Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Pembinaan Kerohanian dalam Kesehatan Mental Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan: Penelitian I Komang Wira Dharma Sentana; Denny Nazaria Rifani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.833

Abstract

This study aims to determine: The Role of Spiritual Guidance on the Mental Health of Inmates at Class II A Kerobokan Penitentiary. The research method used is a qualitative descriptive approach research method including: (1) The location of the study is located at Class II A Kerobokan Penitentiary. (2) The technique of determining informants by determining key informants, from key informants then the researcher develops further to find informants for assistance. (3) The data collection technique uses three techniques, namely: observation techniques, interview techniques, and document study techniques. (4) Data analysis techniques consisting of data collection, data reduction, data presentation, verification. The results of this study are that inmates are helped by the existence of spiritual guidance in the mental health of inmates at Class II A Kerobokan Penitentiary, although there are several obstacles but in general the program runs smoothly and effectively.
Pengaruh Keadilan Organisasi (Organizational Justice) Terhadap Keterlibatan Kerja (Work Engagement) Pegawai Pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai Alfajri, M. Fariz; Denny Nazaria Rifani
Serat Acitya Vol. 14 No. 2 (2025): Oktober:Jurnal Ilmiah Serat Acitya
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/2c88tv42

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh keadilan organisasi terhadap keterlibatan kerja pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai. Tujuannya adalah untuk memahami sejauh mana penerapan keadilan organisasi, yang meliputi dimensi keadilan prosedural, distributif, interaksional, dan informasional, dapat meningkatkan motivasi, dedikasi, serta kinerja pegawai demi menunjang efektivitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 107 pegawai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi linear sederhana, uji signifikansi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 45,2%. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi keadilan dalam organisasi memberikan kontribusi yang substansial terhadap tingkat semangat (vigor), dedikasi (dedication), dan penyerapan (absorption) pegawai dalam menjalankan tugas. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap adanya kebutuhan penambahan sumber daya manusia agar distribusi beban kerja menjadi lebih proporsional dan tidak menimbulkan ketimpangan yang berdampak pada ketidakadilan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keadilan organisasi merupakan faktor penting dalam membangun lingkungan kerja yang produktif dan mendukung keterlibatan pegawai secara optimal. Disarankan agar manajemen Lapas Kelas IIA Binjai terus memperkuat prinsip keadilan dalam sistem kerja, distribusi pelatihan, dan pengelolaan SDM guna menciptakan suasana kerja yang adil, kondusif, dan berkelanjutan.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kelelahan Emosional Pegawai Rumah Tahanan Negara Kelas I Samarinda Galih Sastiyo Tungke; Denny Nazaria Rifani
Serat Acitya Vol. 14 No. 2 (2025): Oktober:Jurnal Ilmiah Serat Acitya
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/5s3z2p89

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya tekanan kerja yang dihadapi pegawai pemasyarakatan, khususnya dalam tugas-tugas yang menuntut kontrol emosi dan interaksi sosial yang intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kelelahan emosional pada pegawai Rutan Kelas I Samarinda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif dengan survey design. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 92 responden petugas pemasyarakatan di Rutan Kelas I Samarinda. Melalui pengujian determinasi didapatkan nilai R square sebesar 0,173. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh variabel kecerdasan emosional sebagai variabel bebas sebesar 17,3% terhadap variabel kelelahan emosional sebagai variabel terikat sedangkan sisanya sebesar 82,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Dari hasil perhitungan uji signifikansi didapatkan nilai 0,000 < 0,05. Hal ini menandakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti adanya pengaruh variabel kecerdasan emosional terhadap kelelahan emosional.  Dari hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan Y = 36,581 + (-0,219X), hasil kofisien regresi yang bernilai negatif menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki pengaruh yang negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kecerdasan emosional terhadap kelelahan emosional pegawai Rumah Tahanan Negara Kelas I Samarinda.
Implementasi Pembinaan Kepribadian Kerohanian Nasrani Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan Mario Mathew Simarmata; Denny Nazaria Rifani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12063

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program pembinaan kepribadian kerohanian Nasrani di LPKA Kelas I Medan serta mengidentifikasi kendala pelaksanaannya. Menggunakan teori implementasi David C. Korten, penelitian menekankan pentingnya kesesuaian program, organisasi pelaksana, dan kelompok sasaran. Landasan hukum diambil dari UU No. 22 Tahun 2022 tentang pembinaan kepribadian yang meliputi lima dimensi: kesadaran beragama, moral-etika, hukum-kebangsaan, sosial-kemanusiaan, serta kecerdasan spiritual dan intelektual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, karena bertujuan menemukan fakta dan menginterpretasikan implementasi pembinaan kepribadian rohani Nasrani. Hasil penelitian menunjukkan pembinaan dilakukan melalui ibadah harian, pendalaman firman, pelayanan liturgi, konseling, dan refleksi iman. Anak binaan berperan aktif memimpin ibadah, menyampaikan renungan, serta membangun kesadaran diri. Perubahan positif terlihat pada sikap sopan santun, kesabaran, kontrol emosi, penguatan identitas keagamaan, hingga motivasi merancang masa depan. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan SDM teologis, fasilitas ibadah minim, rendahnya dukungan keluarga, dan sulitnya kesinambungan pasca-bebas. Meski demikian, pendekatan spiritual terbukti efektif dalam mendukung rehabilitasi dan reintegrasi sosial