Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Sensori Snack Bar Talipuk Dengan Penambahan Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca forma typica) pada Panelis Anak-anak dan Dewasa: Sensory Evaluation of Talipuk Snack Bar (Nymphaea pubescens Willd) With the Addition of Kepok Banana Flour (Musa paradisiaca forma typica) on Children Titis Linangsari; Dwi Sandri; Ema Lestari; Noorhidayah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agroindustri Halal 8(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v8i2.6560

Abstract

Talipuk seeds are one of the local food ingredients in South Kalimantan, which have the potential to be processed into various kinds of food, one of which is a snack bar. To increase the nutritional value of the talipuk snack bar, it is necessary to add kepok banana flour. The snack bar is a type of processed food with solid characteristics and is made from a combination of several food ingredients combined into one with the help of a binder. This study aimed to determine the best formulation of the talipuk snack bar with the addition of banana flour based on sensory tests from 30 panelists of children and 30 panelists of adults. The treatment in this study was the manufacture of talipuk snack bars with the addition of banana flour 0% (control), 25%, 50%, 75%, and 100%, the analysis used was a sensory test (taste, color, aroma, and texture) with preference (hedonic) and identified the best formulation with the De Garmo effectiveness index test. Sensory test results based on the De Garmo effectiveness index test showed that the best formulation in the children's hedonic test was found in the 100% banana flour formulation (de Garmo effectiveness value 0.87) with the values of each attribute: taste (1,95), color (1,93), aroma (1,93), texture (1,95). In the hedonic test with adult panelists, the best formulation results at 50% banana flour concentration (de Garmo effectiveness value 0,72) with each attribute: taste (5,99), color (6,38), aroma (6,02), and texture (6,35).
Re-Islamization of Land Law in Global Context: An Approach to Fight Ecological Scarcity Arif Al Anang; Noorhidayah; Mustafa; Nor Ismah
Jurnal Hukum Islam Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jhi.v20i1.6476

Abstract

This research departs from concerns about an environmental crisis that encompasses deforestation, land-use change, habitat loss, land grabbing, water contamination, and soil degradation that we have faced. Meanwhile, the urgency of an Islamic response to fight those conditions should be more than simple actions like a religious lecture, Friday sermon, or green fatwa for around 1.9 billion Muslim communities around the world. Therefore, this study aims to critically analyze the Sharia contribution today to improve environmental protection by re-Islamization of forest and land law in modern ways, ultimately, to prevent the development and utilization of land and forest resources from continuing to fall into the vicious circle of the past. As an Islamic environmental law research, this study used a multi-disciplinary approach, including historical approach, empirical approach, and conceptual approach; it also used a literature review method to synthesize research findings. This paper found that re-Islamized forests and land law could be an ongoing debate due to the differences of national and local legal characteristics that also depend on sharia position if it is an unequivocal discourse. Moreover, accommodating Sharia as an integral part of the state law shown a uniqueness and the flexibilities of Islamic doctrine and an affirmation of Muslim optimism to their faith of course a real contribution to involve in ecological right movement. On the other hand, considering the re-Islamization of forests and land law is an alternative source to enforce the ecological behaviours of the Muslim community to more pro-environment.
Hubungan Pekerjaan dan Jarak Pelayanan Kesehatan terhadap Peningkatan Kasus Penyakit Hepatitis B pada Ibu Hamil : Employment Relationship and Health Service Distance to Increase in Hepatitis B Cases in Pregnant Women L.O, Elsi Setiandari; Widyarni, Ari; Noorhidayah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.303 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1865

