Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS PENYEBAB DAN AKIBAT CONTRACT CHANGE ORDER TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI ., Ningsih; ., Syahrudin; Wardhani, Nurul
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.534 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.12654

Abstract

Contract Change Order (perubahan kontrak kerja) ini meliputi : menambah dan/mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak, menambah dan mengurangi jenis pekerjaan, mengubah spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan atau mengubah jadwal pelaksanaan. Perubahan juga mengakibatkan proyek terlambat dan biaya yang melambung tinggi (cost overruns). Akibat sering terjadinya change order (perubahan pekerjaan) dimana proses administrasinya tidak dijalankan sesuai prosedur maka sering terjadi perselisihan antara pemilik dan kontraktor. Tujuan yang akan dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya Contract Change Order dan dampak perubahan tersebut terhadap biaya dan waktu. Dengan mengumpulkan data-data addendum dari dua proyek konstruksi yaitu pembangunan Kantor Bupati Kubu Raya dan pembangunan Lanjutan Gedung Kuliah dan Laboratorium Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Tahap III dan kemudian menganalisis I perubahan pekerjaan dari setiap-setiap proyek maka dapat disimpulkan bahwa untuk proyek pembangunan Kantor Bupati Kubu Raya penyebab terbesar perubahan karena terungkapnya kondisi baru yang berbeda dengan hasil pengkajian terdahulu, dan tidak berdampak terhadap biaya dan waktu, untuk proyek pembangunan Lanjutan Gedung Kuliah dan Laboratorium Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Tahap III penyebab terbesar perubahan karena diminta oleh calon organisasi operasi pada saat akhir proyek sewaktu prakomisi. Butir-butir yang menyangkut masalah kenyamanan dan keamanan. Setiap proyek memiliki masing-masing sebab-sebab perubahan pekerjaan, tidak bisa disamakan dengan dengan proyek-proyek lainnya, karena setiap proyek memiliki karakteristik struktur masing-masing dan daerah atau tempat dibangunnya konstruksi tersebut berbeda. Kata Kunci : Contract Change Order, Addendum
PELAKSANAAN PELELANGAN UMUM DENGAN SISTEM E-PROCUREMENT BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2012 Pakarwati, Vintari; Mulyani, Endang; ., Syahrudin
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the study, the study sample were contractors who have or are to follow the auction online at Kayong Northern District of West Kalimantan Province. Where this information research obtained from questionnaires and interviews directly to contractors in the district of North Kayong. From the research, it is known to follow the stages of E-Procurement (online auction) which starts from the opening LPSE site then register through the internet to be the SPSE (get a User Id and Password), the contractor can take part in the auction LPSE anywhere (one of which LPSE Kayong District North). To become a participant in the auction of the work package (with post qualification method) were tendered contractor registrations with the package, then download the document, and instructions to follow, prepare bid documents and upload documents and qualifications, as well as petitions (if any). While the results of the calculation method Likert Scale shows there are some constraints experienced contractors, among others, due to the difficult access to the internet network by 60%, the slow (loading) internet by 65,71%, non observant contractor in completing the qualification documents of 54,29% and the failure of the contractor at the time of uploading a document by 54,29% and 60% of power outages are caused by the relatively long period of time.     Keywords: E-Procurement, Constraints, Stages
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM MENYEWA ALAT BERAT PADA PEKERJAAN JALAN DENGAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK (PHA) Lesmana, Pratiwi; Mulyani, Endang; ., Syahrudin
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.2802

