Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

JALUR PEDESTRIAN SEBAGAI UNSUR FISIK PEMBENTUK KARAKTER VISUAL KORIDOR JALAN DIPONEGORO SALATIGA Reivandy Christal Joenso; Edi Purwanto; Wijayanti Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.696

Abstract

Abstract: Diponegoro Street is one of the main roads in Salatiga City which has a pedestrian lane with its own characteristics and can be a different identity from other roads. This characteristic can be seen in the presence of vegetation in the form of a row of large trees on the pedestrian path so that it can visually give character to the corridor of Jalan Diponegoro. In addition, the pedestrian revitalization carried out by the Salatiga City Government on Jalan Diponegoro looks quite interesting because visually it can provide perceptions that can influence the visual character of Jalan Diponegoro.. The purpose of this study was to determine the effect of pedestrian ways elements on the visual character of the corridor. The method used is an exploratory descriptive approach where the researcher acts as the main instrument in exploring and analyzing field data. The results showed that the pedestrian ways had a strong effect on the visual character formation of the corridor of Jalan Diponegoro Salatiga as a Dutch Colonial heritage area. The elements of pedestrian paths that have a strong influence are the elements of sidewalks, lighting, trash cans, seating, and vegetation. The existence of strong dominance in these elements is strengthened by the continuity of the Jalan Diponegoro Salatiga corridor so that it has a strong influence on the visual character of the corridor.Abstrak: Jalan Diponegoro merupakan salah satu jalan utama di Kota Salatiga yang memiliki jalur pedestrian dengan ciri khas tersendiri dan dapat menjadi identitas yang membedakannya dengan jalan lainnya. Ciri khas tersebut dapat dilihat dengan keberadaan vegetasi berupa deretan pohon besar di jalur pedestrian sehingga secara visual dapat memberikan karakter pada koridor Jalan Diponegoro. Selain itu, adanya revitalisasi jalur pejalan kaki yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga di Jalan Diponegoro terlihat cukup menarik karena secara visual dapat memberikan persepsi yang dapat mempengaruhi karakter visual Jalan Diponegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elemen-elemen alur pejalan kaki terhadap karakter visual koridor. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif eksploratif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam menggali dan menganalisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter visual koridor Jalan Diponegoro Salatiga sebagai kawasan peninggalan Kolonial Belanda. Elemen jalur pejalan kaki yang memiliki pengaruh kuat adalah elemen trotoar, lampu penerangan, tempat sampah, tempat duduk, dan vegetasi. Adanya dominasi yang kuat pada elemen-elemen tersebut diperkuat dengan adanya kontinuitas pada koridor Jalan Diponegoro Salatiga sehingga memberikan pengaruh yang kuat terhadap karakter visual koridor.
STRATEGI POTENSI DALAM PENGEMBANGAN WISATA ICE SKATING DI DALAM MALL JAKARTA (Studi Kasus: Sky Rink Taman Anggrek Jakarta) Annica Etenia; R Siti Rukayah; Wijayanti Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.138 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v4i1.337

