Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hadis Tarbawi: Studi Analisis Hadis Perintah Sholat di Tinjau dari Perspektif Pendidikan Agama Islam Kanus, Oktari; Wardefi, Riza; Saerozi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15026

Abstract

Pada dasarnya setiap orang tua menginginkan anaknya terdidik dan berkembang secara sempurna, sehat, kuat, berketerampilan, cerdas, dan beriman. Islam memerintahkan kepada kedua orang tuanya untuk memberikan pendidikan kepada anaknya. Salah satu pendidikan anak yang diperintahkan kepada kedua orang tua melalui hadis Nabi adalah pendidikan shalat.shalat merupakan ibadah yang sangat penting, termasuk salah satu pilar rukun Islam, yakni sebuah ibadah yang ditujukan kepada Allah SWT dengan kata-kata dan tindakan tertentu, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi. Shalat juga merupakan ibadah yang berkaitan dengan relasi antar manusia dan Tuhan yang bersifat universal. Penelitian ini bertujuanuntuk medeskripsikan dan mengkaji secara mendalam pentingnya ibadah sholat. Sumber data diperoleh dengan menggunakan pendekatan library research (studi kepustakaan) melalui berbagai sumber buku, naskah-naskah, jurnal yang bersumber dari khazanah kepustakaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: pertama, sholat merupakan ibadah yang sangat penting. Kedua, deskripsi hadis tentang perintah sholat. Dan ketiga, usia perintah sholat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi masyarakat bahwa sholat itu sangat penting.
The Internalization of Tabayyun Values in the Merdeka Curriculum: A Study of the PAI Subject at Pertiwi 2 Padang High School Ilman, Mhd Zidni; Kanus, Oktari
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1627

Abstract

The development of digital technology has increased the flow of information, which is not always verified, requiring students to adopt a critical and cautious attitude towards information. From the perspective of Islamic education, the value of tabayyun (verification) becomes an important principle in fostering critical, objective, and responsible attitudes. This study aims to analyze the process of internalizing the value of tabayyun in Islamic Religious Education (PAI) learning based on the Merdeka Curriculum, the strategies employed by PAI teachers to instill it, and the supporting and inhibiting factors. This research uses a qualitative approach with a case study method at Pertiwi 2 Padang High School. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, using triangulation. The results show that the internalization of tabayyun values occurs through stages of value transformation, value transaction, and value transinternalization, which are implicitly integrated into critical thinking learning. Supporting factors include school policies that support character education, a conducive religious environment, and adequate digital facilities, while inhibiting factors include students' low interest in social issues, limited learning time, and uneven teacher understanding of the Merdeka Curriculum.
Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Guru TPQ Berantas Rendahnya Literasi al-Qur'an di Aur Duri, Surantih Kanus, Oktari; Halomoan , Halomoan; Rahmi Wiza; Rahmat Fauzi; Ahmad Saerozi; Nazwa Fitria Habibah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1395

Abstract

Permasalahan utama di Kenagarian Aur Duri, Kecamatan Surantih, Pesisir Selatan, adalah rendahnya literasi al-Qur'an yang dipicu oleh kualitas pembelajaran TPQ yang belum memadai. Guru-guru TPQ masih menerapkan proses pembelajaran yang sederhana dan kurang efektif, tanpa didukung media, kurikulum, dan bahan ajar yang terstruktur. Secara empiris, kondisi ini terkonfirmasi dari asesmen awal yang menunjukkan bahwa 75% guru belum memiliki kompetensi mengajar yang layak dan diperparah oleh ketiadaan lembaga manajemen yang menaungi perkumpulan guru TPQ di nagari tersebut. Menanggapi permasalahan ini, Program pengabdian masyarakat ini menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Guru TPQ. Metode Kegiatan yang digunakan meliputi seminar, sesi praktik (simulasi mengajar), dan diskusi terfokus mengenai teknik pembelajaran al-Qur'an modern, penyusunan bahan ajar, serta perintisan struktur manajemen lembaga TPQ. Hasil dari kegiatan ini membuktikan peningkatan kompetensi guru secara signifikan. Peningkatan ini ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata skor post-test sebesar 30 poin dan keberhasilan 90% peserta dalam menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta mengenai urgensi pembentukan lembaga manajemen TPQ. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa intervensi melalui pelatihan yang didukung data empiris merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas guru dan manajemen lembaga TPQ, yang menjadi fondasi utama untuk memberantas rendahnya literasi al-Qur'an di Kenagarian Aur Duri secara berkelanjutan.