Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STATUS PERIKANAN DEMERSAL DI KABUPATEN BATANG ., Sulistyowati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 29, Nomor 1 Maret 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v29i1.50

Abstract

Riset bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan jaring arad terhadap hasil tangkapan ikan demersal (2) mengetahui kondisi hasil tangkapan ikan demersal dengan penggunaan jaring arad dengan mesh size yang berbeda. Metode yang digunakan dengan metode survey. Survey dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung di lapangan, sampel yang digunakan sebanyak 20% dari populasi dengan cara snowball, data primer terdiri dari ukuran perahu, ukuran jaring arad, panjang ikan, berat ikan, tingkat kematang gonad (TKG), untuk analisis data menggunakan analisis uji t untuk mengetahui apakah ada perbedaan penggunaan jaring arad dengan mesh size yang berbeda terhadap hasil tangkapan (n100), dan penentuan tingkat kematangan gonad dilakukan dengan metode Holden dan Rait (1974). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara mesh size jaring dengan hasil tangkapan, dan kondisi hasil tangkapan (panjang ikan demersal, berat ikan demersal, fekunditas: tingkat kematangan gonad). Kata kunci: jaring arad, ikan demersal, tingkat kematangan gonat (TKG)
Biaya Dan Pendapatan Usahatani Pembenihan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) (Studi kasus Di Desa Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang) ., Sulistyowati
AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian Volume 38 No. 1 Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47728/ag.v38i1.277

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan dari petani pembenihan ikan lele sangkuriang di desa Ngijo kecamatan Gunungpati, 2) mengkaji usia, pendidikan dan luas lahan terhadap pendapatan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober- Desember 2017. Metode penelitian digunakan metode deskriptif dan sensus artinya populasi sejumlah 32 orang  semua dipakai sebagai responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif, sedangkan sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan 1) Biaya produksi rata-rata per m2  pembenihan ikan lele sangkuriang, sebesar Rp 4.927.676,92, penerimaan sebesar Rp 13,843,384.62,- dan pendapatan sebesar 8.915.707,69,-, biaya produksi (biaya indukan, biaya pakan, biaya tenaga kerja dan biaya listrik) berpengaruh sangat signifikan terhadap pendapatan; 2) Usia petani pembenihan ikan lele sangkuriang rata-rata usia tua, dengan pendidikan yang cukup baik dengan luas lahan ± 100 m2. Kesimpulan 1) Penggunaan biaya produksi berkaitan dengan luas lahan, semakin luas lahan semakin besar biaya produksi sehingga pendapatan juga semakin meningkat, 2) Pada umumnya petani pembenihan ikan lele sangkuriang di desa Ngijo usianya tergolong usia tua , pendidikannya tergolong cukup sehingga lebih cepat menguasai dan menerapkan teknologi yang diterima dengan luas kepemilikan lahan yang tidak begitu luas ± 100 m2. Kata kunci : Lele sangkuriang, pembenihan, pendapatan usahatani