Abstract

Hepatitis B merupakan salah satu jenis penyakit menular dan tergolong berbahaya di dunia, jumlah penderita hepatitis B di dunia diperkirakan 350 juta, prevalensi rata-rata hepatitis B di Indonesia adalah 10%, dengan variasi antara 3,4-20,3% di setiap area. Infeksi hepatitis B kronis ditemukan pada sekitar 90% bayi yang terinfeksi sejak lahir, 25-50% anak terinfeksi dalam 1-5 tahun. Penularan virus hepatitis B dapat terjadi melalui paparan darah dan cairan tubuh dari pasien yang terinfeksi hepatitis B. Jenis Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dan rancangan non eksperimental, data yang dikumpulkan menggunakan desain cross sectional. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 40 orang. Uji statistik yang digunakan dalam analisis data adalah uji chi square. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari ketiga variabel bebas yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan p = 0,000 (p <0,05). Lingkungan dan sanitasi tempat tinggal yang sangat padat menjadi mudah penularan penyakit Hepatitis B. Tingginya Pendidikan pada ibu hamil dan banyaknya ibu hamil yang bekerja membuat mereka malas dan malu untuk melakukan kunjungan ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat sehingga terjadinya penemuan kasus penyakit Hepatitis B pada ibu hamil serta Jauhnya jarak tempuh menuju fasilitas pelayanan kesehatan yang sulit dijangkau.
Hubungan Faktor Fisiologis, Keamanan Kerja dan Penghargaan terhadap Kinerja Petuas Kesehatan : The Relationship of Physiological Factors, Work Safety and Rewards to the Performance of Health Administrators Noorhidayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3078

Abstract

Latar belakang: Sehubungan dengan pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia serta keberhasilan suatu organisasi dapat diukur melalui kualitas kinerja pegawai. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan diperoleh hasil yaitu, di dalam menyelesaikan pekerjaan terdapat beberapa pegawai yang rangkap jabatan serta beberapa pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan terkadang membuat petugas harus segera menyelesaikan dalam waktu yang bersamaan. Lokasi dan jarak tempuh menuju tempat kerja serta insentif yang diberikan kepada pegawai selama ini sudah sesuai dan cukup, tetapi untuk insentif yang diberikan kepada petugas kesehatan yang masih tenaga honorer dan kontrak dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya masih belum cukup. Hal tersebut dapat mempengaruhi dan menjadi beban kerja petugas kesehatan. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan fisiologis, keamanan kerja dan penghargaan terhadap kinerja petuas kesehatan di Puskesmas. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan desain cross sectional pada petugas di Puskesmas. Analisis data secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan fisiologi dan keamanan kerja dengan kinerja nilai signifikan (p-value = 0,000) dan Tidak ada hubungan penghargaan dengan kinerja petugas kesehatan dengan nilai signifikan (p-value = 0,221 ). Saran: Diharapkan kepada pimpinan dan petugas puskesmas dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) agar dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tetap memperhatikan dan menjalankan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur SOP yang berlaku di Puskesmas
Hubungan Personal Hygiene dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Typhoid Fever pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit TK. IV Guntung Payung : Relationship Between Personal Hygiene and Contact History with Typhoid Fever in Home Inpatient Patients at Rumah Sakit TK. IV Guntung Payung Inda Chely Sagita; Norsita Agustina; M. Febriza Aquarista; Norfai; Meilya Farika Indah; Asrinawaty; Noorhidayah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3366

Abstract

Latar belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut bersifat sistemik yang disebabkan oleh mikroorganisme Salmonella enterica serotipe typhi yang dikenal dengan Salmonella typhi. Data laporan 10 penyakit terbanyak rawat inap Rumah Sakit TK. IV Guntung Payung bulan Juli, Agustus dan September, penyakit typhoid fever adalah kasus terbanyak tiga bulan terakhir tahun 2022. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Personal Hygiene dan Riwayat Kontak dengan Kejadian Typhoid Fever Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian analitik dengan menggunakan metode survey analitik yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah 943 pasien, dengan sampel 100 pasien. Hasil: Hasil penelitian responden yang menderita Typhoid Fever sebanyak 70 responden (70,0%), responden yang memiliki Personal Hygiene yang baik sebanyak 94 responden (94,0%), responden yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Typhoid Fever sebanyak 77 responden (77,0%), analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel Personal Hygiene dengan kejadian Typhoid Fever diperoleh nilai p = 0,462 > 0,05 yang dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan antara Personal Hygiene dengan kejadian Typhoid Fever di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung tahun 2022, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel kejadian Typhoid Fever dengan Riwayat Kontak diperoleh nilai nilai p = 0,008 < 0,05 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara Riwayat Kontak dengan Kejadian Typhoid Fever di Rumah Sakit Tk. IV Guntung Payung tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kejadian Typhoid Fever dengan Riwayat Kontak Langsung dengan Penderita namun tidak terdapat hubungan antara kejadian Typhoid Fever dengan Personal Hygiene.