Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN GLUCOMANNAN HYDROLYSATES (GMH) DAN LACTIC ACID (LA) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH KOLONI BAKTERI LACTOBACILLUS spp PADA BACTERIAL VAGINOSIS WANITA USIA SUBUR Miftakhul Mahfirah Ermadona; Indah Mauludiyah
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v5i2.3491

Abstract

Bacterial Vaginosis (BV) is an infection caused by an imbalance in the normal vaginal flora where lactobacillus spp., producing hydrogen peroxidase (H2O2) is replaced by anaerobic bacteria such as Gardnerella vaginalis, Mobiluncus spp., Prevotella spp., Bacterides, and Mycoplasma sp., which are generally occurs in women of childbearing age (WUS). Substitution of Lactobacillus spp., this causes a decrease in H2O2 which is generally characterized by the production of a lot of vaginal secretions, gray to yellow, thin, homogeneous, has a fishy odor, and there is an increase in pH. Glucomannan Hydrolysates (GMH) as a prebiotic is expected to provide nutrition to Lactobacillus spp so that it can multiply and increase in number, while BV gel containing Lactic Acid (LA) can reduce vaginal pH to become acidic so that pathogenic bacteria are not suitable for growing in an acidic environment. The type of research used is true experiment pretest - posttest. Respondents in the study totaled 28 people and were grouped into 4, namely 1) Given metronidazole antibiotics. 2) Given Antibiotics + GMH. 3) Given LA. 4) Given LA+GMH. The number of bacterial colonies through the streak plate method. Giving LA+GMH to BV women of childbearing age has a significant effect on increasing the number of Lactobacillus spp bacterial colonies. Therefore giving LA+GMH is useful in treating BV.
PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DAN AKUPRESURE DALAM MENGURANGI NYERI PINGGANG PADA IBU PKK RT.07 RW.005 KELURAHAN ARDIMULYO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG Ermadona, Miftakhul Mahfirah; Mauludiyah, Indah
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i4.55

Abstract

Penduduk lansia merupakan salah satu kelompok penduduk yang potensial menjadi masyarakat rentan, sehingga perlu diciptakan kondisi fisik yang kondusif untuk kesejahteraannya. Penyakit degeratif seperti jantung, diabetes, stroke akan menimbulkan keluhan fisik sehari-hari seperti, linu-linu, sesak, mudah lelah dan yang sering ditemukan pada lansia adalah nyeri punggung bawah atau nyeri pinggang. Pelatihan pemanfaatan tanaman herbal dan akupresure dalam mengurangi nyeri pinggang lansia ini menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan dari 30 responden, terjadi peningkatan pengetahuan tentang tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi rasa nyeri, dimana pengetahuan kurang 41% sebelum penyuluhan, meningkat menjadi pengetahuan sangat baik sebanyak 94%. Dan cara akupresure 57% pengetahuan kurang, mengalami peningkatan cara akupresure untuk mengatasi nyeri pinggang sebesar 92%. Sesudah 3 hari mengkonsumsi herbal dan mempraktikkan akupresure dari 13 ibu PKK yang mengalami nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman herbal dan akupresure dapat mengurangi nyeri pinggang. Sehingga lansia bisa hidup bahagia dimasa tua dengan hidup sehat dan mandiri.  Kata Kunci: Herbal, Akupresure, Nyeri Pinggang
Peningkatan Kesadaran akan Dampak Negatif Monosodium Glutamat dan Adiktif Pengawet dalam Pangan: Pendekatan Edukatif untuk Perlindungan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak melalui Program Pengabdian Masyarakat Mauludiyah, Indah; Akbarani, Riski; Faiza, Eva Inayatul; Hanifah, Dian; Ermadona, Miftakhul Mahfirah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17804

