Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TAHAP AKLIMATISASI TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilisi) HASIL KULTUR JARINGAN Rini Suryani; Mya Novita Sari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.63

Abstract

Perbanyakan secara kultur jaringan banyak dilakukan untuk memperbanyak bibit Anggrek. Namun demikian tahapan aklimatisasi dalam kultur jaringan merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan karena kondisi iklim di rumah plastik sangat berbeda dengan kondisi di dalam botol kultur. Disamping itu media tanam dan pupuk yang diberikan pada tahap aklimatisasi perlu diperhatikan supaya bibit tanaman anggrek bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam dan mendapatkan pupuk organik cair yang baik pada tahap aklimatisasi terhadap pertumbuhan planlet Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilisi) hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media akar pakis, sekam padi dan kompos kopi. Faktor kedua adalah kontrol, pupuk cair Supra dan Bioto Grow. Variabel yang diamati adalah persentase hidup planlet, pertambahan tinggi tanaman, saat tumbuh daun baru, pertambahan panjang daun, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis varian dan melalui uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pupuk yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi planlet, saat tumbuh daun baru, panjang daun, jumlah daun, namun berpengaruh nyata terhadap diameter batang. Ketiga jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, saat tumbuh daun baru, panjang daun, jumlah daun, dan diameter batang. Sedangkan interaksi pada kedua perlakuan tersebut tidak menujukkan pengaruh yang nyata terhadap semua variabel yang diamati. Penggunaan media yang bagus terlihat pada media kompos kopi dan akar pakis melalui pemberian pupuk cair Bioto Grow.
Analisis Minat Beli Masyarakat Antara Jagung Manis Dan Jagung Biasa Di Pasar Tradisional Harian Kabupaten Rejang Lebong Mya Novita Sari
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of price on buying interest, trends and percentage percentage of differences in buying interest of people to sweet corn and corn in Rejang Lebong regency. By using Chi Square Analysis method (X2) One Sample has been found Chi squared count value = 72.028 with trust level of 0.05 or 5% then Chi Square count bigger than at Chi Square mean = 3,481 hence this mean result of research show that society in Rejang Lebong regency keeps buying sweet corn even though its price is more expensive. While the tendency of interest of corn consumer community by using Run Test analysis. Price Z arithmetic 2,199 then the price of z in table XIV = 0.0122 this price is smaller than the α price set at 5% or 0.05 (0.0122 <0.05) which means people's buying interest is not the same between sweet corn and maize (the order is not random). With the percentage of sweet corn of 64.92%, while the percentage of maize common by 35.08% can be interpreted that the enthusiast of sweet corn is greater or higher when compared with ordinary corn.
PENGGUNAAN MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TAHAP AKLIMATISASI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilisi) HASIL KULTUR JARINGAN Rini Suryani; Mya Novita Sari
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 17 No 1 (2019): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.867 KB) | DOI: 10.32663/ja.v17i1.466

Abstract

Tissue culture propagation is mostly done to increase orchid seeds. However, the acclimatization stage in tissue culture is a very important factor because climate conditions in green houses are very different from the conditions in the culture bottle. Besides that the planting medium and fertilizer given at the acclimatization stage need to be considered so that orchid seedlings can grow and develop optimally. This study aims to obtain planting media and obtain good liquid organic fertilizer at the acclimatization stage on the growth of moon orchid seedlings (Phalaenopsis amabilisi) resulting from tissue culture. The completely Randomized design was used with two factors and 3 replications. The first factor was type aclimatization the medium of fern root, rice husk, and coffee compost. The second factor of liquid organic fertilizer. The type is control, SUPRA liquid fertilizer and Bioto Grow. The variables observed were the percentage of life, the increased of the planlet height, the time of shooted, the increased of the number of leaves, the increased of the leaf length, number of leaves, the increased of the stem diameter. Observation data were analyzed using variance analysis and BNT further testing. The results showed that the two types of fertilizer used had no significant effect on plantlets height, when new leaves grew, leaf length, number of leaves, but significantly affected the stem diameter. The three types of growing media have a significant effect on plant height, when growing new leaves, leaf length, number of leaves, and stem diameter. While the interaction in both treatments did not show the real effect on all observed variables. The use of good media is seen in coffee compost and fern root media through the application of Bioto Grow liquid fertilizer.
ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN AGROWISATA KEBUN BUNGA D’SYANDANA DI KABUPATEN REJANG LEBONG Hefri Oktoyoki; Gracia Gabrienda; Mya Novita Sari; Tria Anti Sukmala Yulisa; Paisal Ansiska
Paradigma Agribisnis Vol 3, No 2 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v3i2.5013

