hasil penelitian, ditemukan enam registrasi pesawat yang mengalami kebocoran bahan bakar berulang, salah satunya mengalami kebocoran bahan bakar berulang sebanyak tiga kali. Kebocoran tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu keausan material, kesalahan dalam proses pemasangan, dan tidak adanya tindakan permanen. Adapun langkah-langkah yang dapat meminimalisir terjadinya kebocoran bahan bakar berulang seperti, melakukan inspeksi lebih sering pada komponen sistem bahan bakar, dan melakukan penggantian komponen berdasarkan rekomendasi pabrikan atau interval waktu yang sesuai meskipun komponen tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.   The issue of fuel leaks in aircraft engines is a critical aspect of ensuring flight safety and operational efficiency. This thesis aims to analyze the causes and impacts of recurring fuel leaks, as well as provide solutions to reduce the frequency and impact of these leaks. The research methodology includes data collection from previous incidents, including pilot reports from ABC Airlines between 2018 and 2020, analyzing the root causes of the issues, and simulating operational conditions. It is hoped that this study will identify patterns and factors contributing to the fuel leak problems. In turn, this will contribute to improving flight safety and minimizing fuel leaks. The research findings identified six aircraft registrations that experienced recurring fuel leaks, one of which had repeated fuel leaks three times. These leaks were caused by various factors, including material wear, installation errors, and the lack of permanent corrective actions. Steps to minimize recurring fuel leaks include more frequent inspections of the fuel system components and replacing components according to manufacturer recommendations or suitable time intervals, even if the components show no signs of damage.
Analisis Efektifitas Laboratorium Manajemen Pemeliharaan Virtual Berdasarkan Tutorial Virtual surya wijaya, Andi; Mufti Arifin; Erna Shevilia Agustian
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i1.68

Abstract

Maintenance management is a series of activities that include planning, organizing, program implementation, and control methods for maintenance activities. This study aims to determine whether maintenance management practices can be implemented effectively through a hybrid training method (virtual and offline) that utilizes a maintenance management laboratory. The research stages include understanding the data that must be inputted by technical records, how to read and fill out maintenance logs, and designing virtual tutorials which are then tested on aviation engineering students. In using the virtual tutorial, students input data, calculate aircraft life utilization based on Time Since New (TSN) or Cycle Since New (CSN), and calculate the life of aircraft components with the same parameters. Based on the results of testing the AFML tutorial on 10 aviation engineering students, it was found that 96% of them were able to answer the evaluation questions correctly, with 8 students answering perfectly and 2 students reaching 80% success rate. These results show that the virtual tutorial developed is quite effective and useful in improving students' understanding of maintenance management, especially in the use and analysis of AFML data.
Analisis Jangkauan Maksimum Pesawat Airbus A330-300 dan Boeing 777-300 Dari Bandara Dhoho Kediri Untuk Penerbangan Komersial Dikayevsky, Muhammad Djody; Erna Shevilia; Ade Julizar
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i1.128

