Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SINTESIS DAN KARAKTERISASI BENTONIT Asep Supriatna, ; Ahmad Mudzakir, ; Adam Nugraha,
Matematika dan Sains Vol 17, No 2 (2010)
Publisher : Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research about modification of bentonite using fatty imidazolinium had been done. Three kind fatty imidazolinium iodide compound succeeded to be synthezed using microwave irradiation method with various R substituents, namely 2-cis-oleil-imidazolinium iodide (surf1) with R = cis-รน-9-CH3(CH2)16-CH2-, 2-stearil-2-imidazolinium iodide (surf2) with R = CH3(CH2)16-CH2-, and 2-palmitil-2-imidazolinium iodide (surf3) with R = CH3(CH2)14-CH2-. Their characteristics were analyzed using FTIR and TG/DTA. Thermal stability analysis showed that Stear-Imz/NaMMT, Pal-Imz/NaMMT , and cis-Ole-Imz/NaMMT dicomposed at 441,9oC; 406,9oC; and 441,8 oC, respectively.3(CH2)16-CH2-, 2-stearil-2-imidazolinium iodide (surf2) with R = CH3(CH2)16-CH2-, and 2-palmitil-2-imidazolinium iodide (surf3) with R = CH3(CH2)14-CH2-. Their characteristics were analyzed using FTIR and TG/DTA. Thermal stability analysis showed that Stear-Imz/NaMMT, Pal-Imz/NaMMT , and cis-Ole-Imz/NaMMT dicomposed at 441,9oC; 406,9oC; and 441,8 oC, respectively.
Analisis Potensi Tanah Longsor di Jalan Raya Cikajang Pameungpeuk Daerah Batu Numpang Adam Nugraha; Adi Syusetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.881

Abstract

Bencana tanah Longsor ialah bencana alam yang menjadikan dapat mengakibatkan kehilangan tempat tinggal maupun kehilangan nyawa serta rusaknya insfraktuktur menyeluruh yang sangat mempengaruhi dengan situasi social serta perekonomian. Umumnya terjadinya longsoran di sebabakan dengan beberapa faktor secara alami dan kegiatan manusia. Analisis pengamatan memberikan manfaat untuk mengantisipasi serta pencegahan terjadinya pergerakan tanah longsor, serta menginformasi mengenai daerah kerawanan longsoran di Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang Kabupaten Garut. Metodologi dalam penelitian ialah menggunakan metode kuantitatif serta deskriptif. Pendataan dipergunakan pada proses analisis ini dengan pencitraan DEM pada tahunan 2014, didukung pendataan lainya, dengan pemetaan wilayah RBI digitalisasi Kecmatan Cikajang dan Banjarwangi tahun 2006, bahwa untuk parameter rawan longsor yang digunakan mengacu pada (PVMBG) curah hujan, kemiringan kelerenganyah, ketinggian lereng dan jenis tanahnyah, penguna wilayah.Mengelola setiap pendataan, analisa menggunakan metode informasi Geografiis software (SIG) dengan metode serta mengoptimalkan tumpangan dan penyususun (overlay), serta menilai skor dan menggunakan permodelan skoring serta pembobotan tiap peta parameter tersebut. jumlah skoring dari analisis memperlihatkan kondisi fisik Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang ada beberapa titik sebaran longsor sebanyak 6 kejadian dari tahun 2018-Agustus 2020 memiliki tingkat kerawanan longsor kategori rawan ada 3 titik, kategori kurang rawan 2 titik dan kategori sangat rawan ada 1 titik.
Analisis Potensi Tanah Longsor di Jalan Raya Cikajang Pameungpeuk Daerah Batu Numpang Adam Nugraha; Adi Syusetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.881

