Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembinaan Budaya Kewarganegaraan (Civic Culture) Melalui Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sunda Hidayat, Obby Taufik
SOSIETAS Vol 9, No 1 (2019): SOSIETAS: JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.829 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v9i1.19575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan aktivitas budaya sunda yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal dalam meningkatkan budaya kewarganegaraan (civic culture) di kampung Cireundeu, Jawa Barat, Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi ini mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat kampung Cireundeu untuk berdampingan secara harmoni dengan kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukan solidaritas dan pola pikir masyarakat adat kampung Cireundeu dapat membentuk budaya kewarganegaraan (civic culture) pada masyarakat modern.
Actualization of Sakai Sambayan Local Wisdom Values in Strengthening Citizen Engagement in Kedaloman Village, Tanggamus Regency Satrio Alpen Pradanna; Aim Abdulkarim; Elly Malihah; Obby Taufik Hidayat
ARISTO Vol 11, No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v11i2.6881

Abstract

Citizen Engagement is one of the most important elements in social life. This engagement can bring up various positive contributions to a community. This activity is an important aspect of social responsibility as an active citizen. Youth participation in community activities involves community service (gotong-royong). Mutual cooperation will contribute to the growth and development of youth, as well as efforts to create community welfare. This research aims to determine the actualization of the Sakai Sambayan philosophy of youth people's life in the Kedaloman, Tanggamus district, Lampung, community in strengthening citizen engagement. The research method used in this study is a qualitative approach using studies cases. The observation technique employed participant observation by becoming a member of Ikatan Muli-Mekhanai Kebandakhan in Pekon Kedaloman (local youth association). Then, interviewing the head of the organization and village officials to find out about the actualization of Sakai Sambayan local wisdom values. This study indicates that understanding the concept of Sakai Sambayan itself influences the actualization of local wisdom values in young people. Through understanding these life principles, young people have a culture of shame if they do not participate in community activities. The actualization value of Sakai Sambayan among the youth of Kedaloman can be seen in their various efforts to actively participate in the community activities, such as community service, religious activities, and the preservation of the cultural heritage in Pekon Kedaloman.
Implementasi Service Learning di SD Muhammadiyah Program Khusus Ampel, Boyolali Nugroho, Febriyanto Arif; Iqbal, Muhammad; Ramadhan, Fachri; Swastika, Annisa; Hidayat, Obby Taufik
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22008

Abstract

KKN-Dik merupakah salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat dalam pelaksanaannya masih terdapat kekeliruan dalam hal pengadaan program kerja. Pendekatan service learning hadir untuk meluruskannya. Service learning bertitik tolak pada aplikasi ilmu. Hal ini sangat berkaitan erat dengan peran mahasiswa dalam melaksanakan KKN-Dik yang mana mahasiswa ikut andil, berperan, dan merkontibusi langsung dalam masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah difusi iptek, yaitu sebuah metode penyebarluasan infomasi yang dapat meningkatkan wawasan seseorang di bidang pengetahuan melalui teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu tahap observasi atau screening dan tahap pengembangan. Dalam pengimplementasiannya dalam pelaksanaan KKN Dik FKIP UMS tahun 2023 penerapannya diselaraskan dengan program kerja yang dilaksanakan di lokasi KKN Dik. Adapun program kerja sesuai dengan service learning yang terlaksana pada pelaksanaan KKN Dik di SD Muhammadiyah PK Ampel, adalah Pojok Literasi (program kerja prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Tangga Literasi Keuangan (program kerja prodi Pendidikan Akuntansi) dan Papan Plang Profil Pelajar Pancasila (program kerja prodi Pendidikan PPKn). Pada dasarnya service learning pada kegiatan KKN Dik FKIP UMS di SD Muhammadiyah PK Ampel ini merupakan upaya untuk mengamplikasikan dan mengimplementasikan ilmu teori yang didapatkan oleh mahasiswa selama perkuliahan di kampus pada kelompok sasaran agar ilmu, pengalaman dan teori yang mahasiswa dapatkan dapat berguna dan diimplementasikan serta diaplikasikan sesuai dengan bidang keahilan program studi masing-masing mahasiswa.
Partisipasi Warga Negara Digital Terhadap Proses Demokrasi Pancasila Hidayat, Obby Taufik
Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/antroposen.v2i2.5577