Abstract

ABSTRAK Monosodium Glutamat (MSG) dan bahan pengawet banyak digunakan dalam makanan olahan untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang umur simpan. Meskipun dinyatakan aman oleh beberapa badan pengawas, konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama anak-anak yang sedang berkembang. Dampak negatifnya antara lain gangguan neurokognitif, obesitas, dan risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai bahaya MSG dan bahan pengawet bagi kesehatan anak-anak. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengukur perubahan kesadaran dan perilaku orang tua mengenai penggunaan MSG dan bahan pengawet pada makanan anak sebelum dan sesudah penyuluhan edukatif di KB RA Zainun Nafi Montessori School, Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-post test, melibatkan 26 orang tua/walimurid sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan difokuskan pada dampak kesehatan MSG dan pengawet serta alternatif pola makan sehat. Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perubahan perilaku orang tua. Sebelum penyuluhan, 61,54% responden menganggap MSG aman, namun setelah penyuluhan hanya 19,23% yang setuju. Kebiasaan memberi makanan instan menurun, dan penggunaan MSG dalam memasak berkurang drastis. Selain itu, keputusan untuk membeli makanan bebas MSG dan bahan pengawet meningkat dari 23,08% menjadi 80,77%. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku orang tua dalam memilih makanan yang lebih sehat, mengurangi penggunaan bahan tambahan berbahaya, dan mendukung pola makan yang lebih aman bagi anak-anak. Kata Kunci: Monosodium Glutamat, Bahan Pengawet, Penyuluhan, Kesehatan Anak, Pengabdian Masyarakat, Pola Makan Sehat.  ABSTRACT Monosodium Glutamate (MSG) and preservatives are commonly used in processed foods to enhance flavor and extend shelf life. Although deemed safe by various regulatory bodies, excessive consumption can have negative health effects, particularly for children who are still developing. These effects may include neurocognitive disorders, obesity, and an increased risk of chronic diseases. Therefore, it is crucial to raise awareness among parents about the potential dangers of MSG and preservatives to children's health. This Community Service Program aims to measure changes in parental awareness and behavior regarding the use of MSG and preservatives in children's food before and after an educational intervention at KB RA Zainun Nafi Montessori School in Singosari, Malang. This study uses a quantitative approach with a pre-post test design, involving 26 parents/guardians as respondents. Data was collected through questionnaires filled out before and after the educational intervention. The intervention focused on educating parents about the health impacts of MSG and preservatives and providing alternatives for healthier eating habits. The study showed a significant increase in awareness and behavioral change among parents. Before the intervention, 61.54% of respondents considered MSG safe, while after the intervention, only 19.23% agreed. The habit of giving instant food decreased, and the use of MSG in cooking significantly reduced. Furthermore, the decision to purchase MSG-free and preservative-free foods increased from 23.08% to 80.77%. The educational intervention successfully increased parental awareness and behavior in selecting healthier foods, reducing the use of harmful additives, and supporting safer eating habits for children. Keywords: Monosodium Glutamate, Preservatives, Educational Intervention, Children's Health, Community Service, Healthy Eating Habits.
COMPREHENSIVE EVALUATION OF CERVICAL CANCER RISK QUESTIONNAIRES: ANALYZING DEMOGRAPHIC, BEHAVIORAL, ENVIRONMENTAL DIMENSIONS Indah Mauludiyah; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Achmad Zani Pitoyo
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5928

Abstract

Background: Cervical cancer is highly preventable and treatable if detected early; however, many women still face serious consequences due to this cancer. Late screening is one of the primary risk factors contributing to the incidence of cervical cancer. Problem: Many studies that use questionnaires to assess cervical cancer risk factors often lack a thorough evaluation of the instruments' validity, reliability, and appropriateness, underscoring the need for comprehensive assessment. Objective: This study aims to evaluate questionnaires related to cervical cancer risk factors by assessing their validity, reliability, and suitability. Method: A systematic review was conducted based on the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, analyzing studies published from 2014 to 2024. Nine papers were reviewed, focusing on questionnaire characteristics, including the number of items, item types, and validity assessment methods. Results: The analysis showed that 56% of the studies used questionnaires with fewer than 50 items, and all studies used closed-item formats. In 44% of the studies, the number of items was not disclosed. The highest percentage of studies (44%) involved using questionnaires adapted from previous research. Regarding validity, 44% of the studies employed Cronbach's alpha as a measure. Conclusion: Questionnaires used in studies on cervical cancer risk factors exhibit variation in characteristics and validity assessment methods. To improve questionnaire quality, it is crucial to ensure clear disclosure of item counts and robust validity and reliability assessments.
UPAYA PENINGKATAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA MELALUI EDUKASI BERBASIS PRAKTIK PADA IBU DASA WISMA DESA ARDIMULYO Ermadona, Miftakhul Mahfirah; Mauludiyah, Indah; Hidayati, Ulfa Nur
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i1.6175