Abstract

Abstract: Ice skating is a winter sport that is rarely in demand by Indonesians mainly because of the tropical climate, and the lack of knowledge about the sport around the community. This phenomenon has aroused the public's curiosity in winter sports. Therefore several malls in Jakarta have implemented ice skating tours in recreational entertainment facilities provided to attract the attention of visitors, one of which is Sky Rink in Mall Taman Anggrek. The trend is an exciting thing to study as potential in the concept of ice sports tourism in the mall. In this study explains the possibilities of this ice tourism. The method used is a qualitative SWOT approach by explaining the potential, weaknesses, opportunities and threats while the results of the study are descriptive explanations of the potential in developing ice skating tours in the mall.Keyword: ice skating, mall, wisata, ice rinkAbstrak: Ice skating merupakan olahraga musim dingin yang jarang diminati oleh orang Indonesia terlebih karena iklim yang tropis, serta kurang tahunya masyarakat sekitar tentang olahraga ini. Fenomena ini menimbulkan penasaran masyarakat dalam olahraga musim dingin tersebut, oleh sebab itu beberapa mall di Jakarta telah menerapkan wisata ice skating dalam fasilitas hiburan rekreasi yang disediakan untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya Sky Rink yang ada di Mall Taman Anggrek. Trend tersebut menjadi hal yang menarik untuk dikaji sebagai potensi dalam konsep wisata olahraga es di dalam mall. Dalam penelitian ini menjelaskan mengenai potensi-potensi tentang wisata es ini. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan SWOT kualitatif dengan memberikan penjelasan mengenai potensi, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Sedangkan hasil dari penelitian berupa penjelasan deskrptif mengenai potensi dalam mengembangkan wisata ice skating di dalam mall.Kata Kunci: ice skating, malls, sport tourism, ice rinks
POLA AKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG PADA FASILITAS WATERFRONT DI PERUMAHAN BSB KOTA SEMARANG Dara Hartanti Widyandini; Wijayanti - -
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.45002

Abstract

Abstrak: Fasilitas penunjang dalam suatu perumahan merupakan bagian terpenting dalam pembangunan kawasan perumahan. Beberapa fasilitas penunjang itu salah satu diantaranya yaitu dengan adanya fasilitas ruang terbuka. Adanya ruang terbuka di lingkungan perumahan dapat memberikan kenyamanan bagi penghuni perumahan. Seperti pada lingkungan kawasan perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) yang berada di Kota Semarang, yang memiliki fasilitas waterfront yang diperuntukan khususnya bagi penghuni perumahan yaitu Danau BSB. Namun, dengan keindahan alam yang ada di sekitar fasilitas tersebut, membuat area kawasan danau ini menjadi daya tarik bagi masyarakat umum lainnya untuk mengunjungi fasilitas waterfront tersebut. Fasilitas di Danau BSB beragam jenisnya, oleh sebab itu banyak pengunjung yang melakukan aktivitas di area waterfront tersebut. Dari pengamatan yang dilakukan di Danau BSB, beberapa aktivitas kegiatan yang ada di lingkungan Danau BSB memanfaatkan beberapa spot area yang ada. Mengetahui pemanfaatan ruang terbuka Danau BSB ini dilakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan behavior mapping yaitu pendekatan dengan melihat aktivitas pengunjung pada Danau BSB. Menggambarkan pola aktivitas pengunjung fasilitas waterfront Danau BSB merupakan cara memberikan solusi untuk permasalahan yang terjadi dalam suatu fasilitas publik, sehingga dapat menemukan saran untuk spot area terbaru yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, pada hasil pengamatan pola aktivitas yang dilakukan dalam ruang terbuka yang memiliki daya tarik wisata pada lingkungan perumahan termasuk aktivitas rekreasi yaitu diantaranya jalan santai, duduk santai, melihat hewan, berkumpul, berfoto, bermain dan berinteraksi sosial. Kata Kunci: pola aktivitas, fasilitas, perumahan, waterfront
Place Attachment Kampung Kota Semarang Studi Kasus Kampung Batik Semarang Timur Ceratomia Sonaesti; Edi Purwanto; Wijayanti Wijayanti
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 2 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i2.64277

Abstract

Kampung Batik Semarang is now developing into a tourist destination that is thought to have a place attachment. Place attachment is built through place creation, place identity and place dependence. This study uses a qualitative method, aims to identify places that contain place attachments, find out the processes and factors that form place attachments, and map the relationship patterns of these places. The results conclude that the creation of place attachments in physical elements, activities and functions, due to the development of latent activities. The identity of a place is built through its physical and non-physical identity. Place dependence is manifested in a sense of belonging, security, pride, memory, a feeling of being at home, and a desire to maintain a place. The factors that influence it are the fulfillment of the community's need for public space, historical, cultural and economic factors, good location, physical condition and available facilities.