Abstract

This article aims to compare nine features of digital citizenship with case studies conducted on digital citizen participation in encouraging a more democratic and accountable government. A case study approach was used in this research through interviews, observations, and documentation studies. Researchers have contributed to developing case study research from various scientific disciplines. This case study research encourages a detailed investigation of the unit of analysis in its context. The results of this study show that digital citizenship education can encourage digital citizen participation in a more accountable and democratic government. Therefore, today's society needs to be trained on the nine elements of digital citizenship to collaborate and cooperate with various parties in ensuring that tensions between digital citizens and the government can find common ground to realize Pancasila Democracy. This study expands the theoretical discourse and practice of developing digital citizen participation towards Pancasila Democracy.
Implementasi Service Learning di SD Muhammadiyah Program Khusus Ampel, Boyolali Nugroho, Febriyanto Arif; Iqbal, Muhammad; Ramadhan, Fachri; Swastika, Annisa; Hidayat, Obby Taufik
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22008

Abstract

KKN-Dik merupakah salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat dalam pelaksanaannya masih terdapat kekeliruan dalam hal pengadaan program kerja. Pendekatan service learning hadir untuk meluruskannya. Service learning bertitik tolak pada aplikasi ilmu. Hal ini sangat berkaitan erat dengan peran mahasiswa dalam melaksanakan KKN-Dik yang mana mahasiswa ikut andil, berperan, dan merkontibusi langsung dalam masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah difusi iptek, yaitu sebuah metode penyebarluasan infomasi yang dapat meningkatkan wawasan seseorang di bidang pengetahuan melalui teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu tahap observasi atau screening dan tahap pengembangan. Dalam pengimplementasiannya dalam pelaksanaan KKN Dik FKIP UMS tahun 2023 penerapannya diselaraskan dengan program kerja yang dilaksanakan di lokasi KKN Dik. Adapun program kerja sesuai dengan service learning yang terlaksana pada pelaksanaan KKN Dik di SD Muhammadiyah PK Ampel, adalah Pojok Literasi (program kerja prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Tangga Literasi Keuangan (program kerja prodi Pendidikan Akuntansi) dan Papan Plang Profil Pelajar Pancasila (program kerja prodi Pendidikan PPKn). Pada dasarnya service learning pada kegiatan KKN Dik FKIP UMS di SD Muhammadiyah PK Ampel ini merupakan upaya untuk mengamplikasikan dan mengimplementasikan ilmu teori yang didapatkan oleh mahasiswa selama perkuliahan di kampus pada kelompok sasaran agar ilmu, pengalaman dan teori yang mahasiswa dapatkan dapat berguna dan diimplementasikan serta diaplikasikan sesuai dengan bidang keahilan program studi masing-masing mahasiswa.
Actualization of Sakai Sambayan Local Wisdom Values in Strengthening Citizen Engagement in Kedaloman Village, Tanggamus Regency Pradanna, Satrio Alpen; Abdulkarim, Aim; Malihah, Elly; Hidayat, Obby Taufik
ARISTO Vol 11 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v11i2.6881

Abstract

Citizen Engagement is one of the most important elements in social life. This engagement can bring up various positive contributions to a community. This activity is an important aspect of social responsibility as an active citizen. Youth participation in community activities involves community service (gotong-royong). Mutual cooperation will contribute to the growth and development of youth, as well as efforts to create community welfare. This research aims to determine the actualization of the Sakai Sambayan philosophy of youth people's life in the Kedaloman, Tanggamus district, Lampung, community in strengthening citizen engagement. The research method used in this study is a qualitative approach using studies cases. The observation technique employed participant observation by becoming a member of Ikatan Muli-Mekhanai Kebandakhan in Pekon Kedaloman (local youth association). Then, interviewing the head of the organization and village officials to find out about the actualization of Sakai Sambayan local wisdom values. This study indicates that understanding the concept of Sakai Sambayan itself influences the actualization of local wisdom values in young people. Through understanding these life principles, young people have a culture of shame if they do not participate in community activities. The actualization value of Sakai Sambayan among the youth of Kedaloman can be seen in their various efforts to actively participate in the community activities, such as community service, religious activities, and the preservation of the cultural heritage in Pekon Kedaloman.
Penguatan Pendidikan Karakter pada Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Malaysia Obby Taufik Hidayat; Bambang Sumardjoko; Zuhro Wafa Athiyyah; Arsyadana Ilma
SOCIUS Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v12i1.722

