Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP KEGIATAN TRANSAKSI PEMINDAH-TANGANAN OBJEK SENGKETA JUAL BELI TANAH YANG DIATASNYA MASIH MELEKAT SITA EKSEKUSI SERTIFIKAT HAK GUNA BANGUNAN SECARA SEPIHAK. (Studi Putusan Nomor 182/Pdt.G/2022/PN.TJK) Prasetyawati, S. Endang; Ramadan, Suta; Pratiwi, Galuh
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 6 No 3 (2024): EDISI BULAN SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v6i3.4746

Abstract

Tanah berperan krusial dalam kehidupan manusia sebagai tempat tinggal dan aktivitas ekonomi. Kepemilikan tanah diatur dalam hukum agraria Indonesia, dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) sebagai bentuk hak properti penting. Transaksi jual beli tanah sering melibatkan peralihan hak yang sah melalui mekanisme seperti jual beli, hibah, dan tukar menukar. Namun, masalah hukum muncul ketika transaksi dilakukan atas tanah yang masih berada dalam status sita eksekusi, yaitu proses hukum untuk menagih utang melalui penyitaan aset. Kasus ini berimplikasi pada kepemilikan tanah, terutama jika transaksi dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan hak-hak pihak terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbuatan melawan hukum dalam transaksi pemindah-tanganan objek sengketa yang masih berada di bawah sita eksekusi berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor 182/Pdt.G/2022/PN.Tjk. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mengenai dampak hukum dari transaksi tanah dalam situasi sengketa dan pentingnya kepatuhan hukum dalam pemindahan hak atas tanah.
PENYULUHAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA Taofik, Muhammad; Siti Humairoh, Rifa; Pratiwi, Galuh; Salsabila, Nalasyahla; Dwi Irfani, Tabina; Adi Laksono, Bayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 4 (2023): JPMI Desember 2023
Publisher : CV Bayfa Cendekia Indonesia Bekerjasama dengan Jurusan/Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jpmi.v1i4.68

Abstract

Village tourism is a part of tourism development that certainly requires community participation. One of the tourism villages that can be developed in Tasikmalaya Regency is Sukaasih Tourism Village. The Sukaasih Village Government and the community must participate and work together, in order to maximize all existing potential for sustainable tourism village development. The method used was counseling because based on a survey in the field, low community participation is one of the obstacles in the development of Sukaasih Tourism Village. The existence of community participation counseling activities in the development of this tourism village has a positive impact on the community because it can increase their knowledge and understanding of the benefits obtained by developing the village's potential to become a tourist attraction. With this awareness, Sukaasih Tourism Village can become a superior and quality tourism village so that the economic welfare of the community can increase according to the expected goals.
ANALISIS KEBUTUHAN BUKU PENGAYAAN KIMIA HIJAU BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) Pratiwi, Galuh; Wiyarsi, Antuni
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 15 Nomor 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.151.03

Abstract

Abstrak Pembelajaran kimia di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan belajar dengan latar belakang budaya siswa. Di sisi lain, pendidikan abad ke-21 mengharapkan siswa dapat menguasai sejumlah kompetensi kimia, salah satunya adalah literasi kimia yang memungkinkan siswa dengan budaya lokal yang berbeda dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan membangun keberlanjutan isu-isu lingkungan yang global. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi guru kimia tentang kebutuhan dan karakteristik buku pengayaan kimia hijau berbasis CRT dengan integrasi SDGs yang baik dan sesuai dengan kebutuhan guru di lapangan.  Untuk memenuhi tujuan ini, dilakukan penelitian survey dengan pendekatan kualitatif. Sebanyak 6 guru kimia berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan open endeed-questionnaire yang berjumlah 16. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis dengan metode interpretative coding. Hasil yang diperoleh yaitu guru menyatakan bahwa pengembangan buku pengayaan kimia berbasis culturally responsive teaching (CRT) perlu dilakukan untuk mendukung integrasi SDGs dan literasi kimia siswa SMA. Karakteristik buku pengayaan yang diharapkan oleh guru yaitu terdapat integrasi materi kimia hijau dengan yang lainnya, mendukung keberlanjutan, dan dapat membekali literasi kimia. Abstract Chemistry learning in Indonesia currently faces quite complex challenges, especially in adapting learning needs to students' cultural backgrounds. On the other hand, 21st century education expects students to master a number of chemical competencies, one of which is chemical literacy that allows students with different local cultures to create more relevant learning experiences and build sustainability on global environmental issues. This study aims to explore the perceptions of chemistry teachers about the needs and characteristics of CRT-based green chemistry enrichment books with SDGs integration that are good and in accordance with the needs of teachers in the field.  To fulfill this objective, a survey research was conducted with a qualitative approach. A total of 6 chemistry teachers participated in this study. Data were collected using an open-ended questionnaire totaling 16. The data analysis technique used was content analysis with interpretative coding method. The results obtained were that teachers stated that the development of culturally responsive teaching (CRT)-based chemistry enrichment books needs to be done to support the integration of SDGs and chemical literacy of high school students. The characteristics of enrichment books expected by teachers are the integration of other green chemistry materials, support sustainability, and can equip chemical literacy.