Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aplikasi Kontrak Jual Beli di Muka: Salam dan Istishna’ Pada Perbankan dalam Perspektif Ekonomi Islam Azizs, Abdul; Rosdaniah, Rosdaniah
Mubeza Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v11i1.54

Abstract

Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan manusia adalah melalui Jual beli, karena melalui jual beli kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Dalam jual beli terkadang muncul permasalahan yakni tidak tersedianya barang yang dibutuhkan, oleh karena itu terjadilah perjanjian/kontrak antara penjual dengan pembeli dalam upaya penyediaan barang, kesepakatan penyediaan barang di awal dalam bentuk Salam dan Istishna’ menjadi sebuah solusi. Aplikasi kegiatan ekonomi Salam dan Istishna’ sering tidak diketahui namanya, namun sering dipraktekkan, hal ini dimungkinkan karena namanya tidak familier dalam masyarakat. Pelaksanaan Salam dan Istishna’ perlu dilihat dari segi ekonomi Islam agar tidak menyimpang dan membawa berkah bagi pelakunya.
Peluang dan Tantangan Pasar Modal Syariah Rosdaniah, Rosdaniah; Azizs, Abdul
Mubeza Vol. 11 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/mbz.v11i2.59

Abstract

Pasar modal syariah adalah pasar modal yang seluruh mekanisme kegiatannya terutama mengenai emiten, jenis efek yang diperdagangkan, serta mekanisme perdagangannya sendiri telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Pasar modal berperan menjalankan dua fungsi secara simultan berupa fungsi ekonomi dengan mewujudkan pertemuan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana, dan fungsi keuangan dengan memberikan kemungkinan dan kesempatan untuk memperoleh imbalan bagi pemilik dana melalaui investasi. Pada fungsi keuangan, pasar modal berperan sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemdal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk membangun usaha, ekspansi, penambah modal kerja dan lain-lain
BUDAYA ALANG TULUNG BERET BEBANTU DALAM PENGELOLAAN LAHAN PERTANIAN PADA MASYARAKAT GAYO – ACEH TENGAH Rosdaniah, Rosdaniah; Hilliyani, Hilliyani
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah masih mempertahankan sistem pengolahan lahan pertanian dengan tradisi tolong menolong antara sesama petani untuk lebih memudahkan dalam proses mengolahan lahan pertanian dengan sistem atau istilah dalam bahasa Gayo disebut Alang Tulung Berat Bebantu. Tujuan alang tulung pada bidang pengolahan lahan pertanian pada masyarakat Gayo adalah untuk meningkatkan nilai siraturahim antara saudara, masyarakat dengan bekerjasama dan saling menguntungkan.
STRATEGI KOLABORASI LEMBAGA AMIL ZAKAT DENGAN PEMERINTAH DALAM PENCAPAIAN SDGS Silam, Muhammad Mochtar Mandala; Rosdaniah, Rosdaniah; Santoso, Cahyo Budi; Semmawi, Ramli; Syahril, Syahril
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, JANUARI 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i1.2183

Abstract

This study aims to analyze the collaborative strategy between zakat institutions and the government in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. The approach used was qualitative with descriptive research. Data were obtained through interviews, observation, and documentation, involving zakat institution managers, government officials, and beneficiaries (mustahik). Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, using triangulation techniques to ensure data validity. The results indicate that collaboration between zakat institutions and the government has contributed to poverty alleviation, increased access to education, and health services. However, this collaboration has not been optimal due to obstacles such as lack of coordination, lack of data integration, and differences in program approaches. Therefore, more effective strategic collaboration is needed through integration programs, strengthening integrated data systems, utilizing digital technology, and increasing human resource capacity. This study concludes that synergistic collaboration between zakat institutions and the government has significant potential for achieving the SDGs sustainably in Indonesia