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan implikasi penting yang harus dimiliki oleh semua pelajar sebagai upaya membentuk individu yang produktif dan berguna bagi masyarakat dan negara. Namun, muncul berbagai masalah sosial dan tantangan dalam PPK bangsa Indonesia khususnya pada anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana upaya dan dampak pengembangan program PPK pada anak anak PMI di Sanggar Bimbingan (SB) Malaysia sebagai institusi pendidikan non-formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara dan observasi yang dilakukan dalam tiga tahapan selama tiga bulan. Tahap pertama adalah tahap persiapan dengan menggali informasi yang dibutuhkan, menetapkan materi dan peserta. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan yang terdiri dari sosialisasi, pendampingan dan pelatihan, tes awal dan tes akhir selama dua bulan. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi dan pelaporan termasuk tindak lanjut program secara berkelanjutan. Hasil penelitian yang menggunakan teori experiential learning ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai-nilai PPK pada anak anak PMI khususnya nilai religius, nasionalis, integritas dan gotong royong yang sesuai dengan Pancasila dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Lebih lanjut implementasi penelitian ini berkontribusi secara berkelanjutan untuk memberikan pedagogy efektif di lembaga pendidikan informal di luar negeri dengan berusaha menyesuaikan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berbasis pengalaman dalam pembiasaan nilai-nilai Pancasila dan AIK dalam kehidupan keseharian di keluarga, sekolah dan masyarakat global.
Cooperative Learning Model Make a Match Type Assistance in Crossword Puzzle Games Improves Citizenship Learning Outcomes Risdiyanto Prayoga; Mukhamad Murdiono; Obby Taufik Hidayat
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v11i1.59437

Abstract

Fun learning and engaging students in the learning process are the main learning goals, with a fun and energetic class atmosphere. Students are still found to feel bored and passive in participating in learning; this problem ultimately impacts poor student learning outcomes. This study aims to analyze the cooperative learning model of the make-a-match type assisted by crossword puzzles on student learning outcomes in Civics subjects. The type of approach in this research is quasi-experimental design. The research subjects totaled 28 students. The research sample was taken by using a random sampling technique. The methods used are observation, interviews, tests, questionnaires, and documentation. The instrument used is the test. Data analysis technique using t-test. Data analysis showed that the make-a-match model assisted by crossword puzzles significantly affected student learning outcomes; there were differences before and after the action was given. It was concluded that there was an effect of the make-a-match model assisted by crosswords to improve student learning outcomes in Civics subjects. With the help of crosswords, the make-a-match model can make the class atmosphere active and fun.
Pelestarian Budaya melalui Media Sosial TikTok untuk Membentuk Karakter Cinta Tanah Air Siswa SMK Karanganyar Mila Rosita Anggraini; Obby Taufik Hidayat
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i2.8020

Abstract

This study aims to describe the use of TikTok social media in cultural preservation and its implications for fostering students’ patriotism character in vocational high schools in Karanganyar. This research employed a qualitative approach with a case study design to explore students’ perceptions and experiences in depth. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving teachers and students actively using TikTok in cultural learning activities. The findings indicate that TikTok utilization enhances students’ awareness of cultural preservation through creative, innovative, and contextual digital content. Initially, students perceived TikTok as a platform for entertainment and academic purposes; however, through the learning process, this perception gradually shifted toward viewing it as an effective educational medium that supports the dissemination of cultural values. The development of patriotism character occurs through stages of introduction, understanding, and implementation in daily life. Furthermore, students’ active involvement in creating cultural content increases creativity, strengthens their sense of pride in local culture, and encourages cultural preservation. Therefore, TikTok can serve as a relevant and effective learning medium to support cultural preservation and strengthen national character in the digital era.
Implementasi Pembelajaran Flipped Classroom pada Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Civic Engagement di Salah Satu SMA Muhammadiyah Klaten Salma Alya Fadhilah; Obby Taufik Hidayat
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 11 No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v11i2.13753

Abstract

This study aims to examine the implementation of the flipped classroom learning model in Pancasila Education and students' learning experiences through the model in enhancing civic engagement at SMA Muhammadiyah Klaten. The main problem underlying this research is the dominance of conventional teacher-centered learning which inhibits students' active participation and civic involvement. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that the implementation of flipped classroom through the stages of planning, execution, and evaluation successfully shifted the learning paradigm toward student-centered learning. Students experienced positive changes cognitively, affectively, and socially, marked by increased learning independence, courage in expressing opinions, collaborative skills, social awareness, and digital literacy as a form of civic participation. This study concludes that flipped classroom is proven effective not only in improving content understanding but also in genuinely cultivating students' civic engagement values within the context of Pancasila Education.