Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN LEUKORE Nurhidayati, Novita; ., Rismawati
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. No.01, JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i01.361

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Di Indonesia data penelitian tentang kesehatan reproduksi remaja menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita leukore paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya mengalami leukore sebanyak 2 kali atau lebih dan sekitar 15% terkena infeksi karena candida. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan semeseter I tahun 2018, 80% mengatakan pernah mengalami leokure, mereka menyatakan tidak megetahui apakah itu normal atau merupakan penyakit. Selain itu mereka mengatakan mempunyai kebiasaan tidak mengeringkan daerah genetalia setelah dari kamar mandi. Penyebab utama leuokore ialah infeksi (jamur, kuman dan parasit). Selain penyebab utama leukore juga dapat disebabkan kurangnya personal hygiene. Tujuan : Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian leukore pada mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan tahun 2018. Metode Penelitian : Jenis Penelitian survey dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan tahun akademik 2018/2019. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIKes Estu Utomo Prodi DIII Kebidanan  tingkat 1,2 dan 3 tahun akademik 2018/2019 sebanyak 87 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Tabulasi silang hubungan antara variable bebas dan terikat dengan uji statistik chi-square menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Hasil : 16,09 % personal hygiene dalam kategori baik, 14,94 % dalam kategori cukup, 68,97% dalam kategori kurang dan 34,5 % mengalami leukore,65,4% tidak mengalami leukore. Terdapat hubungan personal hygiene dengan kejadian leukore (c2hitung = 7,449 dan ? value 0,02). Diharapkan STIKes Estu Utomo mengadakan kegiatan berupa konsultasi gratis tentang kesehatan reproduksi remaja agar mahasiswa  dapat melakukan pencegahan leukore dengan personal hygiene yang baik. Kata kunci : personal hygiene, leukore                THE PERSONAL RELATIONSHIP OF HYGIENE WITH THE EVENT OF LEUKORE ABSTRACTBackground: In Indonesia research data on adolescent reproductive health shows that 75% of women in the world must have leukorrhea at least once in a lifetime and 45% of them have leukorrhea 2 times or more and about 15% are infected with candida. Based on interviews with Estik Utomo STIKes students at the Midwifery Diploma Program in 2018, 80% said they had experienced leukure, saying they did not know whether it was normal or a disease. In addition they say they have a habit of not drying the genetal area after being in the bathroom. The main cause of leuokore is infection (fungi, germs and parasites). Besides the main causes of leukore can also be caused by lack of personal hygiene. Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship of personal hygiene with the incidence of leukorrhea in Estu Utomo STIKes midwifery students in 2018. Research Methods: This type of survey research with cross sectional time approach. The population of this research is all students of STIKes Estu Utomo Study Program of Midwifery Diploma Academic Year 2018/2019. The sample in this study were students of the Estu Utomo STIKes Department of Midwifery Diploma III 1.2 and 3 academic year 2018/2019 as many as 87 respondents taken by total sampling technique. Cross tabulation of the relationship between independent and dependent variables with the chi-square statistical test using SPSS version 20 application. Results: 16.09% personal hygiene in the good category, 14.94% in the moderate category, 68.97% in the poor category and 34.5% had leukorrhea, 65.4% had no leukorrhea. There is a personal hygiene relationship with the incidence of leukorrhea (c2 count = 7.449 and ? value 0.02). It is expected that STIKes Estu Utomo will hold activities in the form of free consultations on adolescent reproductive health so that students can prevent leukorrhea with good personal hygiene. Keywords: personal hygiene, leukore
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS WONOGIRI II ., Wahyuningsih; ., Rismawati; Harwati, Rina
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.391

