Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DAMPAK DISRUPSI PENDIDIKAN KARENA PANDEMI COVID-19 DI SMA MUHAMMADIYAH 2 PEMALANG Afifah Mufidah Muninggar; Febriyanto Arif Nugroho; Dani Anwar Hadi; Luthfatul Umayah
Buletin Literasi Budaya Sekolah Vol. 3, No. 1, Juli 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/blbs.v3i1.14319

Abstract

The research aims to identify teaching and learning conditions in the pandemic era, prevention of media used by teachers before and before the pandemic, learning methods used by teachers, and the impact and constraints of students and teachers during learning in the pandemic era. This study uses a qualitative method. This research technique uses interviews, observations, direct observations of teachers when carrying out learning and strengthening character education, both in intracurricular activities and co-curricular and extracurricular activities. Based on the results of this study, educational disruptions in the pandemic era had an impact on learning activities at SMA Muhammadiyah 2 Pemalang. It is clear that the process of teaching and learning activities which include implementation activities, learning methods, learning media are not running as normal before the COVID-19 pandemic. It turns out that remote learning or in this network after implementing several problems that arise both from teachers as educators and from students as students.
Implementasi Service Learning di SD Muhammadiyah Program Khusus Ampel, Boyolali Nugroho, Febriyanto Arif; Iqbal, Muhammad; Ramadhan, Fachri; Swastika, Annisa; Hidayat, Obby Taufik
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22008

Abstract

KKN-Dik merupakah salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat dalam pelaksanaannya masih terdapat kekeliruan dalam hal pengadaan program kerja. Pendekatan service learning hadir untuk meluruskannya. Service learning bertitik tolak pada aplikasi ilmu. Hal ini sangat berkaitan erat dengan peran mahasiswa dalam melaksanakan KKN-Dik yang mana mahasiswa ikut andil, berperan, dan merkontibusi langsung dalam masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah difusi iptek, yaitu sebuah metode penyebarluasan infomasi yang dapat meningkatkan wawasan seseorang di bidang pengetahuan melalui teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu tahap observasi atau screening dan tahap pengembangan. Dalam pengimplementasiannya dalam pelaksanaan KKN Dik FKIP UMS tahun 2023 penerapannya diselaraskan dengan program kerja yang dilaksanakan di lokasi KKN Dik. Adapun program kerja sesuai dengan service learning yang terlaksana pada pelaksanaan KKN Dik di SD Muhammadiyah PK Ampel, adalah Pojok Literasi (program kerja prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Tangga Literasi Keuangan (program kerja prodi Pendidikan Akuntansi) dan Papan Plang Profil Pelajar Pancasila (program kerja prodi Pendidikan PPKn). Pada dasarnya service learning pada kegiatan KKN Dik FKIP UMS di SD Muhammadiyah PK Ampel ini merupakan upaya untuk mengamplikasikan dan mengimplementasikan ilmu teori yang didapatkan oleh mahasiswa selama perkuliahan di kampus pada kelompok sasaran agar ilmu, pengalaman dan teori yang mahasiswa dapatkan dapat berguna dan diimplementasikan serta diaplikasikan sesuai dengan bidang keahilan program studi masing-masing mahasiswa.
Pendidikan Progresif-Moderatif untuk Meningkatkan Soft Skills Siswa MIM SUKA-AKA sebagai Inovator Perubahan Pendidikan Prayitno, Harun Joko; Ratih, Koesoemo; Utami, Ratnasari Diah; Siswanto, Heri; Purnomo, Eko; Al Sanaani, Ali Essam; Taha A, Ali Abdulraoof; Nugroho, Febriyanto Arif; Sofiyudin, Muh; Jufriansah, Adi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol. 12 No. 2: August 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v12i2.23954