Abstract

Bencana tanah Longsor ialah bencana alam yang menjadikan dapat mengakibatkan kehilangan tempat tinggal maupun kehilangan nyawa serta rusaknya insfraktuktur menyeluruh yang sangat mempengaruhi dengan situasi social serta perekonomian. Umumnya terjadinya longsoran di sebabakan dengan beberapa faktor secara alami dan kegiatan manusia. Analisis pengamatan memberikan manfaat untuk mengantisipasi serta pencegahan terjadinya pergerakan tanah longsor, serta menginformasi mengenai daerah kerawanan longsoran di Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang Kabupaten Garut. Metodologi dalam penelitian ialah menggunakan metode kuantitatif serta deskriptif. Pendataan dipergunakan pada proses analisis ini dengan pencitraan DEM pada tahunan 2014, didukung pendataan lainya, dengan pemetaan wilayah RBI digitalisasi Kecmatan Cikajang dan Banjarwangi tahun 2006, bahwa untuk parameter rawan longsor yang digunakan mengacu pada (PVMBG) curah hujan, kemiringan kelerenganyah, ketinggian lereng dan jenis tanahnyah, penguna wilayah.Mengelola setiap pendataan, analisa menggunakan metode informasi Geografiis software (SIG) dengan metode serta mengoptimalkan tumpangan dan penyususun (overlay), serta menilai skor dan menggunakan permodelan skoring serta pembobotan tiap peta parameter tersebut. jumlah skoring dari analisis memperlihatkan kondisi fisik Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang ada beberapa titik sebaran longsor sebanyak 6 kejadian dari tahun 2018-Agustus 2020 memiliki tingkat kerawanan longsor kategori rawan ada 3 titik, kategori kurang rawan 2 titik dan kategori sangat rawan ada 1 titik.
Analisis Potensi Tanah Longsor di Jalan Raya Cikajang Pameungpeuk Daerah Batu Numpang Adam Nugraha; Adi Syusetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.881

Abstract

Bencana tanah Longsor ialah bencana alam yang menjadikan dapat mengakibatkan kehilangan tempat tinggal maupun kehilangan nyawa serta rusaknya insfraktuktur menyeluruh yang sangat mempengaruhi dengan situasi social serta perekonomian. Umumnya terjadinya longsoran di sebabakan dengan beberapa faktor secara alami dan kegiatan manusia. Analisis pengamatan memberikan manfaat untuk mengantisipasi serta pencegahan terjadinya pergerakan tanah longsor, serta menginformasi mengenai daerah kerawanan longsoran di Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang Kabupaten Garut. Metodologi dalam penelitian ialah menggunakan metode kuantitatif serta deskriptif. Pendataan dipergunakan pada proses analisis ini dengan pencitraan DEM pada tahunan 2014, didukung pendataan lainya, dengan pemetaan wilayah RBI digitalisasi Kecmatan Cikajang dan Banjarwangi tahun 2006, bahwa untuk parameter rawan longsor yang digunakan mengacu pada (PVMBG) curah hujan, kemiringan kelerenganyah, ketinggian lereng dan jenis tanahnyah, penguna wilayah.Mengelola setiap pendataan, analisa menggunakan metode informasi Geografiis software (SIG) dengan metode serta mengoptimalkan tumpangan dan penyususun (overlay), serta menilai skor dan menggunakan permodelan skoring serta pembobotan tiap peta parameter tersebut. jumlah skoring dari analisis memperlihatkan kondisi fisik Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang ada beberapa titik sebaran longsor sebanyak 6 kejadian dari tahun 2018-Agustus 2020 memiliki tingkat kerawanan longsor kategori rawan ada 3 titik, kategori kurang rawan 2 titik dan kategori sangat rawan ada 1 titik.
Analisis Potensi Tanah Longsor di Jalan Raya Cikajang Pameungpeuk Daerah Batu Numpang Adam Nugraha; Adi Syusetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.074 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.881

