Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Komunikasi Politik di Media Online terhadap Persepsi di Kalangan Pemilih Pemula Asri, Rahman; Zarkasi, Irwa R; Gunawan, Imsar
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.3563

Abstract

Pemilu 2019 telah menetapkan pasangan Joko Widodo – K.H Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pemilu juga menghasilkan anggota legislatif DPR-MPR RI, anggota legislatif DPD dan anggota legislatif DPRD terpilih di jenjang wilayah administratif pemerintahan masing-masing. Untuk wilayah DKI Jakarta, dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta yang telah resmi dilantik pada Senin (26/8) terdapat 8 anggota terpilih yang berasal dari Fraksi Partai Solidaritas Sosial (PSI) yang merupakan partai baru. Menjadi menarik melihat komunikasi politik PSI yang cukup agresif di media online dengan pengaruhnya terhadap persepsi di kalangan pemilih pemula (first time voters). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh. komunikasi politik di media online terhadap persepsi di kalangan pemilih pemula. Studi ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang ditarik dengan teknik penarikan sampel convenience sampling. Hasil penelitian ini pengaruh komunikasi politik di media online (independent variable) terhadap Persepsi di Kalangan Pemilih Pemula (dependent variable) terbukti ada korelasi yang positif. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 sehingga lebih kecil (<) dari 0,05, menunjukkan adanya pengaruh, namun tidak terlalu besar.Kata Kunci – Komunikasi Politik, Pemilih Pemula, Pemilihan Umum, Persepsi
Negosiasi Ketegangan Komunikasi: Studi Dialektika Relasional Tenaga Fasilitator Lapangan Pada Program Bedah Rumah Shambodo, Yoedo; Zarkasi, Irwa R; Arianti, Gusmia; Fadia, Hany Nur
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5017

Abstract

Tenaga fasilitator lapangan (TFL) memiliki peran penting untuk mendampingi masyarakat penerima bantuan dalam pelaksanaan Program Rumah Swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) oleh Kementerian PUPR. Tugasnya menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah, penerima bantuan, dan  penyedia bahan bangunan kerap memunculkan ketegangan komunikasi karena adanya perbedaan kepentingan pemahaman terhadap aturan dan harapan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana TFL mengelola konflik dan ketegangan yang muncul dalam interaksinya. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori Dialektika Relasional yang dikembangkan oleh Leslie Baxter dan Barbara Montgomery. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan penelaahan dokumentasi untuk pengumpulan data dengan informan adalah koordinator TFL di wilayah Bandung, Bogor, dan Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TFL dalam menjalankan tugasnya menemui berbagai kendala seperti permasalahan komunikasi, sumberdaya dan lingkungan. Fasilitator perlu mengelola ketegangan dengan berbagai strategi komunikasi dengan cara yang berbeda antara pemangku kepentingan, penerima bantuan, dan penyedia bahan bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa bukan hanya aspek teknis yang mendukung keberhasilan Program Rumah Swadaya, namun juga kecakapan TFL dalam menegosiasikan ketegangan melalui   keterbukaan selektif dan negosiasi makna. Karena itu, komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan, kerja sama dan keberlangsungan program yang berbasis pemberdayaan masyarakat.Kata kunci - Dialektika relasional, Ketegangan komunikasi, Program Rumah Swadaya, Negosiasi Makna, Tenaga Fasilitator Lapangan