Abstract

Breast cancer is one of the most prevalent types of cancer among women in Indonesia. Early detection through Breast Self-Examination (BSE) can increase the chances of successful treatment and reduce mortality rates. However, the knowledge and skills of women in performing BSE remain low, especially among community groups such as Dasa Wisma mothers, who play an essential role in the family and community environment. This community service program aims to improve the knowledge and skills of Dasa Wisma mothers regarding Breast Self-Examination (BSE) through a practice-based educational program in Ardimulyo. The method used was a participatory educational approach with a pretest-posttest design to measure changes in knowledge and skills. The results showed a significant increase in the knowledge (p < 0.05) and skills of Dasa Wisma mothers in performing BSE after the intervention. The average knowledge score increased by 40%, and skills increased by 50% compared to before the intervention. This practice-based educational program was effective in improving the knowledge and skills of Dasa Wisma mothers regarding BSE. The implementation of similar programs in various other community groups can be a strategic step in supporting early detection of breast cancer.
Efektifitas Metode Demonstrasi dan Bedside Teaching terhadap Keterampilan Pemeriksaan Haemoglobin pada Mahasiswa Tingkat I Semester II Prodi D III Kebidanan STIKes Kendedes Malang Ermadona, Miftakhul Mahfirah; Mauludiyah, Indah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2022): JIK-Oktober Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i2.569

Abstract

Sikap professional dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pelayanan, oleh karena itu bidan harus kompeten dalam bidang pengetahuan, keterampilan, pendidikan dan sikap, yang mana ketiga aspek tersebut dapat dicapai dalam proses pendidikan. Metode pembelajaran merupakan seperangkat komponen yang telah dikombinasikan secara optimal untuk pembelajaran yang berkualitas. Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, pemilihan metode pembelajaran harus dilakukan secara tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode demonstrasi dan bedside teaching terhadap keterampilan pemeriksaan haemoglobin. Desain penelitian menggunakan analitik komparatif. Sampel berjumlah 44 responden dengan menggunakan purposive sampling yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 22 responden. Teknik analisis data menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukan metode demonstrasi 15 responden (34,1%) memiliki kemampuan keterampilan baik dan 7 responden (15,9%) memiliki kemampuan keterampilan cukup dalam keterampilan pemeriksaan haemoglobin, sedangkan metode bedside teaching 19 responden (43,2%) memiliki kemampuan keterampilan baik dan 3 responden (6,8%) memiliki kemampuan keterampilan cukup. Hasil analisa data menggunakan Mann Whitney U Test didapatkan hasil U yang lebih kecil digunakan untuk pengujian dan dibandingkan dengan U Table. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode bedside teaching lebih efektif dibandingkan metode demontrasi tehadap keterampilan pemeriksaan Haemoglobin. Disarankan kepada pengajar agar lebih menerapkan lagi metode bedside teaching pada praktikum khususnya Pemeriksaan Haemoglobin.
Women’s Preferences for Advertised Chemical Products vs. Natural Herbal Ingredients for Reproductive Organ Hygiene and Health Mauludiyah, Indah; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Eva Inayatul faiza; Riski Akbarani
Babali Nursing Research Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2026.71543

Abstract

Introduction: The comparison between advertised chemical-based products and natural herbal ingredients largely depends on individual preferences, cultural backgrounds, and personal experiences. This study aims to analyze the extent to which advertisements and other factors influence women of reproductive age's consumer preferences for chemical-based and herbal hygiene products.Methods: This study analyzed the preferences of women of reproductive age regarding reproductive hygiene products, comparing chemical-based products advertised with natural herbal alternatives. A quantitative survey was conducted on 100 women aged 15–45 years in Kepanjen, Blimbing, Singosari, and Dau, using a stratified random sampling method. Data were collected via questionnaires covering knowledge, product use, selection reasons, and satisfaction levels. Descriptive analysis and Chi-Square (χ²) tests were applied to examine relationships between information sources, product types, and satisfaction levels.Results: 70% of respondents used chemical-based products, mainly due to advertising (45%), while 35% prefered herbal products for safety and family tradition (60%). Respondents who obtained information from advertisements were more likely to use chemical-based products (χ² = 22.48, p = 0.0041), whereas those consulting healthcare professionals preferred herbal products (χ² = 15.72, p = 0.028). A significant relationship was found between product type and satisfaction level (χ² = 9.00, p = 0.0111), with users of herbal products reporting higher satisfaction. However, no significant association was found between product type and side effects (χ² = 5.63, p = 0.060), suggesting that other factors may influence side effects.Conclusion: Although most women prefer chemical-based products due to advertising, satisfaction levels are higher among users of herbal products. Further education on the benefits and risks of both types of products is essential to help women make informed choices for maintaining reproductive hygiene and health.
Efektivitas Ekstrak Simplisia Jahe Merah Terhadap Penurunan Derajat Mual Muntah Pada Ibu Hamil Eva Inayatul Faiza; Riski Akbarani; Indah Mauludiyah; Miftakhul Mahfirah Ermadona
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25101

