Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) TERHADAP Propionibacterium acnes Putri, Bella Rimbun; Ulfa, Ade Maria; Marcellia, Selvi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5262

Abstract

Jerawat merupakan topik permasalahan utama pada kulit. Jerawat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Bunga telang memiliki senyawa metabolit sekunder alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin yang memiliki khasiat sebagai anti jerawat. Uji daya hambat krim ekstrak bunga telang menggunakan media blood agar plate dengan metode sumuran. Ekstrak bunga telang yang diperoleh dibuat dalam sediaan krim dengan masing-masing konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas, uji pH, dan uji iritasi kulit. Uji evaluasi krim diperoleh sediaan krim yang baik di setiap konsentrasi. Aktivitas zona hambat yang diperoleh yaitu konsentrasi 5% sebesar 8,76 mm, konsentrasi 10% sebesar 11.89 mm, dan konsentrasi 15% sebesar 13.71 mm. Perlakuan konsentrasi 15% memiliki efek terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan nilai rata-rata zona hambat sebesar 13.71 mm. Hasil uji antibakteri dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis statistik menunjukan adanya zona hambat yang signifikan yaitu nilai (p<0.05) antara seluruh konsentrasi krim ekstrak bunga telang. Semakin tinggi konsentrasi krim ekstrak bunga telang maka semakin luas diameter zona hambat. Uji Analisis Statistika Komparasi Ganda (LSD) menunjukan nilai (p<0.05), hal ini menjelaskan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada rata-rata zona hambat masing-masing kelompok perlakuan. Krim ekstrak etanol bunga telang dapat menghambat bakteri Propionibacterium acnes dan masuk kedalam kategori kuat.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill. ) DENGAN KOMBINASI BASIS PVA DAN HPMC SEBAGAI ANTIOKSIDAN Nofita, Nofita; Nasution, Yolanda; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11660

Abstract

Tanaman daun alpukat (Persea americana Mill.) merupakan sumber antioksidan alami. Senyawa antioksidan merupakan molekul yang dapat bereaksi dengan radikal bebas dan berfungsi menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengkombinasi basis PVA dan HPMC adalah agar diperoleh sediaan masker gel peel off aman, efektif & bermutu serta nyaman digunakan. Ekstraksi daun alpukat menggunakan teknik maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak di uji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun alpukat. Gel dilakukan uji evaluasi fisik. Hasil rendemen yang didapat ekstrak daun alpukat diperoleh sebesar 37,5%. Hasil fitokimia pada ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin. Hasil uji evaluasi fisik dan hedonik sediaan gel memenuhi syarat. Sediaan gel formula I memiliki aktivitas antioksidan dilihat dari IC50 sebesar 64,20 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan kuat pada seri ppm 6-14 ppm. Formula yang baik yaitu formula III dapat dilihat dari hasil uji evaluasi fisik, hasil uji hedonic, dan uji antioksidan. Kata kunci : Daun Alpukat (Persea americana Mill.) antioksidan, gel, DPPH
POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS PINANG JAYA MENGGUNAKAN METODE OBSERVASI Roni, Rasikha Khairunnisa; Ulfa, Ade Maria; Rudy, Muhammad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.11163

Abstract

Abstrak: Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Di Puskesmas Pinang Jaya Menggunakan Metode Observasi. Interaksi obat adalah dua atau lebih obat yang diberikan secara bersamaan dapat memberikan efek masing-masing yang diklasifikasikan menjadi interaksi minor, moderat dan mayor. Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang terus berkembang di Indonesia. Puskesmas Pinang Jaya termasuk dalam Puskesmas Pemerintah di Bandar Lampung dengan jumlah pasien hipertensi kedalam 10 penyakit terbanyak yang ada di Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Pinang Jaya periode Januari-Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental (observasional) dengan pengumpulan data secara retroprospektif menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dengan penelusuran data secara retrospektif melalui data rekam medik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 142 pasien (90%) dari 158 pasien berpotensi mengalami interaksi obat. Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) yaitu obat ampodipine. Kejadian interaksi obat antihipertensi yang paling banyak terjadi adalah pada tingkat moderat 121 kejadian (85%), sedangkan pada tingkat minor 11 kejadian (8%) dan tingkat mayor 10 kejadian (7%). Interaksi moderat yang terjadi dapat menyebabkan penurunan status klinis, sehingga memerlukan pengobatan tambahan seperti rawat inap atau rujukan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LOTION DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN VARIASI EMULSIFYING AGENT ALAMI DAN SINTESIS Asih, Putri; Ulfa, Ade Maria; Winahyu, Diah Astika
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11354