Abstract

Penerbangan komersial merupakan salah satu elemen vital dalam infrastruktur transportasi modern yang mendukung hubungan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Pesawat komersial seperti Airbus A330-300 dan Boeing 777-300 adalah dua jenis pesawat berbadan lebar yang sering digunakan dalam penerbangan jarak jauh. Menentukan jangkauan maksimum Pesawat Airbus A330-300 dan Boeing 777-300 dari Bandara Dhoho Kediri sangat diperlukan sebagai studi kasus. Jarak jangkauan maksimum pesawat Airbus A330-300 dari Bandara Dhoho Kediri dengan MTOW 242.000 kg dan fuel 69.886 kg adalah 4.760 nm. Dengan penumpang sebanyak 440, berat cargo 20 kg per penumpang, dan berat cabin bagasi 7 kg per penumpang. Jarak jangkauan maksimum pesawat Boeing 777-300 dari Bandara Dhoho Kediri dengan ATOW 281.901 kg dan fuel 84.421 kg adalah 4.125,2 nm. Dengan penumpang sebanyak 368, berat cargo 20 kg per penumpang, dan berat cabin bagasi 7 kg per penumpang.adalah 4.125,2 nm. Berdasarkan hasil perhitungan jangkauan maksimum pesawat Airbus A330-300 dan pesawat Boeing 777-300, pesawat yang dapat mencapai ke Jeddah untuk ibadah Umrah atau Haji yaitu pesawat Airbus A330-300 dengan jarak jangkauan maksimum 4.760 nm. Sedangkan untuk pesawat Boeing 777-300 dengan jarak jangkauan maksimum 4.125,2 nm, dapat mencapai Bandara Internasional Aden, Yaman. Selisih jarak jangkauan pesawat Airbus A330-300 dengan Boeing 777-300 adalah 634,8 nm.   Commercial aviation is a vital element of modern transportation infrastructure that supports global connectivity and regional economic growth. Aircraft like the Airbus A330-300 and Boeing 777-300 are types of wide-body aircraft commonly used for long-haul flights. Determining the maximum range of the Airbus A330-300 and Boeing 777-300 from Dhoho Kediri Airport is essential for this case study. The maximum range of the Airbus A330-300 from Dhoho Kediri Airport, with an MTOW of 242,000 kg and fuel capacity of 69,886 kg, is 4,760 nm. It accommodates 440 passengers, with 20 kg of cargo per passenger and 7 kg of cabin baggage per passenger. The maximum range of the Boeing 777-300 from Dhoho Kediri Airport, with an ATOW of 281,901 kg and fuel capacity of 84,421 kg, is 4,125.2 nm. It accommodates 368 passengers, with 20 kg of cargo per passenger and 7 kg of cabin baggage per passenger Based on the maximum range calculations, the Airbus A330-300, with a maximum range of 4,760 nm, can reach Jeddah for Umrah or Hajj. Meanwhile, the Boeing 777-300, with a maximum range of 4,125.2 nm, can reach Aden International Airport, Yemen. The range difference between the Airbus A330-300 and the Boeing 777-300 is 634.8 nm.
ANALISIS PERBANDINGAN ON-TIME PERFORMANCE MASKAPAI PENERBANGAN ANTARA BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA DAN BANDARA INTERNASIONAL KERTAJATI MENGGUNAKAN FLIGHTRADAR24 Abdillah, rizki Ade; Yuniarti, Endah; Shevilia, Erna
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v10i1.157

Abstract

This study evaluates the impact of the operational transfer from Husein Sastranegara Airport to Kertajati International Airport, focusing on airline On-Time Performance (OTP) before and after the transition. The research utilizes real-time flight data from Flightradar24 and secondary data from Angkasa Pura II to analyze daily flight schedules for one month prior to (October 2023) and after (April 2024) the transfer. The data is processed to determine percentages of on-time performance, delays, and flight cancellations at both airports. Findings reveal that post-transfer, the total number of flights decreased by 5.20%, while on-time performance improved by 8.81%, from 55.78% at Husein Sastranegara Airport to 64.02% at Kertajati International Airport. Additionally, flight delays reduced by 38.56%, suggesting enhanced operational efficiency. However, the number of flight cancellations rose from 0 at Husein Sastranegara Airport to 24 at Kertajati International Airport, indicating challenges in operational adjustment at the new facility. Key factors influencing delays include military aircraft movements, weather conditions, and the operational adjustments required following the airport transfer.
Penentuan Jarak Aman Permukiman Berdasarkan Jarak Kebisingan Terhadap Lintas Terbang Approach ILS Runway 24 Bandar Udara Halim Perdanakusuma Nurul Fitri Ramadani; Erna Shevilia Agustian; Mufti Arifin; Ade Julizar
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.210

Abstract

Bandar udara berperan penting sebagai pusat aktivitas transportasi dan ekonomi, namun peningkatan intensitas operasional penerbangan dapat menimbulkan permasalahan kebisingan yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat di kawasan sekitarnya. Salah satu fase penerbangan yang berkontribusi signifikan terhadap kebisingan adalah fase pendekatan (approach), khususnya pada lintasan Instrument Landing System (ILS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jarak aman kawasan permukiman terhadap paparan kebisingan pesawat pada lintasan approach ILS Runway 24 Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Metode yang digunakan berupa analisis teoritis tingkat kebisingan berbasis data sertifikasi kebisingan pesawat dari Federal Aviation Administration (FAA), dengan pendekatan perhitungan Sound Pressure Level (SPL) dan asumsi perambatan kebisingan di ruang bebas. Analisis dilakukan pada tiga titik lintasan approach, yaitu 1,8 nm, 3 nm, dan 6 nm, untuk beberapa tipe pesawat yang umum beroperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tipe pesawat menghasilkan jarak paparan kebisingan yang berbeda, dengan jarak terjauh dihasilkan oleh Boeing 737-300 (±7,07 km), diikuti Airbus A320-214 (±4,07 km), Dassault Falcon 7X (±3,38 km), dan ATR 72-200 (±2,95 km). Evaluasi pada seluruh titik lintasan menunjukkan bahwa tingkat kebisingan yang dihasilkan masih melampaui ambang batas 55 dBA untuk kawasan permukiman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal dalam perencanaan tata ruang kawasan sekitar bandara serta sebagai dasar pengendalian dampak kebisingan penerbangan.   Airports play a vital role as centers of transportation and economic activity; however, increasing flight operations can generate noise issues that adversely affect the comfort and health of surrounding communities. One of the flight phases that significantly contributes to aircraft noise is the approach phase, particularly along the Instrument Landing System (ILS) flight path. This study aims to analyze the safe distance of residential areas from aircraft noise exposure along the ILS approach path of Runway 24 at Halim Perdanakusuma Airport. The research employs a theoretical noise analysis based on aircraft noise certification data issued by the Federal Aviation Administration (FAA), using a Sound Pressure Level (SPL) calculation approach with the assumption of free-field noise propagation. The analysis is conducted at three approach points, namely 1.8 nm, 3 nm, and 6 nm, for several aircraft types commonly operating at the airport. The results indicate that each aircraft type produces a different noise exposure distance, with the Boeing 737-300 generating the longest distance (approximately 7.07 km), followed by the Airbus A320-214 (approximately 4.07 km), the Dassault Falcon 7X (approximately 3.38 km), and the ATR 72-200 (approximately 2.95 km). Evaluation at all approach points shows that the noise levels exceed the 55 dBA threshold for residential areas. The findings of this study are expected to serve as an initial reference for spatial planning in airport surrounding areas and as a basis for mitigating the impact of aircraft noise.
KAJIAN MAINTENANCE PESAWAT PENUMPANG DI INDONESIA Erna Shevilia Agustian
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v3i01.61

