Pratiwi, Dea Handika
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adopsi Teknologi sebagai Sumber Belajar SIG oleh Guru Geografi di Kabupaten Sukoharjo Widiyatmoko, Wahyu; Pratiwi, Dea Handika; Wibowo, Yunus Aris; Dewi, Ratih Puspita; Wardhani, Puspita Indra; Musiyam, Muhammad
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i02.76134

Abstract

Adopsi teknologi dalam pembelajaran menjadi suatu keharusan bagi guru, tidak terkecuali guru geografi. Adopsi teknologi dapat berupa pemanfaatan sumber belajar digital dalam pembelajaran geografi. Pemanfaatan sumber belajar digital oleh guru geografi sudah dilakukan oleh beberapa peneliti dan hasilnya tidak begitu menggembirakan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi teknologi dalam pembelajaran SIG oleh guru geografi di Kabupaten Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo dipilih karena wilayah ini berbatasan langsung dengan wilayah urban Surakarta dengan fasilitas pendukung digital yang baik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru geografi di Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 33 guru. Seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Pengukuran tingkat adopsi teknologi informasi oleh guru geografi di Kabupaten Sukoharjo dilakukan dengan menggunakan model The unified  theory of acceptance and use of  technology  (UTAUT). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar digital yang paling banyak digunakan oleh guru geografi dalam pembelajaran SIG adalah YouTube, disusul dengan sumber peta dan Google Earth. Tingkat adopsi teknologi pada pembelajaran SIG oleh guru geografi di Kabupaten Sukoharjo termasuk dalam kategori sedang dengan skor rata-rata 64,5. Hasil ini menunjukkan bahwa perlu adanya pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi dan sumber belajar digital untuk pembelajaran SIG bagi guru geografi di Kabupaten Sukoharjo.
ANALYSIS OF TOURIST TRAVEL PATTERNS TOWARD HEALTH CARE FACILITIES: (Case Study of Prambanan Sub-District, Klaten District) Hanifah, Nida; Pujianingsih, Marta Nilasari Catur; Pratiwi, Dea Handika; Fahmi, Linta Alfi; Anhari, Fathurohim; Albayani, Thoriq
Geosfera Indonesia Vol. 3 No. 2 (2018): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v3i2.7845

Abstract

One of the sectors that are closely related and reasonably determining for the growth and development of the tourism sector is the health sector. The aim of this research was to a) know the affordability of health care facilities from tourism Prambanan and Plaosan Temple, b) to know the travel patterns of tourists headed for healthcare facilities. This research uses qualitative descriptive method by using data collection observation techniques, documentation, and data analysis using network analysis. The network analysis method that used is the closest facility. The results of this research show that a) the affordability of the nearest health service facility from the Plaosan Temple object is Kebondalem Lor Puskesmas which is traveled by 1.7 km distance and takes about 4 minutes from the location of Plaosan Temple, while the closest health service facility from the Prambanan Temple is Prambanan Puskesmas which is taken with distance of 5.3 km and travel time 14 minutes from location of Prambanan Temple. to be known travelers can use private vehicles at tourism Plaosan Temple, because the attractions have a radius of 1.7 km. While on the tourist object of tourism Prambanan Temple can not use private vehicle because the mileage exceeds 3 km, and b) The travel pattern of tourists to health care facilities is categorized good, because the tourists can access health services with the nearest route and adequate facilities. Keywords: Travel Patterns, Health Facilities, Network Analysis ReferencesAnwar, A. (2010). Introduction to Health Administration.Jakarta: Binarupa Aksara.Groenou, M. V., & Tilburg, T. V. (1975). Network Anaysis. Vrije Universitet, Amsterdam, The Netherland.Kuntarto, A., & Purwanto, T. H. (2012). Use of Geographic Information Network Analysis System for Route Planning Tourists in Sleman. Journal of The Earth Indonesia of Vol 1 Number 2, 141.Laksono, A. D., & dkk. (2016). The accessibility of health service in Indonesia. Yogyakarta: KANISIUS PT.Law number. 36 Year 2009 About HealthLaw number. 47 Year 2016 About Health Facilities.Moeleong, L. (2002). Qualitative Research Methods. Bandung: Teens Rosdakarya.Muta'ali, L. (2013). Regional and City Spatial Planning (Tinjauan Normatif-Teknis). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG) Gadjah Mada University.Narsid, S. (1988). Development Geography. Jakarta: Space.O.Z, T. (1997). Transport Planning and Modeling. Bandung: Institut Teknologi Bandung. Copyright (c) 2018 Geosfera Indonesia Journal and Department of Geography Education, University of Jember Copyright Notice This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License