Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENAFSIRAN SAHABAT DALAM TAFSIR ATH-TABARI (ANALISIS AYAT BASMALAH) Mattawang, Salehuddin
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 2 (2021): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v7i2.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penafsiran sahabat tentang bacaan basmalah pada surah al-fatihah dalam kitab tafsir ath-Thabari. Rumusan masalahnya ada dua yaitu bagaimana biografi ath-Thabari?, dan bagaiamana penafsiran sahabat tentang bacaan basmalah pada kitab tafsir ath-Thabari? Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber data primernya adalah tafsi>r Jami’ al-Baya>n fi> Ta’wi>l al-Qur’a>n kitab tafsir ath-Thabari yang berjudul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setidaknya ada dua makna basmalah dari penafsiran sahabat pada kitab tafsir ath-Thabari yaitu pertama, sebagai etika dalam berdoa dimana dengan wasilah bacaan basmalah itu, maka Allah akan senantiasa memberikan keberkahan dalam sagala aktivitas, kedua, sebagai tameng untuk menghindarkan diri dari segala marabahaya.
Tafsir Audiovisual M. Quraish Shihab: Mengungkap Makna Sosial Qs. al-Ma'un dalam Program Acara “Shihab & Shihab” Mattawang, Salehuddin; Dardirie, Achmad; Irfan, Irfan
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5792

Abstract

Artikel ini membahas mengenai penafsiran ayat-ayat al-Qur’an oleh M. Quraish Shihab dalam program acara “Shihab dan Shihab” pada konten youtube “Najwa Shihab”. Media digital yang semakin berkembang menjadikan para pendakwah juga memanfaatkan ini untuk memperluas jaringan dakwahnya. Program acara “shihab dan shihab” dikemas oleh M. Quraish Shihab dan Najwa Shihab yang menerangkan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini secara spesifik membahas penafsiran M. Quraish Shihab mengenai QS. Al-Maun dengan menggunakan Metode Maudu’i yakni metode penafsiran al-Qur’an secara tematis. Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab memiliki karakteristik penafsiran yang bercorak sosial-kemasyarakatan dengan mendeskripsikan fenomena komunikasi dakwah audiovisual yang dikemas dengan konsep kekinian sehingga lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh audiens. Dalam QS al-Maun menerangkan tentang urgensi kepedulian pada kaum lemah, terlebih pada anak yatim dan orang miskin, dan poin inti dari shalat yang didirikan bukan hanya sekedar ibadah ritual semata namun lebih pada sikap sosial, kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi kepada sesama. Hal-hal yang mempengaruhi penafsiran tersebut adalah referensi dari kitab tafsir klasik hingga modern, potret singkat M. Quraish Shihab serta relevansinya dengan situasi masyarakat Indonesia saat ini.
Ma`iyyatullāh Kajian Tafsir Tematik Dengan Pendekatan Tasawwuf Sulaeman, Sulaeman; Mattawang, Salehuddin; Tajuddin, Muhammad; Zaftyan A, Angga
Jurnal Tafsere Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jt.v14i1.68425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan ma‘iyatullāh melalui pendekatan tafsir tematik dengan perspektif tasawuf. Fokus penelitian diarahkan pada hakikat, bentuk, dan urgensi ma‘iyatullāh. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dengan pendekatan ilmu tafsir dan ilmu tasawuf yang disusun menggunakan metode tematik. Data diperoleh dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ma‘iyatullāh, kemudian dianalisis dari berbagai aspek kebahasaan dan penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma‘iyatullāh adalah kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya secara mutlak tanpa dibatasi oleh ruang, waktu, maupun kondisi tertentu. Ma‘iyatullāh terbagi menjadi dua bentuk, yaitu ma‘iyah ‘āmmah dan ma‘iyah khāṣṣah. Ma‘iyah ‘āmmah merupakan kebersamaan Allah dengan seluruh makhluk-Nya, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, sedangkan ma‘iyah khāṣṣah merupakan kebersamaan Allah secara khusus kepada hamba-hamba yang memenuhi kriteria tertentu, seperti memiliki iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan. Urgensi ma‘iyatullāh tampak dalam keutamaan yang diperoleh orang-orang yang bersama Allah, berupa pahala, pertolongan, kemenangan, petunjuk, dan cinta-Nya, serta dampak positif berupa kesadaran akan pengawasan Allah dan kemampuan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memahami hakikat ma‘iyatullāh berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus menjadi refleksi tentang pentingnya iman, ihsan, kesabaran, dan ketakwaan sebagai jalan menuju kedekatan dengan Allah.