Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Upaya Menggali Potensi Siswa di SDIT Cordova Samarinda Khairani, Misbahul; Susanto, Susanto; Muyasaroh, Muyasaroh
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 4 (Oktober 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i4.2412

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan dibanyak sekolah-sekolah untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Hal ini mengacu pada Permendikbud RI Nomor 62 Tahun 2014. Demikian pula di SDIT Cordova Samarinda yang telah cukup lama memfasilitasi siswanya dengan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Atas dasar adanya kegiatan ini maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh apa saja jenis kegiatan ekstrakurikuler di SDIT Cordova Samarinda, kemudian potensi apa saja yang dapat digali melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDIT Cordova Samarinda, Serta bagaimana peran kegiatan ekstrakurikuler dalam upaya menggali potensi siswa di SDIT Cordova Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (descriptive reserch) dengan pendekatan kualitatif, yang mana dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena dan kenyataan yang terjadi yaitu dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Dilihat dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa jenis kegiatan ada empat belas jenis kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah SDIT Cordova Samarinda yang memiliki peran dalam menggali potensi siswa yaitu latihan biola, menari, taekwondo putra/putri, basket, thifan putra/putri, dokter kecil, seni baca al-Qur’an, futsal, English club, melukis, catur, serta teater. Sedangkan potensi yang digali melalui kegiatan ekstrakurikuler terdapat tiga potensi, yaitu: a) Potensi Fisik siswa yang digali melalui melalui kegiatan ekstrakulikuler di SDIT Cordova yaitu olah raga seperti futsal, basket Thifan putra dan putri serta tekwondo. Hal ini menjaga stamina fisik atau jasmani siswa lebih sehat dan kuat sehingga lebih produktif dalam mengikuti proses pembelajaran setiap harinya, b) Potensi Intelektual siswa yang digali melalui kegiatan ekstrakurikuler di SDIT Cordova yaitu Englis Club dan Catur. Dengan memperkuat kecerdasan dan kemampuan siswa dalam berfikir. c) Potensi Khusus/Bakat. Kemampuan khusus atau bakat yang digali melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti: teater, melukis, menari, dan seni baca Al-Qur’an.  
From Teacher to Facilitator: The Role of Educators in Supporting Heutagogical Practices in Higher Education Khairani, Misbahul; Huda, Nurul; Razak, Faisal; Wulan, Dyah Retno
Journal Neosantara Hybrid Learning Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnhl.v3i1.2173

Abstract

The rapid evolution of educational paradigms in the 21st century has underscored the necessity for a shift from traditional teacher-centered instruction to more learner-driven approaches, such as heutagogy. Heutagogy emphasizes self-determined learning, where learners are empowered to take control of their educational journey. This study aims to explore the evolving role of educators in higher education as they transition from knowledge transmitters to facilitators of autonomous learning within heutagogical frameworks. Employing a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and focus group discussions involving 15 university lecturers across various disciplines. Thematic analysis revealed that educators play a pivotal role in designing flexible learning environments, fostering learner agency, and integrating digital tools to support independent learning pathways. Challenges identified include institutional constraints, limited professional development, and resistance to pedagogical change. However, the findings indicate that with proper training and institutional support, educators can effectively adapt their roles to facilitate heutagogical practices. The study concludes that the transformation of educators into facilitators is crucial for nurturing self-determined learners capable of navigating complex and dynamic knowledge landscapes.
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Nugraha , Markus Asta Patma; Handayani, Fitriah; Arifian, Naf'an; Nurzaima, Nurzaima; Khairani, Misbahul; Lengam, Rino
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26887

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi fenomena yang tidak terelakkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi dampak penggunaan media sosial dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi melalui metode studi literatur. Dengan fokus pada interaksi mahasiswa-dosen, motivasi belajar, dan akses terhadap sumber daya pembelajaran digital, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang peran media sosial dalam transformasi pendidikan tinggi. Dari hasil analisis literatur, ditemukan bahwa penggunaan media sosial mendorong terjadinya interaksi mahasiswa-dosen yang lebih intensif di luar ruang kelas. Grup diskusi online dan forum akademis menciptakan lingkungan pembelajaran terbuka dan kolaboratif. Selain itu, media sosial juga memengaruhi motivasi belajar mahasiswa dengan memberikan dukungan untuk partisipasi aktif dalam diskusi, tugas, dan kegiatan akademis lainnya. Namun, tantangan juga muncul seiring dengan keuntungan tersebut. Distraksi dan penggunaan media sosial yang tidak produktif dapat menghambat fokus mahasiswa dalam tugas akademis utama. Selain itu, distribusi akses yang tidak merata terhadap sumber daya pembelajaran online menyoroti perlunya memastikan ketersediaan dan kesetaraan akses bagi seluruh mahasiswa. Sebagai kata kunci dalam merancang strategi pembelajaran berbasis media sosial, perlu diperhatikan pedoman penggunaan yang terstruktur serta pelatihan untuk mahasiswa dan dosen terkait manajemen waktu dan penggunaan yang produktif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang kebijakan dan pedoman yang mendukung penggunaan media sosial secara efektif di lingkungan perguruan tinggi, menciptakan pengalaman pembelajaran yang inovatif dan responsif.