Asman, Fadhilah Hanifa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Penyuluhan Door to Door Mengenai Vaksinasi Covid-19 di Desa Bontokanang Balqis; Manyullei, Syamsuar; Riswandi; Syakinah, Nur; Adeswita, Anilda; Qathifah, Tiara Nur; Asman, Fadhilah Hanifa; Misbah, Nurul Rini Amelia; Fitriah
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.2 No.2 Oktober (2022) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v2i2.44

Abstract

Minimnya pengetahuan masyarakat akan vaksin Covid-19 disertai kurangnya informasi yang diperoleh mencakup pentingnya vaksinasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat takut untuk di vaksin. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengedukasi masyarakat yaitu dengan penyuluhan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Bontokanang mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19. Sasaran dari penyuluhan ini adalah masyarakat di 3 (Tiga) dusun prioritas Desa Bontokanang dengan Jumlah responden sebanyak 34 responden yang tersebar di 3 dusun. Penyuluhan dilakukan dengan metode door to door, penyampaian materi menggunakan teknik presentasi dan diskusi interaktif menggunakan media PPT dan video. Hasil dari analisis uji Wilcoxon menunjukkan p value= 0,000 (p<0,05) sehingga Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Melalui analisis menggunakan uji McNemar diketahui terdapat 9 (26,47%) responden yang tingkat pengetahuannya meningkat dari kurang menjadi cukup setelah dilakukannya penyuluhan. Dari hasil yang didapatkan menunjukkan penyuluhan door to door mengenai vaksinasi Covid-19 efektif dalam mengubah pengetahuan masyarakat terkait vaksinasi Covid-19 dan diharapkan masyarakat melakukan berpartisipasi dalam vaksinasi Covid-19 untuk mencegah penularan di Desa Bontokanang.
Keluhan Pre Menstrual Syndrome pada Pekerja Perempuan di Kota Makassar : Complaints of Pre Menstrual Syndrome on Women Workers in Makassar City Muflihah, Andi; Farid, Firda Nurul Fadilah; Asman, Fadhilah Hanifa; Heriani, Heriani; Rosadi, Andi Rifkah Kifayah; Sefriana, Sefriana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.988 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1617

Abstract

Latar Belakang: Perempuan pada saat haid seringkali disertai rasa sakit sehingga tidak mampu melakukan tugasnya secara maksimal. Rasa sakit menstruasi juga diikuti dengan Pre Menstrual Syndrome (PMS) dengan gejala-gejala yang paling umum adalah kelelahan, sifat lekas marah, bengkak abdominal, dada sakit, suasana hati labil antara kesedihan dan kemarahan yang silih berganti serta depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keluhan PMS yang terjadi pada pekerja perempuan di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan sampel sebanyak 203 pekerja perempuan yang didapatkan melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021 dengan cara menyebarkan kuesioner online (google form). Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 188 responden (92,6%) mengalami keluhan PMS yang terdiri dari 19 keluhan gejala. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari 203 responden, sebanyak 188 responden (92,6%) mengalami keluhan PMS dengan keluhan gejala terbanyak adalah mudah marah sebanyak 188 responden (92,6%). Penelitian ini menyarankan agar pekerja perempuan, khususnya di Kota Makassar dapat memperbaiki pola tidur, olahraga yang teratur, menghindari konsumsi kafein dan alkohol, tidak merokok, dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Selain itu, perusahaan sebaiknya membuat program pencegahan atau pengendalian keluhan PMS di tempat kerja.