Abstract

Antioksidan bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami dapat berasal dari tumbuhan dan hewan. Salah satu tanaman sebagai sumber antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak bunga telang dapat diformulasikan dalam sediaan bentuk lotion yang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, mengetahui variasi emulsifying agent alami dan sintesis ekstrak bunga telang dalam sediaan lotion memiliki aktivitas antioksidan dan mengetahui nilai IC50 yang paling baik dari variasi emulsifying agent alami dan sintesis sediaan lotion ekstrak bunga telang. Ekstraksi bunga telang menggunakan teknik maserasi dengan pelarut air kemudian di freeze dry. Ekstrak diuji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan lotion dengan variasi emulsifying agent alami dan sintesis. Lotion dilakukan uji evaluasi fisik. Hasil rendemen ekstrak didapat sebesar 20,45%. Hasil fitokimia pada ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan tanin. Hasil uji evaluasi fisik sediaan lotion formula I yaitu homogen, pH 6,71, daya sebar 6,4 cm dan daya lekat 4,41 detik. Formula II yaitu homogen, pH 6,91, daya sebar 5,8 cm dan daya lekat 4,50 detik. Hasil uji evaluasi fisik menunjukkan sediaan lotion memenuhi syarat. Sediaan lotion formula I dan formula II memiliki aktivitas antioksidan dilihat dari nilai IC50 , Sediaan lotion ekstrak bunga telang dengan emulsifying agent alami formula II memiliki nilai IC50 yang paling baik sebesar 31,85 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat pada seri konsentrasi 10- 50 ppm. Formula yang lebih baik yaitu formula II dapat dilihat dari hasil uji evalusi fisik, hasil uji hedonik, dan uji antioksidan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN LOTION VARIASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN KARAGENAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Wachyuni, Mhella Nia; Ulfa, Ade Maria; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11915

Abstract

Infeksi kulit adalah penyakit yang secara umum dapat terjadi pada semua kalangan dan usia. Infeksi kulit yang terjadi pada manusia dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan lotion variasi virgin coconut oil (VCO) dan karagena ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Sampel ekstrak bunga telang dibuat dalam bentuk sediaan lotion dalam 6 formulasi, kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cara sumuran. Parameter uji aktivitas antibakteri meliputi adanya daerah jernih atau diameter zona hambat desekitar lubang sumuran. Konsentrasi ekstrak bunga telang yang digunakan adalah 10% dengan perbandingan VCO dan Karagenan 1:5 , 5:1 dan 3:3. Lotion ekstrak bunga telang memiliki aktivitas antibakteri, yaitu pada F1, F2 dan F3 memiliki zona hambat bertutut-turut yaitu 4,26mm, 7,10mm, dan 5,16mm yang termasuk kategori lemah dan sedang. Sediaan lotion ekstrak bunga telang secara keseluruhan telah memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik menurut SNI 16-3499-1996. Analisis data menggunakan One Way Anova menunjukkan hasil adanya perbedaan bermakna antar setiap formulasi p>0,05. Hasil dari keseluruhan uji menunjukkan bahwa F2 merupakan formulasi yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus serta menunjukkan hasil paling baik pada uji evaluasi fisik sediaan.
UJI TOKSISITAS BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) TERHADAP LARVA UDANG EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DAN REFLUKS Fitriyanti, Desi; Tutik, Tutik; Ulfa, Ade Maria
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.8386

Abstract

Kulit bawang merah telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena kemampuannya menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, diabetes, kanker dan aterosklerosis. Kulit Bawang merah mengandung senyawa-senyawa yang dipercaya berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan seperti kuersetin yang bertindak sebagai agen untuk mencegah sel kanker. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji toksisitas ekstrak metanol kulit bawang merah terhadap larva udang laut Artemia Salina Leach dengan metode ekstraksi sokletasi dan refluks. Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan dalam skrining untuk menentukan sifat toksik suatu ekstrak secara in vivo. Hasil uji toksisitas ekstrak metanol terhadap Artemia Salina Leach dinyatakan dengan nilai LC50 164.441 µg/mL dan 310.373 µg/mL. Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dikategorikan kedalam toksik sedang terhadap Artemia Salina Leach.Kata Kunci : Kulit Bawang Merah, Sokletasi, Refluks, Toksisitas, BSLT
UJI STABILITAS FORMULASI SPRAY NANOEMULSI VARIASI POLIETILEN GLIKOL 400 EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI TABIR SURYA Desbrianto, David; Ulfa, Ade Maria; Lestari, Yovita Endah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i1.11439

