Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Review : Pendekatan Metabolomik Untuk Authentifikasi Kehalalan Daging Berdasarkan Cara Penyembelihannya Maritha, Vevi; Kartini, Puri Ratna; Basy, Lukman La
Pharmed: Journal of Pharmaceutical Science and Medical Research Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pharmed.v6i2.17979

Abstract

Halal meat is a concern in many countries, including Indonesia. This is because halal meat can not only be accepted by Muslims but also by non-Muslims. The process of slaughtering meat is one of the critical points to authenticate the halalness of meat. Halal meat that is slaughtered not according to sharia will make meat that should be halal become non-halal. Therefore, a method is needed that is able to authenticate the halalness of meat based on the slaughter process, through a metabolomics approach. Metabolites are the result of gene expression with the environment so that the metabolites of meat slaughtered not according to sharia will be different from metabolites that are slaughtered according to sharia. To facilitate visualization of halal authentication, chemometric analysis is needed. Chemometrics will reduce a lot of metabolite data to be simpler so that it is easier to understand. The metabolomics approach combined with chemometrics will be an alternative method that can be used to authenticate the halalness of meat based on the slaughter process.
Health Awareness Education Through Blood Checking in Pharmacies Hermawatiningsih, Oktaviarika Dewi; Raising, Rahmawati; Basy, Lukman La; Maritha, Vevi
Jurnal IPMAS Vol. 4 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.4.3.2024.480

Abstract

Increasing public health awareness is one of the main challenges in the health sector in Indonesia. Pharmacies not only play a role as a place to get medicine, but also as a means of health services that can provide education and basic health checks for the community. This education aims to increase public awareness about the importance of health and teach ways to maintain and improve the quality of life. Pharmacies that adopt blood testing services as part of health education programs can help reduce the burden on larger health services, such as hospitals and clinics. The educational activity to the community carried out at Apotek X Madiun City which lasted for 2 hours received a good response from the surrounding community. Where there were 35 participants who took part in blood tests and also gave various types of questions related to health. So that the provision of education and information to increase health awareness can be carried out properly. Health awareness education through blood checks in pharmacies is a strategic step in improving the quality of public health. With the strategic role of pharmacies, blood testing services can be an entrance for people to be more concerned about their health conditions.
Potensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L. sebagai Sumber Pengobatan Skabies pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Surya, Nur Jannah Permata; Nugroho, Muhammad Arif; Andita, Aretta Safa; Kurniyawan, Farid Firnanda; Safitri, Nuril Qolbi; Lestari, Fajar Budi; Sukoco, Hendro; Basy, Lukman La; Haryadi, Fathur Rohman
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.69252

Abstract

Skabies pada kelinci yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei berdampak terhadap kesejahteraan hewan dan produktifitas. Pengobatan berbahan kimia berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dalam pengobatan skabies pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 35 sampel luka skabies pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Pemeriksaan mikroskopis kerokan kulit pada kelinci yang menunjukkan gejala klinis skabies untuk memastikan infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Skabies kelinci dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kemudian kelompok yang mendapat ekstrak daun sirsak konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, perlakuan diberikan setiap hari selama tujuh hari. Pengamatan dan parameter keberhasilan pengobatan skabies berdasarkan derajat scoring dari 3 parameter perubahan klinis kulit yang terdiri dari pertumbuhan rambut, keropeng, penebalan dan lipatan kulit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun sirsak memiliki efek penyembuhan pada skabies kelinci (Oryctolagus cuniculus).
Formulasi Emulgel Ekstrak Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) Menggunakan Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Aulia, Nabila; Basy, Lukman La; Dusra, Ety; Mewar, Dzulfikri; Malisngorar, Maritje S.J
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3205

Abstract

Daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Untuk meningkatkan efektivitas dan kenyamanan aplikasi topikal, ekstrak daun kopasanda diformulasikan dalam bentuk emulgel dengan Carbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak daun kopasanda menjadi emulgel serta mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 940 sebagai gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak daun kopasanda (Chromolaena odorata L.). Metode penelitian bersifat eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan variasi konsentrasi Carbopol 940 (0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%). Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan seluruh formula stabil secara organoleptik. Nilai pH rata-rata berada dalam rentang fisiologis kulit (F1 = 6; F2 = 5; F3 = 5; F4 = 5). Viskositas meningkat seiring kenaikan konsentrasi (F1 = 695 cps; F2 = 31.444 cps; F3 = 44.636,7 cps; F4 = 66.461,3 cps). Uji daya sebar rata-rata berkisar 6 cm (F1), 5,5 cm (F2), 5 cm (F3), hingga 4 cm (F4). Uji daya lekat menunjukkan peningkatan signifikan, dari 1,7 detik (F1), 2,6 detik (F2), 4,3 detik (F3) hingga 5,3 detik (F4). Analisis Kruskal-Wallis memperlihatkan perbedaan signifikan (p < 0,05) pada viskositas, daya sebar, pH dan daya lekat antar formula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kopasanda dapat diformulasikan menjadi emulgel yang stabil, dengan Carbopol 940 konsentrasi 1,5% sebagai formula paling optimal.
Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua Terkait Penggunaan Obat pada Balita Raising, Rahmawati; Hermawatiningsih, Oktaviarika Dewi; Basy, Lukman La; Maritha, Vevi; Hariningsih, Yetti
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i2.110

Abstract

Penggunaan obat pada bayi dan balita di tingkat rumah tangga masih sering tidak rasional dan berisiko menimbulkan kesalahan dosis, pemilihan obat, maupun cara pemberian, sehingga dapat berdampak pada keselamatan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang penggunaan obat yang tepat dan rasional pada balita melalui edukasi kesehatan terstruktur. Pengabdian dilaksanakan di Desa Kleco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan sasaran 30 orang tua yang memiliki balita usia 0–5 tahun. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi membaca label obat, demonstrasi pengukuran dosis sirup menggunakan sendok ukur/syringe oral, serta pembagian leaflet sebagai media pengingat di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, yang tercermin dari banyaknya pertanyaan terkait penentuan dosis, penggunaan antibiotik, dan penyimpanan obat. Secara kualitatif, orang tua melaporkan peningkatan pemahaman mengenai perbedaan obat resep dan obat bebas, pentingnya mengikuti aturan pakai, menghindari penggunaan antibiotik tanpa resep, serta menyimpan obat secara aman agar tidak terjangkau anak. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan yang sederhana, kontekstual, dan melibatkan kader serta bidan desa berpotensi meningkatkan literasi obat orang tua balita sebagai upaya pencegahan kesalahan penggunaan obat di rumah