Abstract

Bencana tanah Longsor ialah bencana alam yang menjadikan dapat mengakibatkan kehilangan tempat tinggal maupun kehilangan nyawa serta rusaknya insfraktuktur menyeluruh yang sangat mempengaruhi dengan situasi social serta perekonomian. Umumnya terjadinya longsoran di sebabakan dengan beberapa faktor secara alami dan kegiatan manusia. Analisis pengamatan memberikan manfaat untuk mengantisipasi serta pencegahan terjadinya pergerakan tanah longsor, serta menginformasi mengenai daerah kerawanan longsoran di Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang Kabupaten Garut. Metodologi dalam penelitian ialah menggunakan metode kuantitatif serta deskriptif. Pendataan dipergunakan pada proses analisis ini dengan pencitraan DEM pada tahunan 2014, didukung pendataan lainya, dengan pemetaan wilayah RBI digitalisasi Kecmatan Cikajang dan Banjarwangi tahun 2006, bahwa untuk parameter rawan longsor yang digunakan mengacu pada (PVMBG) curah hujan, kemiringan kelerenganyah, ketinggian lereng dan jenis tanahnyah, penguna wilayah.Mengelola setiap pendataan, analisa menggunakan metode informasi Geografiis software (SIG) dengan metode serta mengoptimalkan tumpangan dan penyususun (overlay), serta menilai skor dan menggunakan permodelan skoring serta pembobotan tiap peta parameter tersebut. jumlah skoring dari analisis memperlihatkan kondisi fisik Jalan raya Cikajang-Pameungpeuk di daerah Batu tumpang ada beberapa titik sebaran longsor sebanyak 6 kejadian dari tahun 2018-Agustus 2020 memiliki tingkat kerawanan longsor kategori rawan ada 3 titik, kategori kurang rawan 2 titik dan kategori sangat rawan ada 1 titik.
PERAN KOMISI I DPR RI DALAM MEMBANTU PENYELESAIAN KASUS PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DI LUAR NEGERI M Nurkholis; Ermas Ratu Malika; Adam Nugraha; Saepul Umar
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Desember 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i12.1429

Abstract

Protection of Indonesian Migrant Workers (PMI) abroad is a constitutional obligation of the state, stemming from the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and further elaborated in Law Number 18 of 2017 concerning the Protection of Indonesian Migrant Workers. In its implementation, the protection of PMI involves various state institutions, both executive and legislative. The House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR RI), through Commission I, which oversees foreign relations and diplomacy, plays a strategic role in carrying out its oversight function, parliamentary diplomacy, and policy facilitation in resolving PMI cases abroad. However, the high number of problematic PMI cases, particularly in destination countries such as the Middle East, indicates a persistent gap between legal norms and protection practices in the field. This study aims to analyze the role of Commission I of the DPR RI in assisting in resolving PMI cases abroad and to assess the effectiveness of existing legal regulations in supporting this role. This research uses a normative legal research method with a statute approach and a conceptual approach. The legal materials analyzed include the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Law Number 17 of 2014 concerning the People's Consultative Assembly (MPR), the House of Representatives (DPR), the Regional Representatives Council (DPD), and the Regional People's Representative Council (DPRD), Law Number 18 of 2017 concerning the Protection of Indonesian Migrant Workers, and relevant legal regulations and doctrines. The research results indicate that, normatively, existing legal arrangements provide sufficient authority for Commission I of the Indonesian House of Representatives (DPR RI) to carry out its role as a supervisor and facilitator in resolving cases involving Indonesian migrant workers abroad. This role is realized through political oversight mechanisms, parliamentary diplomacy, and the provision of policy recommendations to the government and relevant ministries. However, the effectiveness of these legal arrangements in practice remains suboptimal due to the non-binding nature of DPR recommendations, weak inter-institutional coordination, and the DPR's limited authority in the technical and operational spheres. Therefore, strengthening the regulatory framework and institutional mechanisms is necessary to ensure that Commission I's role is not only normative and legitimate but also has a more effective driving force in ensuring the ongoing legal protection of Indonesian migrant workers abroad.