Abstract

The approach, strategy, innovation, and collaboration of educators are vital to improving student competency in the era of global communication. One of the challenges students face in Indonesia is mastering English and Arabic. Community Service at MIM, AKA Mojogedang, Karanganyar, aims to improve the vocabulary of both languages through direct practice guided by native speakers from Yemen. As a result, students' English skills increased from 55% to 80%, while Arabic skills increased from 60% to 86%. This increase is significant because the interactive and direct learning approach does not only focus on theory. Through the development of continuous approaches and collaboration, this learning forms students who are more holistically competent and ready to face the challenges of global communication. This progressive and moderate education can equip students with essential skills in modern computing.
Micromedia Infografis Statis dan Dinamis Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Blended Learning Assidik, Gallant Karunia; Markhamah, Markhamah; Sabardila, Atiqa; Nasucha, Yakub; Prayitno, Harun Joko; Vinansih, Shindy Tresna; Kustanti, Erry Widya; Nugroho, Febriyanto Arif; Samsulhadi, Mellyonisa Athariq
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Article In Press: VOL. 9 NOMOR 1 MARET 2025 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v9i1.15149

Abstract

Mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, komunikatif, dan humanis dinilai sangat penting. Pada pembelajaran blended learning siswa juga tetap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih mendalam secara mandiri. Kegiatan Workshop dilaksanakan pada tangal  8-11 Mei 2022 di Karangturi, Kabupaten Karangayar. Peserta workshop ini terdiri dari 48 guru di Madrasah Muhammadiyah Karangturi. Tujuan dari pengabdian ini adalah guru menguasai pembuatan media pembelajaran berbasis blended learning, siswa tertarik dan dapat menggunakan media pembelajaran blended learning, serta guru dapat mengimplementasikan proses pembelajaran menggunakan micromedia: infografis statis dan dinamis. Hasil workshop ini adalah tingkat pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki oleh guru terkait media pembelajaran, blended learning, dan micromedia berbeda-beda. Cara yang digunakan oleh setiap guru untuk menentukan kebutuhan dan kesesuaian media pembelajaran juga berbeda-beda. Melalui pelatihan ini, guru akan memahami media pembelajaran yang sesuai digunakan, memahami media pembelajaran berbasis infografis,  mampu meningkatkan minat belajar, mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis infografis, dan mampu menganalisis suatu permasalahan dan mengintepretasikannya dengan berbagai cara yang berbeda.
Micromedia Infografis Statis dan Dinamis Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Blended Learning Assidik, Gallant Karunia; Markhamah, Markhamah; Sabardila, Atiqa; Nasucha, Yakub; Prayitno, Harun Joko; Vinansih, Shindy Tresna; Kustanti, Erry Widya; Nugroho, Febriyanto Arif; Samsulhadi, Mellyonisa Athariq
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Article In Press: VOL. 9 NOMOR 1 MARET 2025 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v9i1.15149

Abstract

Mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, komunikatif, dan humanis dinilai sangat penting. Pada pembelajaran blended learning siswa juga tetap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih mendalam secara mandiri. Kegiatan Workshop dilaksanakan pada tangal  8-11 Mei 2022 di Karangturi, Kabupaten Karangayar. Peserta workshop ini terdiri dari 48 guru di Madrasah Muhammadiyah Karangturi. Tujuan dari pengabdian ini adalah guru menguasai pembuatan media pembelajaran berbasis blended learning, siswa tertarik dan dapat menggunakan media pembelajaran blended learning, serta guru dapat mengimplementasikan proses pembelajaran menggunakan micromedia: infografis statis dan dinamis. Hasil workshop ini adalah tingkat pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki oleh guru terkait media pembelajaran, blended learning, dan micromedia berbeda-beda. Cara yang digunakan oleh setiap guru untuk menentukan kebutuhan dan kesesuaian media pembelajaran juga berbeda-beda. Melalui pelatihan ini, guru akan memahami media pembelajaran yang sesuai digunakan, memahami media pembelajaran berbasis infografis,  mampu meningkatkan minat belajar, mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis infografis, dan mampu menganalisis suatu permasalahan dan mengintepretasikannya dengan berbagai cara yang berbeda.
Implementasi Service Learning di SD Muhammadiyah Program Khusus Ampel, Boyolali Nugroho, Febriyanto Arif; Iqbal, Muhammad; Ramadhan, Fachri; Swastika, Annisa; Hidayat, Obby Taufik
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22008

