Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi Susilowati, Endang; Luthfiyani, Fadiyah; Murjono, Hodia Harywan; Cahyaningtyas, Sherlyna; Gusnadi, Aloisius Satriya; Rohmansyah, Krisna; Widyawati, Eliana; Hidayah, Luthfi; Salim, Nafila Saniya; Purnomo, Diky Eko
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng bekas (minyak jelantah) cenderung berbahaya bagi kesehatan dan keberadaannya mengakibatkan pencemaran lingkungan apabila dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Tujuan kegiatan tentang pelatihan ini memberikan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat terkhusus ibu-ibu PKK di Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen tentang bahaya minyak jelantah dan upaya pengolahan minyak jelantah menjadi bahan dasar untuk lilin aromaterapi. Sasaran luaran yang dihasilkan adalah produk lilin aromaterapi. Guna mencapai target luaran tersebut, penggunaan metode antara lain sosialisasi, pelatihan, dan praktik sebagai cara untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta. Kemudian, hasil dari pelatihan yang telah dilakukan ini yaitu para peserta memiliki informasi dan pengetahuan dalam mengolah limbah minyak goreng sekaligus dapat menjadi sarana ide usaha yang kreatif dan inovatif.
Interpreting the Wali Songo Da'wah through Punokawan: Schleiermacher's Hermeneutical Study Nurrohmatillah, Iga; Kusumonagoro, Jupri Bandang Prawirodigdoyo; Hidayah, Luthfi; Assoburu, Selvia
International Journal of Islamic Thought and Humanities Vol. 3 No. 2 (2024): International Journal of Islamic Thought and Humanities
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/ijith.v3i2.481

Abstract

Da'wah puppet skin The Punokawan is preaching, culturally packaged​ in the form of a symbol through traditional arts. Wayang figures are believed to have been created by the Walisongo as a medium for Islamic preaching in Java. In understanding these symbols, Friedrich DE Schleiermacher's hermeneutic approach is used, emphasizing the importance of the relationship between the reader, author, and text. Schleiermacher argued that to understand a text in its entirety; one must explore the psychological aspects and position of the author. Therefore, in interpreting the form of Punokawan, especially the figure of Semar, an understanding of the social, cultural, and spiritual context of Walisongo at that time is needed. This study employs the systematic literature review method, incorporating Schleiermacher's intentional hermeneutic approach, and is supported by Roland Barthes' semiotic Theory as a tool for analyzing symbols and signs. The results of the study indicate that the interpretation of the Semar character has not been based entirely on the values of Islamic preaching, which are the basis of its creation. Thus, this study aims to provide a deeper understanding of the preaching message contained in Punokawan, a legacy of Walisongo's symbolic communication.
Pendampingan Majlis Taklim Kajian Kitab Al-Hikam Dalam Meningkatkan Psikologi Pada Remaja Desa Kutukan Randublatung Blora Hidayah, Luthfi; Munir, Akhmad Sirajudin; Setiowati, Suci Yongki
Hidmah : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : PUSAT PUBLIKASI ILMIAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-YASINI PASURUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/hidmah.v3i3.6849

Abstract

Pendampingan majlis taklim kajian kitab Al-Hikam dalam meningkatkan psikologi dakwah pada remaja di Desa Kutukan Kec.Randublatung Kab.Blora bertujuan untuk pengembangkan ilmu-ilmu keislaman, pendidikan moral, adab dan akhlak, psikologi dakwah dan ilmu sosial. Pendampingan ini melibatkan masyarakat umum, baik tua, remaja maupun anak-anak, yang sebelumnya tidak pernah aktiv dalam kegiatan kajian dakwah Islam, saat ini mulai aktiv dalam kajian Islam. Bahkan kajian ini dinanti oleh masyarakat diluar desa kutukan. Peneliti menggunakan metode PAR (Participatory Action Researech), Teknik pelaksanaan dalam penelitian pengabdian kepada masyarakat dalam pendampingan kajian kitab Al-Hikam di desa Kutukan, pemetaannya sebagai berikut:To Know, To Understand, To Plan, To Action and To Reflection. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Antusias kehadiran jama’ah secara online maupun offline semakin hari semakin bertambah. Meskipun demikian pendampingan majils taklim ini juga mengalami beberapa tantangan, terutama terkait kurang kondusif dalam penataan tempat jama’ah agar terlihat rapi dan tertib. Kendala ini menunjukkan bahwa dukungan lanjutan dan pengembangan lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan kajian kitab Al-Hikam secara kontinuitas.
REPRESENTASI METODE DAN MODEL KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Yongki, Suci; Hidayah, Luthfi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i3.6934