Abstract

Saat ini pesawat banyak digunakan masyarakat sebagai transportasi udara untuk mencapai suatu wilayah karena dinilai efektif dan efisien dari segi capaian jarak dan waktu tempuhnya Tidak hanya digunakan terus menerus sebagai alat transportasi, namun pesawat juga harus diperhatikan keadaanya agar selalu dalam kondisi laik terbang (Airworthy) dan safety. Untuk mendapatkan kondisi pesawat yang laik terbang tentunya harus diperhatikan pemeliharaan atau perawatannya (Maintenance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan maintenance beberapa tipe pesawat penumpang yang biasanya dioperasikan oleh maskapai di Indonesia. Metode penelitian menggunakan sumber literatur yang berasal dari hasil penelitian sebelumnya yang telah dituangkan dalam artikel Jurnal dan skripsi, berbagai website, pengalaman, observasi serta data pendukung lainnya. Pesawat Boeing B737 dan B777, Airbus A320 dan A330 serta ATR 72 merupakan jenis pesawat penumpang yang biasanya dioperasikan oleh maskapai Indonesia. Untuk memastikan pesawat penumpang laik terbang dan menjaga keselamatan penerbangan, maka perlu dilakukan serangkaian kegiatan maintenance dengan memperhatikan maintenance program, dokumen serta perencanaan manpower dan manhours pengerjaannya.
Analisis Umur Fatigue Struktur Float Pesawat Amfibi Kapasitas 19 Penumpang dengan Pendekatan Numerik Monica Octavia Rehulina Sibuea; Budi Aji Warsiyanto; Riskha Agustianingsih; Ade Julizar; Erna Shevilia Agustian
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis respons dan umur fatigue struktur float pesawat amfibi berkapasitas 19 penumpang akibat beban pendaratan air. Struktur float aluminium 6061-T6 dimodelkan menggunakan elemen shell pada perangkat lunak Abaqus dengan analisis statik. Beban pendaratan direpresentasikan sebagai distribusi tekanan hidrodinamika sesuai CASR Part 23.533(c), sedangkan keandalan model dievaluasi melalui studi konvergensi mesh. Respons tegangan dan perpindahan dianalisis pada beban limit, beban ultimate, serta variasi kecepatan 0,95Vs0 dan 0,9Vs0. Umur fatigue dihitung menggunakan kurva S-N aluminium 6061-T6 dan koreksi Goodman berdasarkan tegangan principal maksimum. Hasil menunjukkan bahwa mesh 20 mm memberikan hasil konvergen. Pada beban limit diperoleh tegangan principal maksimum 137,42 MPa dan perpindahan 13,47 mm, sedangkan beban ultimate menghasilkan 304,8 MPa dan 29,43 mm sehingga melampaui tegangan luluh material. Penurunan kecepatan menjadi 0,95Vs0 dan 0,9Vs0 menurunkan tegangan menjadi 111 MPa dan 88,46 MPa. Estimasi umur fatigue meningkat dari 3,27x104 pendaratan pada beban limit menjadi 6,22x104 dan 1,12x105 pendaratan. Area bow-skin bawah teridentifikasi sebagai lokasi kritis pada seluruh kondisi.