Abstract

ABSTRACT Nausea and vomiting in the first trimester of pregnancy are common physiological complaints due to hormonal changes and may progress to hyperemesis gravidarum if not properly managed. Safe non-pharmacological interventions are needed to improve maternal comfort, one of which is the use of red ginger simplicia extract as a complementary therapy. Purpose: To determine the effectiveness of red ginger simplicia extract in reducing the severity of nausea and vomiting among first-trimester pregnant women. Method: This study used a quasi-experimental design with a control group pretest–posttest approach conducted at an independent midwifery practice in Malang City from January to February 2026. The sample consisted of 28 first-trimester pregnant women divided into intervention and control groups using purposive sampling. The instrument used was the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test and Independent Sample T-Test with a significance level of p 0.05. Result: Most respondents experienced moderate nausea and vomiting before the intervention. After the administration of red ginger simplicia extract, the proportion of respondents in the mild category increased to 71.43%. The Wilcoxon test showed a significant difference before and after the intervention in the red ginger group (p=0.002), while the control group also showed a smaller significant change (p=0.028). Conclusion: Red ginger simplicia extract is effective in reducing the severity of nausea and vomiting among first-trimester pregnant women and can be used as a non-pharmacological alternative in midwifery care. Keywords: Red Ginger Simplicia Extract, Nausea And Vomiting, First-Trimester Pregnant Women.  ABSTRAK Pendahuluan: Mual dan muntah pada kehamilan trimester I merupakan keluhan fisiologis yang umum terjadi akibat perubahan hormonal dan berpotensi berkembang menjadi hiperemesis gravidarum apabila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan nonfarmakologis yang aman diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil, salah satunya melalui pemanfaatan ekstrak simplisia jahe merah sebagai terapi komplementer. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian ekstrak simplisia jahe merah terhadap penurunan derajat mual muntah pada ibu hamil trimester I. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan control group pretest–posttest design yang dilaksanakan di TPMB Kota Malang pada Januari–Februari 2026. Sampel berjumlah 28 ibu hamil trimester I yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengalami mual muntah kategori sedang sebelum intervensi. Setelah pemberian ekstrak simplisia jahe merah terjadi peningkatan responden dengan kategori ringan menjadi 71,43%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok jahe merah (p=0,002), sedangkan kelompok kontrol juga menunjukkan perubahan signifikan namun lebih kecil (p=0,028). Kesimpulan: Ekstrak simplisia jahe merah efektif menurunkan derajat mual muntah pada ibu hamil trimester I dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan. Kata Kunci: Ekstrak Simplisia Jahe Merah, Mual Muntah, Ibu Hamil Trimester I.
EFEKTIVITAS KOMPRES DAUN BRASSICA OLERACEA VAR. CAPITATA TERHADAP MASTALGIA SIKLIK PADA WANITA DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) Riski Akbarani; Indah Mauludiyah; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Eva Inayatul Faiza
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7711