Abstract

Komunikasi matematis merupakan kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan ide-ide matematika menggunakan simbol, notasi, dan bahasa yang tidak terikat pada objek fisik atau situasi konkret. Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan hambatan pendengaran, penglihatan, dan intelektual, tantangan dalam menguasai abstrak komunikasi matematis sangat beragam dan memerlukan pendekatan yang disesuaikan. Penelitian ini dilakukan di SLBN Randublatung Blora. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu berkonsep pada prasyarat yang mendasar. Dalam metode ini harus sangat mengedepankan perihal konkrit, sensori dan berulang. Kedua, Metode komunikasi matemtis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu menggunakan komunikasi berbasis alat bantu adaptif. Penggunaan alat bantu khusus sangat penting untuk memfasilitasi pemahaman matematis. berpusat pada pendekatan multisensori dan konsep kongkrit. Pembelajaran ini didasarkan pada sentuhan, pendengaran dan pemahaman spasial. Ketiga, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan Pendengaran (Tuna Rungu) harus didasarkan pada visual, bahasa isyarat dan pengalaman praktis. Pertama, Model komunikasi matematinya pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu menggunakan konsep prasyarat yang paling mendasar yaitu: pengenalan kuantitas, sensori dan kuantitas serta rutinitas dan urutan. Kedua, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu metode berfokus dari pengalaman langsung dan adaptasi alat bantu. Kemudian menggunakan 3 model fase, yaitu fase Taktil (Kongkret), fase Auditori (Lisan) dan fase Simbolis (Abstrak). Ketiga, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan pendengaran (Tuna Rungu) Peneliti menggunakan model komunikasi visual kongkrit simbolis yang diadopsi dari pengajaran matematika bagi anak dengar dan dimodifikasi dalam bentuk visual dan pengalaman langsung.Terdapat 3 model fase yaitu, fase konkrit praktis, fase semi konkrit visual dan fase simbolis abstak.
Analisis Retorika Dakwah K.H. Abdul Ghofur Dalam menyampaikan Pesan Dakwah Furqon, Muchamad Raffi Tanzilul urqon; Hidayah, Luthfi; Rofiq, Ainur
AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies Vol. 5 No. 01 (2025): April : Jurnal AN-Nashiha Journal of Broadcasting and Islamic Communcation Stu
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/an-nashiha.v5i01.2088

Abstract

This research analyzes the da'wah rhetoric of K.H. Abdul Ghofur, the caretaker of Pondok Pesantren Sunan Drajat, who is known for his gentle and "dalang"-like (puppeteer-like) delivery style. Guided by QS. An-Nahl: 125 and Hadith HR. Bukhari no. 3461, da'wah is encouraged to use wisdom, good counsel, and polite debate. Rhetoric plays a crucial role in delivering clear and easily understood da'wah messages, especially in the digital era. This descriptive qualitative study employs Aristotle's rhetorical theory Invention, Dispositio, Elocutio, Memoria, and Pronuntiatio to examine K.H. Abdul Ghofur's da'wah style. Primary and secondary data were collected through observation, interviews, and documentation. The research findings include K.H. Abdul Ghofur's biography and educational background, along with an in-depth analysis of how he applies the five elements of Aristotelian rhetoric in his da'wah. This study also identifies the supporting and inhibiting factors of his da'wah rhetoric. The theoretical and practical benefits of this study are expected to provide a comprehensive understanding of contemporary da'wah rhetoric.
Strategic Branding in the Digital Age: Optimizing Pesantren Broadcasting Media for Institutional Image Hidayah, Luthfi; Alhifni, Anas; Ilham, Moch Khoirul
International Journal of Islamic Thought and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Islamic Thought and Humanities
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/ijith.v5i1.814

Abstract

The development of religious institution-based broadcasting media has opened a strategic space for Islamic boarding schools (pondok pesantren) to build their institutional image within society. Radio and TV Persada of Sunan Drajat Islamic Boarding School in Lamongan serve as da'wah media and mass communication tools that play a significant role in shaping public perception regarding the existence and values of the pesantren. This study aims to analyze the role of Radio and TV Persada in shaping the image of the Sunan Drajat Lamongan Islamic Boarding School and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study uses a qualitative case-study approach. Data collection techniques included in-depth interviews with media managers, Islamic boarding school leaders, and listeners/viewers, observation of broadcast content, and documentation of Persada Radio and TV programs. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analytical framework of this study draws on mass communication theory, specifically uses and gratifications theory, to understand how media messages are constructed and received by audiences. The results show that radio and television play an important role in building a positive image of Islamic boarding schools by consistently broadcasting religious, educational, and institutional information relevant to community needs. Consistency of messages, credibility of preachers and Islamic boarding school leaders, and the media's proximity to the community are key factors in strengthening the institution's image. That said, limitations in human resources, broadcasting technology, and broadcast coverage remain challenges to optimizing the media's role. This study is expected to contribute theoretically to the development of studies on da'wah communication and pesantren media, as well as practically to pesantren broadcasting media managers in designing effective communication strategies to build a sustainable institutional image.