Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi remaja tentang pengenalan jenis perilaku bullying di sekolah melalui metode role plays Sapariah Anggraini; Selly Kresna Dewi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2023): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i1.6880

Abstract

[Bahasa]: Kasus bullying yang menimpa siswa di sekolah merupakan fenomena yang marak terjadi di dunia pendidikan sekarang ini. Perilaku bullying masih dianggap sebagai sesuatu yang biasa sehingga merugikan korban. Salah satu penyebabnya adalah siswa yang belum mengetahui jenis-jenis perilaku bullying. Oleh karenanya, perlu adanya suatu intervensi berupa kegiatan untuk mengenalkan siswa terkait jenis-jenis perilaku bullying. Program edukasi dengan metode role plays dirancang untuk memudahkan siswa memahami apa saja jenis perilaku bullying. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada siswa terkait bullying dengan menggunakan metode role plays dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku bullying. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui power point dan video, serta aplikasi tindakan melalui role plays. Evaluasi berupa tanya jawab secara langsung saat penyampaian materi dan memberikan feedback terhadap role plays yang sudah dibuat oleh siswa. Pretest dan posttest dengan kuesioner diberikan pada sesi awal dan akhir kegiatan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sesudah diberikan edukasi dengan metode role plays sebesar 12 siswa (40%) masuk kedalam kategori pengetahuan baik, 13 siswa (44%) masuk dalam kategori pengetahuan cukup dan sebanyak 5 siswa (16%) masuk dalam kategori pengetahuan kurang. Dengan demikian edukasi melalui metode role plays terkait pengenalan jenis perilaku bullying dapat menjadi alternatif intervensi untuk membantu guru dan pihak sekolah dalam mensosialisasikan program anti bullying di sekolah. Kata Kunci: bullying, edukasi, remaja, role plays, sekolah [English]: Bullying cases against students in schools are a rampant phenomenon in education. Bullying is still considered an acceptable behaviour that can harm the victims. One of the reasons is that students do not know the types of bullying behaviour. Therefore, there is a need for an intervention programme to introduce students to the types of bullying behaviour. An educational program using the role plays method was designed to make it easier for students to understand what types of bullying behaviour are. This community service aims to provide education to students related to bullying by using the role plays method to increase students’ knowledge about bullying behaviour. The methods used include material delivery through power points and videos, as well as action application through role plays. The evaluation was carried out by direct question and answer during the delivery of material and providing feedback on role plays made by students. Pretests and posttests with questionnaires were given at the beginning and end of the activity. The results show an increase in knowledge after being given education with the method role plays 12 students (40%) fall into the category of good knowledge, 13 students (44%) fall into the category of sufficient knowledge, and as many as 5 students (16%) fall into the category of poor knowledge. Thus education through the method role plays regarding behaviour recognition bullying can be an alternative intervention to help teachers and the school socialise the anti-corruption program against bullying at school. Keywords: bullying, education, youth, role plays, school
OPTIMALISASI PENYULUHAN KESEHATAN DALAM KOMUNITAS REMAJA INDONESIA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Selly Kresna Dewi; Sapariah Anggraini; Gertrudis Tutpai
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.14775

Abstract

ABSTRAKRemaja adalah generasi masa depan yang akan memimpin dan membawa perkembangan suatu negara kedepannya. Di Indonesia angka pernikahan usia dini, pergaulan bebas seperti seks bebas dan narkoba masih menjadi masalah yang setiap tahunnya meningkat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan mengoptimalisasi kesehatan dalam komunitas remaja Indonesia tentang kesehatan reproduksi untuk menguatkan pemahaman mereka pentingnya memahami kesehatan reproduksi secara komfrehensif. Penyuluhan kesehatan dilaksanakan online dengan zoom meeting terhadap 167 remaja yang tersebar diseluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi tentang tumbung kembang remaja, bahaya pernikahan dini, penyuluhan tentang bahaya seks bebas, kehamilan dan perilaku aborsi dikalangan remaja. Pada kegiatan ini didapatkan 167 remaja memiliki pengetahuan baik sebesar 98%. Remaja membutuhkan informasi yang benar dan dari orang yang tepat sehingga informasi yang diterima benar dan remaja dapat berprilaku dengan baik, sehingga perlu adanya pendampingan terhadap remaja untuk mencari informasi yang valid dan perlunya penguatan dari orangtua terkait pentingnya mengenal perkembangan remaja Kata kunci: kesehatan reproduksi; penyuluhan; remaja ABSTRACTTeenagers are the future generation who will lead and bring the development of a country in the future. In Indonesia, the number of early marriages, promiscuity such as free sex and drugs is still a problem that increases every year. Therefore, it is necessary to optimize health in the Indonesian adolescent community about reproductive health to strengthen their understanding of the importance of understanding reproductive health comprehensively. Health counseling was carried out online with zoom meetings for 167 adolescents spread throughout Indonesia. The methods used are lectures and discussions about adolescent development, the dangers of early marriage, counseling about the dangers of free sex, pregnancy and abortion behavior among adolescents. In this activity, 167 adolescents had good knowledge of 98%. Adolescents need the right information and from the right people so that the information received is correct and adolescents can behave properly, so there is a need for assistance to adolescents to find valid information and the need for reinforcement from parents related to the importance of recognizing adolescent development. Keywords: reproductive health; extension; adolescent
Pengaruh Personal Safety Skill terhadap Self Awareness Mahasiswa sebagai Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus Dewi, Selly Kresna; Tutpai, Gertrudis
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5481

