Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AI Sebagai Asisten Pembelajaran: Bagaimana Teknologi Membantu Personalisasi Pendidikan Untuk Setiap Siswa Hamida, Elis; Andika, Caca; Aroma, Nellys; Hadevi, Meza; Rifa'i, Rifa'i
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1669

Abstract

Artikel ini membahas peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan personalisasi. Teknologi AI dapat menganalisis gaya belajar siswa, memberikan umpan balik real-time, dan menyesuaikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan individu. Platform pembelajaran adaptif dan sistem tutor cerdas adalah contoh alat AI yang dapat mendukung pendidikan personalisasi. AI juga dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus dengan meningkatkan aksesibilitas dan memberikan dukungan personal. Implementasi AI dalam pendidikan dapat meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Artikel ini menyoroti potensi AI untuk merevolusi pendidikan dengan menyediakan pengalaman belajar personal untuk setiap siswa. Pendidikan personalisasi merupakan suatu pendekatan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan individu siswa. Teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat memainkan peran penting dalam pendidikan personalisasi dengan menganalisis gaya belajar siswa, memberikan umpan balik real-time, dan menyesuaikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan individu. Platform pembelajaran adaptif dan sistem tutor cerdas adalah contoh alat AI yang dapat mendukung pendidikan personalisasi. AI juga dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus dengan meningkatkan aksesibilitas dan memberikan dukungan personal. Dengan demikian, implementasi AI dalam pendidikan dapat meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Artikel ini akan membahas peran AI dalam pendidikan personalisasi dan potensinya untuk merevolusi pendidikan dengan menyediakan pengalaman belajar personal untuk setiap siswa.  
Inovasi dan Teknologi dalam Pendidikan Studi Kasus Finlandia, Jepang, Singapura dan Indonesia A, Hendri; Hadevi, Meza; Nelian, Nelian; Warniati, Warniati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4095

Abstract

Studi ini menganalisis inovasi dan pemanfaatan teknologi pendidikan di Finlandia, Jepang, Singapura, dan Indonesia sebagai studi kasus komparatif untuk mengidentifikasi pola adaptasi sistem pendidikan terhadap tuntutan era digital. Finlandia menonjol melalui pendekatan phenomenon-based learning yang mengintegrasikan pembelajaran lintas disiplin dengan dukungan platform digital seperti Wilma, yang memfasilitasi komunikasi terintegrasi antara siswa, guru, dan orang tua. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan adaptif, seperti Eduton, memungkinkan personalisasi pembelajaran secara real-time, yang dilaporkan meningkatkan prestasi akademik hingga 25% serta keterlibatan siswa sebesar 30% melalui penerapan gamifikasi yang etis dan berorientasi pembelajaran bermakna. Jepang mengadopsi teknologi pendidikan secara selektif untuk memperkuat disiplin belajar dan mempertahankan standar akademik yang tinggi. Integrasi teknologi difokuskan pada sistem evaluasi ketat, penguatan kurikulum berbasis karakter, serta internalisasi nilai etika dan tanggung jawab digital. Sementara itu, Singapura menerapkan pendekatan deep learning dengan memanfaatkan platform pembelajaran interaktif dan riset berbasis AI guna mengembangkan keterampilan abad ke-21. Dukungan infrastruktur modern dan kebijakan akses yang merata menjadikan fleksibilitas kompetensi sebagai kekuatan utama sistem pendidikannya. Di sisi lain, Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan infrastruktur dan orientasi kurikulum yang relatif berfokus pada ujian, meskipun upaya digitalisasi e-learning untuk wilayah terpencil terus berkembang. Temuan studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi teknologi pendidikan sangat bergantung pada ekosistem holistik yang mencakup kurikulum interdisipliner, pelatihan guru sebagai fasilitator pembelajaran, serta kolaborasi multisektor yang berkelanjutan.