Abstract

Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga dapat digunakan untuk melindungi kulit manusia dari efek negatif sinar UV. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini mengetahui stabilitas fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan pengujian cycling test agar dapat diketahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, menentukan nilai SPF spray nanoemulsi untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyimpanan, dan mengetahui stabilitas spray nanoemulsi berdasarkan nilai SPF sebelum dan sesudah uji stabilitas. Ektraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di freeze dry, rendemen yang didapat yaitu 29,33%. Variasi PEG 400 yang digunakan 15%(F1), 20%(F2), dan 25%(F3). Berdasarkan hasil evaluasi stabilitas fisik, didapatkan hasil pada formula 1 stabil secara fisik dan statistik (pH, daya sebar, waktu kering, dan viskositas) dalam penyimpanan dengan nilai p>0,05. Nilai SPF yang diperoleh sebelum stabilitas yaitu 15,57; 18,91; 22,84 dan sesudah stabilitas 14,78; 17,69; 22,70. Hasil uji stabilitas nilai SPF didapatkan formula 3 paling stabil dengan nilai p>0,05.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN LOSIO MINYAK ATSIRI BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Maulana, Difa Aryan; Hidayaturahmah, Rizky; Ulfa, Ade Maria
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.9648

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang di sebabkan oleh virus dengue yang dapat kapan saja bisa menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ke manusia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Dibutuhkan produk repellan yang aman yang berasal dari tanaman yang aman salah satunya yaitu batang serai wangi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan losio dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi ekstrak batang serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dalam sediaan losio yang memiliki efektivitas sebagai daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ekstraksi menggunakan metode destiasi uap air dengan pelarut aquades. Hasil rendemen yang didapat dari metode destilasi yaitu 0,035. Sediaan losio ekstrak daun serai wangi (Cymbopogen nardus L.) dengan konsentrasi 0,5% memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik yang baik meliputi uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan losio formula III dengan konsentrasi 1,5% merupakan sediaan yang paling baik karena memiliki efektivitas terhadap nyamuk aedes aegypti pada 30 detik dan tidak efektif pada jam ke 6 dengan syarat diatas 80% kemudian data diuji menggunakan repeated measures ANOVA yang diperoleh nilai signifikan yaitu <0,05.
SOSIALISASI TEH DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI MINUMAN HERBAL PENCEGAH HIPERTENSI Ulfa, Ade Maria; Lysti, Erna; Yasmin, Adinda Nurina; Sinaga, Agnes Santa Sylvia; Triyola, Agnes; Suhanawati, Tenti
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v7i1.14806

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal, setiap peningkatan 120 mmHg tekanan darah sistolik atau 80 mmHg tekanan darah diastolik dapat meningkatkan resiko kematian akibat penyakit jantung iskemia dan stroke. Daun Kelor (Moringa oleifera) secara tradisional dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antikolestrol, pencahar, antiinflamasi, antitumor, antipiretik, antispasmodic, mengobati rheumatik dan anti hipertensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teh daun kelor sebagai minuman herbal dengan upaya pencegahan hipertensi pada pasien di Puskesmas Rajabasa Indah dan diharapkan dapat meningkatan ekonomi masyarakat sebagai usaha UMKM serta dapat dijadikan usaha produk rumah tangga. Sasaran penelitian ini 30 pengunjung Puskesmas Rajabasa Indah. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang teh daun kelor sebagai minuman herbal sebesar 25%, dan secara statistik didapatkan  p value 0,00 (taraf kepercayaan 95 %) artinya ada hubungan antara peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan daun kelor sebagai minuman herbal dalam bentuk sediaan teh dengan diberikannya sosialisasi.
EDUKASI PENGGUNAAN TABLET FE PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN SRENGSEM Ulfa, Ade Maria; Putri, Anzela Andandya; Rinatha, Elsha; Br Barus, Emia Athena; Rahmawati, Eti
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i2.13186

Abstract

 Iron deficiency is the primary cause of anemia during pregnancy, which is the most frequent hematological condition among expectant mothers. Pregnant women should be given blood supplement tablets (TTD) in an attempt to prevent iron deficiency anemia. The main factor determining the prevalence of anemia is pregnant women's noncompliance with taking iron supplements. The purpose of this community service project is to raise awareness of the value of eating TTD while pregnant. Seventy expectant mothers who used pre- and post-test questionnaire data gathering methods were the responders. According to the data processing results, respondents in Srengsem Village learned 64.00% more about the significance of taking Fe tablets during pregnancy—that is, before receiving an education.Keywords : Pregnant Women, Drug Use, Fe Tablet Tablets.