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul pada fase luteal siklus menstruasi. Salah satu keluhan fisik yang paling sering dialami adalah mastalgia siklik, yaitu nyeri payudara yang muncul secara periodik menjelang menstruasi. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup perempuan. Pendekatan non-farmakologis berbasis bahan alami seperti kompres daun kol (Brassica oleracea var. capitata) dinilai sebagai alternatif aman dan mudah diterapkan untuk mengurangi nyeri tersebut. Tujuan: menilai efektivitas kompres daun kol terhadap penurunan intensitas mastalgia siklik pada wanita dengan PMS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 32 wanita usia 18–35 tahun yang mengalami PMS disertai mastalgia siklik, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberikan kompres daun kol selama tiga hari, dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Skor nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Terdapat penurunan signifikan skor nyeri pada kelompok eksperimen (p = 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p = 0,317). Diskusi: Efektivitas kompres daun kol disebabkan oleh kandungan senyawa anti-inflamasi dan analgesik alami, seperti flavonoid dan sinigrin, yang dapat mengurangi proses inflamasi dan nyeri pada jaringan payudara. Kompres daun kol terbukti efektif dalam menurunkan intensitas mastalgia siklik pada wanita dengan PMS, dan dapat dijadikan terapi non-farmakologis alternatif yang aman dan praktis.
Implementasi Penyuluhan Faktor Risiko dan Deteksi Dini Kanker Serviks Berbasis Cervicheck sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran dan Cakupan Skrining Pada Wanita Usia Subur di Desa Slamet Kecamatan Tumpang Indah Mauludiyah; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Eva Inayatul Faiza; Riski Akbarani; Edi Murwani; Nanik Susanti; Lilik Winarsih; Dian Hanifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27613

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks masih menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia, dengan cakupan deteksi dini yang masih rendah, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam deteksi dini kanker serviks melalui penyuluhan faktor risiko dan pendampingan skrining mandiri berbasis aplikasi CerviCheck. Kegiatan dilaksanakan pada 55 WUS di Desa Slamet melalui penyuluhan interaktif, pendampingan pengisian skrining mandiri pada aplikasi CerviCheck (cervicheck.my.id), serta motivasi rujukan pemeriksaan IVA/Pap Smear, dengan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Partisipasi deteksi risiko mandiri melalui CerviCheck meningkat dari 40,0% menjadi 100,0%, dengan 30,9% peserta teridentifikasi berisiko sedang. Cakupan skrining IVA/Pap Smear meningkat dari 21,8% menjadi 49,1%, mengidentifikasi 14,5% kasus IVA radang dan 1,8% erosi serviks. Rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 63,6% (pre-test) menjadi 95,5% (post-test), dengan 96,4% peserta mencapai target skor ≥80% pada post-test; peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman risiko KB hormonal jangka panjang (+47,3 poin) dan keamanan takaran konsumsi herbal (+49,1 poin), sementara status imunisasi HPV tidak berubah (tetap 94,5% belum lengkap). Penyuluhan faktor risiko dan pendampingan CerviCheck efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan cakupan skrining kanker serviks hingga melampaui target luaran, tetapi diperlukan penguatan berkelanjutan pada aspek aksesibilitas imunisasi HPV yang belum tersentuh oleh penyuluhan. Kata Kunci: Kanker Serviks, Cervicheck, Deteksi Dini, Penyuluhan, Skrining IVA  ABSTRACT Cervical cancer remains a leading cause of cancer death among women in Indonesia, with early detection coverage remaining low, particularly in rural areas such as Slamet Village, Tumpang, Malang Regency. To increase awareness, knowledge, and participation of women of reproductive age (WRA) in early detection of cervical cancer through risk-factor counselling and assisted self-screening using the CerviCheck application. The activity involved 55 WRA in Slamet Village through interactive counselling, assisted self-screening via the CerviCheck application (cervicheck.my.id), and referral motivation for IVA/Pap Smear examination, evaluated using pre-test and post-test questionnaires. Self-screening participation through CerviCheck increased from 40.0% to 100.0%, with 30.9% of participants identified as moderate risk. IVA/Pap Smear screening coverage increased from 21.8% to 49.1%, identifying 14.5% cervicitis and 1.8% cervical erosion. Mean knowledge scores rose markedly from 63.6% (pre-test) to 95.5% (post-test), with 96.4% of participants reaching the ≥80% target score post-test; the largest gains were in understanding long-term hormonal contraceptive risk (+47.3 points) and safe herbal dosing (+49.1 points), while HPV immunization status remained unchanged (94.5% still incomplete). Risk-factor counselling combined with CerviCheck-assisted screening effectively increased knowledge, awareness, and screening coverage for cervical cancer beyond the targeted outcome, although continued reinforcement is needed regarding HPV immunization accessibility, which counselling alone could not address. Keywords: Cervical Cancer, Cervicheck, Early Detection, Counselling, IVA Screening