Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BIMBINGAN PENGUATAN MODAL SOSIAL BAGI GENERASI MUDA KELUARGA NELAYAN DI DESA BAJO INDAH KEC. SOROPIA KAB. KONAWE Rusli, Muhammad; Arsyad, Muhammad; Juhaepa, Juhaepa; Supiyah, Ratna; Sarpin, Sarpin; Fitriyanti, Desi
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 1, No 2 (2020): Vol. 1, No. 2 Mei (2020): ANOA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.031 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v1i2.12118

Abstract

Pembimbingan penguatan modal sosial generasi muda Bajo dilatarbelakangi pemikiran bahwa etnis Bajo yang dikenal sebagai nelayan tangguh dan unik sekaligus memberi sumbangsih terhadap ketersediaan ikan untuk kebutuhan pokok masyarakat di mana eksistensinya sangat ditentukan oleh modal sosialnya. Oleh karena modal sosial perlu diwarisi dan diperkuat oleh generasi Bajo itu sendiri. Melalui ceramah dan diskusi dalam kelompok kecil diperoleh kesimpulan bahwa hampir semua generasi muda yang dibimbing telah menyadari pentingnya modal sosialnya dan perlu mewarisi modal sosial, seperti kebanggaan untuk menjadi nelayan, trust (saling percaya), saling membantu dan kerja sama serta etos kerja yang selama ini menjadi ciri masyarakat Bajo. Umumnya mereka bertekad untuk menjaga modal sosial yang disebutkan di atas karena melihat manfaat, baik untuk kesejahteraan keluarganya maupun untuk kepentingan mendukung program wisata dimana budaya Bajo yang unik seperti kemampuan menyelam dan perempuan nelayan Bajo yang dapat melaut menggunakan perahu lepa sendirian dengan hanya menggunakan dayung dan layar menelusuri laut mencari hasil laut.
UJI TOKSISITAS BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) TERHADAP LARVA UDANG EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DAN REFLUKS Fitriyanti, Desi; Tutik, Tutik; Ulfa, Ade Maria
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8386

Abstract

Kulit bawang merah telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena kemampuannya menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker dan aterosklerosis. Kulit Bawang merah mengandung senyawa-senyawa yang dipercaya berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan seperti kuersetin yang bertindak sebagai agen untuk mencegah sel kanker. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji toksisitas ekstrak metanol kulit bawang merah terhadap larva udang laut Artemia Salina Leach dengan metode ekstraksi sokletasi dan refluks. Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan dalam skrining untuk menentukan sifat toksik suatu ekstrak secara in vivo. Hasil uji toksisitas ekstrak metanol terhadap Artemia Salina Leach dinyatakan dengan nilai LC50 164.441 µg/mL dan 310.373 µg/mL. Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dikategorikan kedalam toksik sedang terhadap Artemia Salina Leach.Kata Kunci : Kulit Bawang Merah, Sokletasi, Refluks, Toksisitas, BSLT
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Alat Pelindung Diri (APD) Oleh Tenaga Kesehatan dan Keluarga Pasien Dalam Tatalaksana Pasien Tb Di Rumah Sakit: Literature Review Fitriyanti, Desi; Herniza, Herniza; Rahmalia, Siti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51614

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di rumah sakit, terutama bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien yang sering berinteraksi dengan penderita. Salah satu cara penting untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Namun, tingkat kepatuhan dalam penggunaan APD masih berbeda-beda antara satu individu dengan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau berbagai faktor yang memengaruhi kepatuhan tenaga kesehatan dan keluarga pasien dalam menggunakan APD selama perawatan pasien TB di rumah sakit. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif berdasarkan tujuh artikel yang terbit antara tahun 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, budaya keselamatan di rumah sakit, dan dukungan keluarga. Beberapa hambatan yang sering muncul antara lain keterbatasan fasilitas, ketidaknyamanan saat memakai APD, dan adanya stigma terhadap TB. Untuk meningkatkan kepatuhan, perlu dilakukan edukasi yang berkelanjutan, pengawasan yang konsisten, serta pembentukan budaya keselamatan di tempat kerja. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan dalam penggunaan APD merupakan langkah penting untuk mencegah penularan TB di rumah sakit. Kata kunci: kepatuhan, alat pelindung diri, tenaga kesehatan, keluarga pasien, tuberkulosis