Abstract

Keberadaan Kebun bunga di Kabupaten Rejang Lebong merupakan hal baru dan perkembanganya cenderung terus bermunculan tetapi juga banyak yang hilang. Akibat dari pemasaran yang belum massive, sehingga aktivitas wisatanya kurang menarik dan tidak mampu memenuhi harapan wisatawan, oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran Agrowisata Kebun Bunga di Kabupaten Rejang Lebong, Penelitian ini mendapatkan data dari kuesioner. dilakukan di kebun bunga D’Syandana. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan teknik sampling. Metode pengolahan data melalui analisis bauran pemasaran dan analisis strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling berpengaruh kuat adalah tiket masuk yang terjangkau dan mutu produk bunga yang berkualitas mampu mempengaruhi minat pengunjung. Kelemahannya pada manajemen usaha belum baik, sangat minim tenaga kerja profesional. Kegiatan promosi masih kurang, teknologi yang digunakan masih sederhana. Faktor peluang terbesar adalah kecendrungan niche tourism berbasis alam. Faktor ancaman tertinggi adalah Pesaing objek wisata berbasis alami. Analisis SWOT dan AHP menghasilkan 5 alternatif strategi pemasaran, yaitu: meningkatkan kualitas produk (value drivers) yang bersifat milenial dan terinstagramable, memperluas target pasar, mengikuti event-event secara rutin, meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan khusus, dan melakukan kerjasama dengan investor untuk mendapatkan  modal Kata kunci : Agrowisata, Kebun Bunga, Pemasaran, Strategi   
ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN AGROWISATA KEBUN BUNGA D’SYANDANA DI KABUPATEN REJANG LEBONG Hefri Oktoyoki; Gracia Gabrienda; Mya Novita Sari; Tria Anti Sukmala Yulisa; Paisal Ansiska
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 2 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v3i2.5013

Abstract

Keberadaan Kebun bunga di Kabupaten Rejang Lebong merupakan hal baru dan perkembanganya cenderung terus bermunculan tetapi juga banyak yang hilang. Akibat dari pemasaran yang belum massive, sehingga aktivitas wisatanya kurang menarik dan tidak mampu memenuhi harapan wisatawan, oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran Agrowisata Kebun Bunga di Kabupaten Rejang Lebong, Penelitian ini mendapatkan data dari kuesioner. dilakukan di kebun bunga D’Syandana. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan teknik sampling. Metode pengolahan data melalui analisis bauran pemasaran dan analisis strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling berpengaruh kuat adalah tiket masuk yang terjangkau dan mutu produk bunga yang berkualitas mampu mempengaruhi minat pengunjung. Kelemahannya pada manajemen usaha belum baik, sangat minim tenaga kerja profesional. Kegiatan promosi masih kurang, teknologi yang digunakan masih sederhana. Faktor peluang terbesar adalah kecendrungan niche tourism berbasis alam. Faktor ancaman tertinggi adalah Pesaing objek wisata berbasis alami. Analisis SWOT dan AHP menghasilkan 5 alternatif strategi pemasaran, yaitu: meningkatkan kualitas produk (value drivers) yang bersifat milenial dan terinstagramable, memperluas target pasar, mengikuti event-event secara rutin, meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan khusus, dan melakukan kerjasama dengan investor untuk mendapatkan  modal Kata kunci : Agrowisata, Kebun Bunga, Pemasaran, Strategi   
ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN AGROWISATA KEBUN BUNGA D’SYANDANA DI KABUPATEN REJANG LEBONG Oktoyoki, Hefri; Gabrienda, Gracia; Sari, Mya Novita; Yulisa, Tria Anti Sukmala; Ansiska, Paisal
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 2 (2021): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v3i2.5013