Abstract

Keberhasilan dalam sebuah proyek juga ditentukan olehsumber daya peralatan. Keberadaan alat sebagai sarana utama untuk mendukungpelaksanaan proyek juga memegang peranan penting dalam penanganan proyek.Alternatif sewa (leasing) dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan,diantaranya perusahaan tidak perlu mengeluarkan sejumlah modal besar pada tahunpertama, fleksibilitas dari mekanisme sewa dan sebagainya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhidalampengambilan keputusan untuk menyewa alat berat berdasarkan persepsiparapraktisi yang berwenang, mencari urutan rangking dari tiap faktor serta mencarifaktor utama yang sangat mempengaruhi dalampengambilan keputusan terhadap penyewaan alat berat pada perusahaankonstruksi/kontraktor di Pontianak. Faktor-faktor pada penelitian diperolehdari studi pustaka dan survei pendahuluan yang selanjutnya divalidasi olehresponden yaitu pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan menyewa alatmelalui wawancara dan kuisioner. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah faktoroperasional dengan preferensi 48.0 %, terdiri dari sub kriteria ketersediaan spare part dengan preferensi rata-rata 32.5%, kontuinitas dari masa sewa dan fleksibilitas dari mekanisme sewa denganpreferensi rata-rata 24.2% dan ketersediaan SDM untuk operator & maintancedenga preferensi rata-rata 19.2%. Faktor kedua adalah faktor biaya dengan preferensi 40.6 %, terdiri dari sub kriteria biaya operasional dengan preferensirata-rata 83.3 % dan biaya modal dengan preferensi rata-rata 16.7%. Faktorketiga adalah faktor alat & lingkungan dengan preferensi 11.5 %, terdiri dari sub kriteria sarana & prasarana dengan preferensirata-rata 48.0%, optimalisasi jam kerja alat dengan preferensi rata-rata 40.6%dan nilai alat dengan preferensi rata-rata 11.5%. Dari hasil tersebut didapat faktor utama dari kriteria utama yang sangatmempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk menyewa alat berat adalah faktoroperasional (48.0 %) karena merupakanusaha pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi: tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahanmentah dan faktor produksi lainnya dalam proses tranformasi menjadi berbagaiproduk barang dan jasa.KataKunci: Leasing & Sewa, Pekerjaan Jalan, Faktor Utama.
AKURASI PENGGUNAAN METODE PANJANG KALI LEBAR UNTUK PENGUKURAN LUAS DAUN JAGUNG (Zea mays L.) DAN KEDELAI (Glycine max L.) Usman .; Syahrudin .; Kambang Vetrani Asie; Suparno .
Jurnal Agroekoteknologi Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/j.agrtek.v10i2.5806

Abstract

The purpose of this study was to  determine the accuracy of the method of long width method for measurement of corn leaf area (Zea mays L.) and soybean (Glycine max L) compared to method of leaf area meter. This study use  designed by comparing the two methods, then the statistical test was done with the t-test. The result of this study showeed  that correction factor (k) of leaf area length method obtained with Agustina (1988) version is not significantly different from Sitompul and Guritno version (1995). The k values used in the calculation of the leaf area with the long-width method of Sitompul & Guritno's (1995) version can be used at any age of observation on both corn and soybean crops, for Agustina (1988) the k value on corn leaves can be used every age of observation, but in soybean crop needs to be made a new k value at the age of the plant further (eg 5 MST) with the number of leaves more. The accuracy of the long-width method for measuring leaf area in maize compared with LAM method is quite high, Sitompul & Guritno (1995) version reaches 100% and Agustina's version is slightly lower that is 75%. The accuracy of Sitompul & Guritno (1995) and Agustina (1988) long-range method for measuring leaf area on soybean crops compared with very low LAM method is 25%. The accuracy of the method of length method times compared to LAM method toward measurement of corn leaf area is higher than in soybean crop Keywords: Leaf area, of corn and soybean leaf, Length method times width, Leaves
PERENCANAAN GEOMETRI JALAN HAULING DARI FRONT PENAMBANGAN KE STOCKPILE PADA PT. XYZ, KOMODITAS BAUKSIT, KECAMATAN SAMALANTAN DAN MONTERADO, KABUPATEN BENGKAYANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Wahyuni, Nur Fitri; WR Wibowo, Yoga Herlambang; ., Syahrudin
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.89239

Abstract

PT. XYZ saat ini dalam tahap eksplorasi dan akan dilanjutkan pada tahap konstruksi. Jalan yang direncanakan memiliki panjang 575 meter dan belum dilakukan pengkajian terhadap geometri jalan angkut. Menghitung dan menganalisis geometri aktual serta merencanakan desain geometri jalan tambang sehingga dapat dilalui dumptruck Nissan CWA 260 SX menjadi tujuan penelitian ini. Pengambilan data koordinat dilakukan mengaplikasikan total station dan data diolah dengan bantuan software autocad guna mendapatkan geometri aktual dan perhitungan geometri jalan akan dibandingkan menurut standar AASHTO. Hasil perhitungan dan ana lisis yaitu perencanaan geometri dengan lebar jalan lurus 8,7 meter, jalan tikungan 15,7 meter mempunyaibentuk spiral-spiraldan spiralcircle-spiral, jari-jari tikungan 36 meter, superelevasi 5% dengan beda tinggi 0,78 meter, grade maksimal 8% dan cross slope berkisar antara 2 - 4% dengan beda tinggi 0,087 "“ 0.174 meter. Tanjakan maksimum yang mampu diatasi alat angkut berdasarkan perhitungan rimpull pada gear 1 yaitu 30,32% dan pada gear 2 yaitu 19,32%. Perlu adanya tanggul pengaman dengan lebar 0,760 meter dan tinggi 0,507 meter juga perlu dipasangnya rambu pengaman dilarang berhenti dalam radius 36 meter berdasarkan jarak pandang hentinya . Perencanaan geometri jalan ini perlu dilakukan dengan cara penggalian tanah dengan volume 6.138,742 m 3 dan penimbunan tanah dengan volume 5.348,518 m3.