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim selama 6 bulan. Rendahnya cakupan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif pada bayi, dipengaruhi banyak hal, diantaranya rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi pada ibu dan keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI Ekslusif, tata laksana rumah sakit ataupun tempat bersalin yang tidak memberlakukan rooming-in, fasilitas kesehatan memberikan susu formula kepada bayi baru lahir, banyak ibu bekerja yang menganggap repot menyusui sambil bekerja. Di Puskesmas Wonogiri II cakupan pemberian ASI eksklusif sampai bulan Oktober 2010 sebanyak 87% dari 72 ibu menyusui bayi 0-6 bulan (Puskesmas Wonogiri II, 2020). Bidan berpendapat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dimulai sejak ibu hamil, sehingga saat ibu melahirkan ibu sudah banyak pengetahuan, sudah siap memberikan ASI eksklusif sehingga cakupan pemberian ASI eksklusif meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik  dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 72 dengan tehnik sampling yang digunakan yaitu total sampling menggunakan kuesioner terbuka 25 item soal untuk menilai pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Analisa data menggunakan uji chi square untuk menguji hipotesa. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif. Kesimpulan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan.Kata Kunci : Tingkat pendidikan, Pemgetahuan, ASI eksklusif. RELATIONSHIP OF EDUCATION LEVEL WITH EXCLUSIVE BREASTFEEDING KNOWLEDGE IN PREGNANT WOMEN IN WONOGIRI II PRIMARY HEALTH CARE ABSTRACTExclusive breastfeeding means if the baby is only breastfed, without the addition of other fluids such as formula milk, lemon juice, honey, tea water, water and no added solid foods such as bananas, papaya, milk porridge, biscuits, rice porridge and the team for 6 months. The low coverage of the success of exclusive breastfeeding in infants is influenced by many things, including low knowledge and lack of information to mothers and families about the importance of exclusive breastfeeding, hospital management or delivery centers which often do not apply rooming-in, health facilities provide formula milk to newborns, many working mothers find it difficult to breastfeed while working. At the Puskesmas Wonogiri II, coverage of exclusive breastfeeding until October 2010 was 87% of 72 mothers breastfeeding infants 0-6 months. Midwives are of the opinion that the mother's knowledge of exclusive breastfeeding should start from the time the mother is pregnant, so that when the mother gives birth, the mother has a lot of knowledge, is ready to provide exclusive breastfeeding so that the coverage of exclusive breastfeeding increases. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. The research method used was an analytic survey with a cross sectional approach. The are72 sample with total sampling technique used, and using an open questionnaire with 25 items to assess the knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. Data analysis used the chi square test to test the hypothesis. The results of the study there was no significant relationship between the level of education and knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding. Conclusion, knowledge of pregnant women about exclusive breastfeeding is not only influenced by education. Keyword: Education level, knowledge, exclusive breastfeeding
Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Kek Dan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Fitria, Lina; ., Rosita; Tahir, Dyah; Jamir, A Fatimah; ., Susianti; Irawati, Ayu; Usman, Arifa; ., Rismawati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.638

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama yang di alami ibu hamil, ibu hamil yang menderita defisiensi zat besi akan mempengaruhi Kesehatan ibu hamil serta janinnya. Menurut data Kementrian Kesehatan Indonesia, Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi, yaitu sekitar 38,3%. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada kehamilan seperti bayi lajir dengan berat badan rendah, kelahiran prematur, dan bahkan kematian maternal dan neonatal.Anemia merupakan salahsatu kelainan darah yang umum terjadi Ketika kadar sel darah merah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. Sedangkan KEK (kekurangan energi kronis) pada ibu hamil adalah kondisi di mana ibu mengalami defisiensi energi yang berlangsung lama, sehingga tubuhnya tidak mendapatkan cukup kalori untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Oleh karena itu masyarakat harus memiliki pemahaman yang memadai untuk mencegah terjadinya anemia dan KEK pada ibu hamil. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan Anemia dan KEK pada ibu hamil di Puskesmas Wara Selatan. Metode yang digunakan dalam pemberian penyuluhan adalah pre dan post test desaign mengenai pengetahuan ibu hamil tentang KEK dan anemia. Berdasarkan hasil pretest dari 58 responden memiliki pengetahuan rendah tentang anemia dan kek yaitu sebesar 54,5%. Sedangkan hasil posttest, menunjukkan lebih baik dari  yaitu meningkat yaitu 72,5 %. Setelah diberikan penyuluhan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang Anemia dan KEK mengalami peningkatan. Dengan adanya hasil pengetahuan ini puskesmas harus secara aktif memberikan penyuluhan terkait Anemia dan KEK pada ibu hamil serta memberikan contoh makanan yang baik emnuntaskan anemia dan KEK dan lebih baik jika ada inovasi cara mengolah makanan. Kata kunci : Anemia, Penyuluhan, KEK      
Penguatan Identitas Produk melalui Desain Label: Studi Pengabdian pada UMKM Ayam Geprek 'DR' Cikarang ., Rismawati; Mahadika, Renaldi; Nabilla, Chintya Shafwa; Nurhayati, Siti; Iqbal, Muhamad
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v4i2.2970

Abstract

This community service aims to enhance the understanding and skills of SME entrepreneurs in calculating production costs using the full costing method for ayam geprek businesses located on Jl. Inspeksi Kalimalang, South Cikarang. The full costing method was chosen because it provides a comprehensive overview of production costs, including overhead costs that are often overlooked by SME entrepreneurs. This activity was carried out using a qualitative method through direct interviews with SME entrepreneurs to identify and determine production costs. The results of this community service, with the application of the full costing method, show that the total production cost over one month was IDR 11,700,000, with a cost of goods manufactured (COGM) per portion of IDR 7,446.67, generating a profit margin of 243.03%. In conclusion, this community service activity can make a tangible contribution to improving the management skills of small and medium enterprises in the culinary sector, particularly by optimizing production cost calculations using the full costing method for ayam geprek.