Abstract

Keberadaan Kebun bunga di Kabupaten Rejang Lebong merupakan hal baru dan perkembanganya cenderung terus bermunculan tetapi juga banyak yang hilang. Akibat dari pemasaran yang belum massive, sehingga aktivitas wisatanya kurang menarik dan tidak mampu memenuhi harapan wisatawan, oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran Agrowisata Kebun Bunga di Kabupaten Rejang Lebong, Penelitian ini mendapatkan data dari kuesioner. dilakukan di kebun bunga D’Syandana. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan teknik sampling. Metode pengolahan data melalui analisis bauran pemasaran dan analisis strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling berpengaruh kuat adalah tiket masuk yang terjangkau dan mutu produk bunga yang berkualitas mampu mempengaruhi minat pengunjung. Kelemahannya pada manajemen usaha belum baik, sangat minim tenaga kerja profesional. Kegiatan promosi masih kurang, teknologi yang digunakan masih sederhana. Faktor peluang terbesar adalah kecendrungan niche tourism berbasis alam. Faktor ancaman tertinggi adalah Pesaing objek wisata berbasis alami. Analisis SWOT dan AHP menghasilkan 5 alternatif strategi pemasaran, yaitu: meningkatkan kualitas produk (value drivers) yang bersifat milenial dan terinstagramable, memperluas target pasar, mengikuti event-event secara rutin, meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan khusus, dan melakukan kerjasama dengan investor untuk mendapatkan  modal Kata kunci : Agrowisata, Kebun Bunga, Pemasaran, Strategi   
Analisis Jaringan Multi-Aktor dalam Implementasi Program Agropolitan di Selupu Rejang, Indonesia Sari, Mya Novita; Yonariza, Yonariza; Hasnah, Hasnah; Wahyuni, Sri
Baselang Vol 5, No 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i2.296

Abstract

Pembangunan kawasan agropolitan dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan memperkuat perekonomian perdesaan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas tata kelola dan sinergitas multipihak dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur jejaring aktor dalam implementasi Program Agropolitan di Kawasan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, serta implikasinya terhadap integrasi rantai nilai agribisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif melalui Social Network Analysis (SNA), berbasis data wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta telaah dokumen resmi pemerintah daerah dan publikasi Badan Pusat Statistik. Sebanyak 17 aktor utama dipetakan ke dalam matriks adjacency dengan skala intensitas hubungan 03 dan dianalisis menggunakan indikator sentralitas derajat, sentralitas antara, dan sentralitas kedekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jejaring Program Agropolitan Selupu Rejang masih bersifat hierarkis dan terfragmentasi. Kondisi ini mencerminkan lemahnya integrasi lintas sektor dan terbatasnya sinergi multipihak, sehingga perbaikan tata kelola jejaring menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan kawasan agropolitan yang berkelanjutan
KOHERENSI DOKUMEN PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM AGROPOLITAN DI SELUPU REJANG, KABUPATEN REJANG LEBONG, PROVINSI BENGKULU Sari, Mya Novita; Yonariza, Yonariza; Hasnah, Hasnah; Wahyuni, Sri
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat koherensi antara dokumen perencanaan formal dan realitas implementasi Program Agropolitan di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Peneltian menggunakan metode campuran (mixed methods) sekuensial eksplanatori, data dikumpulkan melalui analisis dokumen sistematis terhadap RPJMD 2019–2024, RTRW 2012–2032, dan Laporan Evaluasi Program apa?, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan dan petani. Hasil penelitian menunjukkan adanya Policy Coherence Gap yang signifikan. Koherensi program berada pada tingkat Koherensi Konseptual Tinggi dimana dokumen perencanaan saling selaras dan sesuai konsep agropolitan menuut  Friedmann Douglass, (1978) namun pada tingkat Koherensi Implementasi Rendah. Kesenjangan kuantitatif menunjukkan realisasi infrastruktur dan unit pengolahan hasil kurang dari 60% dari target. Akar masalahnya terletak pada Koherensi Horizontal yang Lemah akibat fragmentasi kelembagaan (ego-sektoral) dan rendahnya Koherensi Sumber Daya karena prioritas politik jangka pendek (interests) mengalahkan visi jangka panjang (capacity). Rekomendasi mendesak adalah pembentukan mekanisme Tata Kelola Kolaboratif yang formal dan penguatan partisipasi masyarakat untuk memastikan program Agropolitan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi efektif di lapangan.