Abstract

KKN-Dik merupakah salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat dalam pelaksanaannya masih terdapat kekeliruan dalam hal pengadaan program kerja. Pendekatan service learning hadir untuk meluruskannya. Service learning bertitik tolak pada aplikasi ilmu. Hal ini sangat berkaitan erat dengan peran mahasiswa dalam melaksanakan KKN-Dik yang mana mahasiswa ikut andil, berperan, dan merkontibusi langsung dalam masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah difusi iptek, yaitu sebuah metode penyebarluasan infomasi yang dapat meningkatkan wawasan seseorang di bidang pengetahuan melalui teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu tahap observasi atau screening dan tahap pengembangan. Dalam pengimplementasiannya dalam pelaksanaan KKN Dik FKIP UMS tahun 2023 penerapannya diselaraskan dengan program kerja yang dilaksanakan di lokasi KKN Dik. Adapun program kerja sesuai dengan service learning yang terlaksana pada pelaksanaan KKN Dik di SD Muhammadiyah PK Ampel, adalah Pojok Literasi (program kerja prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Tangga Literasi Keuangan (program kerja prodi Pendidikan Akuntansi) dan Papan Plang Profil Pelajar Pancasila (program kerja prodi Pendidikan PPKn). Pada dasarnya service learning pada kegiatan KKN Dik FKIP UMS di SD Muhammadiyah PK Ampel ini merupakan upaya untuk mengamplikasikan dan mengimplementasikan ilmu teori yang didapatkan oleh mahasiswa selama perkuliahan di kampus pada kelompok sasaran agar ilmu, pengalaman dan teori yang mahasiswa dapatkan dapat berguna dan diimplementasikan serta diaplikasikan sesuai dengan bidang keahilan program studi masing-masing mahasiswa.
Kesantunan moderasi dalam wacana debat pilpres 2024 Febriyanto Arif Nugroho; Harun Joko Prayitno; Miftakhul Huda
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14161

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk-bentuk kesantunan moderasi yang muncul pada wacana debat Pilpres 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi pada proses komunikasi pada Debat Pilpres 2024 cukup banyak tuturan yang menggunakan kesantunan moderasi dalam penuturannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dianalisis menggunakan teknik analisis data padan pragmatik sebagai pisau bedahnya. Teknik analisis data yang digunakan sebagai pisau bedah dalam penelitian ini menggunakan teknik padan. Kemudian metode padan pragmatik digunakan untuk menentukan konteks tuturan. Hasil identifikasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi bentuk kesantunan berupa penggunaan bahasa yang santun (37%) mencerminkan pentingnya etika komunikasi sebagai strategi pencitraan politik. Selain itu, indikator menghindari tuturan ekstrem (31%) dan berorientasi pada keseimbangan (32%) menunjukkan komitmen para kandidat terhadap moderasi dalam menyampaikan gagasan. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan moderasi menjadi sarana penting dalam menjaga harmoni, menghormati pluralitas, dan mencegah polarisasi dalam komunikasi politik.
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DALAM FILM FREEDOOM WRITERS DAN LASKAR PELANGI MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Nugroho, Febriyanto Arif; Nugraha, Abdillah
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2022): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v10i1.55542

Abstract

Karya film yang bermutu salah satunya ditandai dengan muatan pendidikan karakter yang positif bagi pembacanya. Tujuan  penelitian ini adalah mendeskripsikan latar belakang kedua film tersebut, mengomparasikan nilai pendidikan karakter dalam kedua film tersebut dan menyimpulkan pendidikan karakter dalam kedua film tersebut dalam rangka menumbuhkan dan pengimplementasian pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis deskripsi komparatif.  Yang menjadi sumber data adalah film “Freedom Writers” dan film Laskar Pelangi. Hasil peneliktian mnunjukkan film Freedom Writers  menggambarkan suatu sekolah mengalami degradasi moral dan minimnya karakter bukan karena salah kurikulum yang digunakan, namun metode pembelajaran yang digunakan. Novel “Laskar Pelangi”  menceritakan kehidupan anak-anak di Belitong. Diawali dengan kisah sedih dunia pendidikan di Indonesia ketika sebuah sekolah yang kekurangan siswa akan segera ditutup. Sekolah tersebut adalah SD Muhammadiyah di Gantong, Belitung Timur. Bercerita tentang kehidupan anak-anak di desa Belitung. Antusiasme siswa untuk belajar sangat tinggi meskipun kondisi di sekolah sangat sederhana. Kedua film tersebut merepresentasikan upaya peningkatan mutu pendidikan karakter dengan cara yang berbeda.