Abstract

Kekerasan seksual merupakan isu terbesar sampai saat ini. Perguruan tinggi sebagai entitas yang diharapkan menjadi tempat aman dari berbagai perilaku kekerasan seksual. Personal safety skill adalah suatu pendidikan yang diajarkan kepada mahasiswa mengenai apa yang dilakukan, jika terjadi situasi yang membahayakan mereka dan menjaga diri agar tetap aman. Tujuan penelitian ini menganalisa Pengaruh personal safety skill terhadap peningkatan self awareness mahasiswa keperawatan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual. Penelitian kuantitatif desain eksperimental one group pretest postest. Sampel penelitian mahasiswa keperawatan semester 2 berjumlah 48 orang. Pengambilan sampel teknik Purposive Sampling. Uji statistic Wilcoxon. Kueisoner Self Awareness. Ethical Clearence No. 115/KEPK-SI/IV/2024. Hasil penelitian perbedaan personal safety skill sebelum dan sesudah perlakuan terhadap peningkatan self awareness mahasiswa keperawatan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual dengan taraf signifikansi p value 0.00. Pemberian pendidikan kesehatan personal safety skill perlu terus dilakukan dilingkungan kampus, sehingga adanya Satgas PPKS dapat membuat jadwal rutin untuk memberikan personal safety skill kepada seluruh civitas akademika.
Pengetahuan dan Kesiapan Mahasiswa Profesi Ners dalam Penerapan Evidence Based In Nursing pada Stase Keperawatan Maternitas dan Pediatrik Dewi, Selly Kresna; Martini, Margareta; Anggraini, Sapariah
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i1.1227

Abstract

Nursing is an integral part of health services, so professional services are the final product of nursing care. The application of Evidence Based Practice in nursing care helps answer the needs and challenges of professional nurses in developing their independent care. Nursing professional students are change agents in the world of nursing to be able to change care for the better so that services become more optimal. The basis for implementing EBP is the education they had during academics, so this research aims to see a picture of students' knowledge and readiness in implementing EBPN at the maternity and pediatric stages. This research is quantitative descriptive, with a total sampling of 30 respondents, and has passed an ethical review and uses a knowledge and readiness questionnaire. The data analysis used is Univariate and the results of this research state that students' knowledge is still lacking (70%) and their readiness is still lacking (53.3% ). The Evidence Based Practice in Nursing course at the undergraduate nursing education level is very necessary to increase students' knowledge and readiness to become change agents, so in this course there are more tricks to make it easier for students to learn EBPN more easily and there are internal workshops for institutions to strengthen independent intervention nurses based on EBPN.
Pentingnya keterampilan personal safety skill untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam upaya pencegahan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Dewi, Selly Kresna; Martini, Margareta; Trihandini, Bernadeta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23575

Abstract

AbstrakKejadian kekerasan dan pelecehan seksual dilingkungan kampus mencapai 38% menurut data CATAHU Komnas Perempuan (2015-2021), hal ini menjadi perhatian bagi semua civitas akademika untuk mencegah dan menanggulanginya. Institusi pendidikan merupakan tempat yang wajib memberikan keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Hal ini juga diatur dalam permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Sehingga tujuan dari kegiatan ini ingin memberikan suatu keterampilan personal safety skill untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa sebagai salah satu upaya pencegahan pelecehan seksual dilingkungan kampus. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan april 2024 selama 2 kali pertemuan  dengan jumlah 48 mahasiswa semester 2 STIKES Suaka Insan Banjarmasin. Pertemuan pertama mengukur kemampuan mahasiswa terlebih dahulu, dilanjutkan dengan memberikan ceramah & Video tentang kekerasan seksual dan praktik langsung tentang personal safety skill (Recognize, Resist dan Report), kemudian pertemuan selanjutnya 3 minggu kemudian dilakukan evaluasi kembali dengan mahasiswa terkait pengetahuannya. Hasil kegiatan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan yaitu dari yang tadinya pengetahuannya hanya 60% menjadi 98% setelah diberikan pembelajaran terkait personal safety skill. Hal ini menunjukkan bahwa personal safety skill ini dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan pelecehan seksual dan sarannya tidak hanya diberikan kepada mahasiswa tetapi kepada semua civitas akademika STIKES Suaka Insan dikarenakan kejadian pelecehan seksual semua orang bisa menjadi korban atau sebaliknya pelaku. Kata kunci: pengetahuan; personal safety skill; pelecehan seksual. AbstractIncidents of sexual violence and harassment in the campus environment reached 38% according to CATAHU data from the National Commission on Violence Against Women (2015-2021)in Indonesian, this is a concern for all academics to prevent and overcome it. Educational institutions are places that must provide security and comfort in the teaching and learning process. This is also regulated in Permendikbudristek No. 30 of 2021 concerning the prevention and handling of sexual violence in higher education. So the purpose of this activity is to provide personal safety skills to increase student knowledge as an effort to prevent sexual harassment in the campus environment. This activity was carried out starting in April 2024 for 2 meetings with 48 2nd semester students of STIKES Suaka Insan Banjarmasin. The first meeting measures students' abilities first, followed by giving lectures & videos about sexual violence and direct practice on personal safety skills (Recognize, Resist and Report), then the next meeting 3 weeks later is re-evaluated with students regarding their knowledge. The results from this activity were a significant increase in knowledge, namely from previously only 60% knowledge to 98% after being provided with learning related to personal safety skills. This shows that this personal safety skill can be used as an effort to prevent sexual harassment in the campus environment and the advice is not only given to students but to all academic members of STIKES Suaka Insan because in incidents of sexual harassment everyone can become a victim or vice versa as a perpetrator. Keywords: knowledge; personal safety skill; violence.