Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS EKSISTENSI DAN FUNGSI KESENIAN DERO DI DESA KOROBONO: SEBUAH KAJIAN DESKRIPTIF Sunarmi, Sri; Kaunang, Meyny S. C.; Jordi Pasebe
KOMPETENSI Vol. 5 No. 4 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/v91pra74

Abstract

Kesenian Dero merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Desa Korobono, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kesenian ini memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi dan fungsi kesenian Dero dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Korobono, Kecamatan Pamona Tenggara, Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berasal dari studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan studi perekaman. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kesenian Dero, termasuk struktur kesenian, instrumen musik yang digunakan, gerakan tari, dan fungsi kesenian dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Dero merupakan kesenian tradisional yang mengandung unsur musik, nyanyian, dan tarian. Instrumen musik yang digunakan dalam kesenian Dero antara lain Nggongi dan Ganda, namun seiring perkembangan zaman, kesenian Dero telah berubah menggunakan alat musik elektronik yang lebih canggih seperti keyboard. Gerakan tari kesenian Dero sangat sederhana dan formal pada gerakan tangan dan kaki. Sebelumnya, kesenian Dero berfungsi sebagai ritual adat, namun sekarang kesenian Dero telah berfungsi sebagai hiburan, ekonomi, komunikasi sosial, pelestari budaya, psikologi emosional, dan fungsi pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesenian Dero adalah proses partisipatif yang mendorong masyarakat untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya warisan budaya kesenian Dero.
ANALISIS PERANAN MUSIK POP TERHADAP EKSPRESI EMOSIONAL KEHIDUPAN REMAJA: SEBUAH STUDI DI KECAMATAN TONDANO BARAT Tuangkalu, Indri Injilia; Takalumang, Luccylle M.; Kaunang, Meyny S. C.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 5 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/h481r034

Abstract

Musik pop memiliki irama yang sederhana sehingga mudah dikenali dan digemari oleh masyarakat luas, khususnya remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik pop terhadap ekspresi emosi remaja di Kelurahan Masarang, Kecamatan Tondano Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data yang diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan studi perekaman. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai peran musik pop dalam kehidupan emosional remaja. Penelitian dilaksanakan pada periode November 2024 hingga Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik pop dapat membantu remaja mengurangi kebosanan, menciptakan ketenangan, dan menjaga fokus saat belajar di rumah maupun di sekolah. Selain itu, musik pop mendukung pengembangan keterampilan bermusik, khususnya dalam mempelajari akor saat berlatih memainkan alat musik. Musik pop juga berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, karena lirik, melodi, dan iramanya mampu merepresentasikan berbagai perasaan, seperti kebahagiaan dan kesedihan. Melalui aktivitas mendengarkan dan bernyanyi bersama, remaja juga membangun interaksi sosial dan hubungan emosional dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, musik pop berperan penting sebagai media ekspresi emosi, pendukung pembentukan identitas diri, serta pembentuk preferensi dan perilaku sosial remaja.
PENGGUNAAN IRAMA WALTZ DAN CHA CHA DALAM PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER TARI MODERN: SEBUAH STUDI DI SMK KRSITEN 2 TOMOHON Makaluas, Fernanda; Kaunang, Meyny S. C.; Sunarmi, Sri
KOMPETENSI Vol. 5 No. 6 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/58yrd348

Abstract

SMK Kristen 2 Tomohon merupakan sekolah pusat keunggulan di Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan irama waltz dan cha-cha dalam ekstrakurikuler tari modern di SMK Kristen 2 Tomohon serta menganalisis kelebihan dan kelemahannya bagi siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan rekaman, serta didasarkan pada teori pembelajaran yang menekankan peran aktif guru dalam melibatkan siswa secara langsung. Hasil menunjukan bahwa Pengajaran tari modern dilakukan melalui tiga metode utama: ceramah untuk memperkenalkan karakteristik dasar dari setiap irama seperti tempo dan gaya gerakan; demonstrasi, yang memungkinkan siswa mengamati langsung teknik dan pola gerakan; serta latihan berulang (drill) untuk memperkuat penguasaan teknis. Guru membimbing, memotivasi, dan memberikan umpan balik untuk membantu siswa mengoptimalkan kemampuan mereka. Irama waltz yang halus dan mengalir memberikan pengalaman estetika dan emosional yang kuat, sementara irama cha cha yang enerjik dan ritmis meningkatkan semangat serta koordinasi tubuh. Kombinasi kedua irama ini menciptakan pengalaman belajar yang bervariasi dan menyenangkan. Kesimpulannya, penggunaan irama waltz dan cha cha dalam ekstrakurikuler tari tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman ritmis siswa, tetapi juga menumbuhkan minat dan bakat mereka dalam bidang tari, serta dapat menjadi referensi untuk pengembangan pendidikan tari di sekolah lainnya.
PERTUNJUKAN KESENIAN KUDA LUMPING DALAM ASPEK MUSIK DAN KOREOGRAFI: SEBUAH STUDI DI DESA PANGKUSA Suwarno, Vina Miranda; Sunarmi, Sri; Kaunang, Meyny S. C.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 6 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/0xsbcg78

Abstract

Kuda Lumping atau Jaran Kepang merupakan tradisional dari Jawa Tengah dan saat ini justru menjadi bagian kesenian dari masyarakat Desa Pangkusa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta mendeskripsikan pertunjukan kesenian Kuda Lumping di Desa Pangkusa, dengan penekanan pada aspek musik dan koreografinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Etnomusikologi dan Koreologi untuk mengkaji pertunjukan Kuda Lumping di Desa Pangkusa, baik dalam konteks sosial-budaya maupun dalam struktur iringan musik, pola gerak, dan pola lantai tariannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami pertunjukan Kuda Lumping secara menyeluruh. Penelitian dilaksanakan di Desa Pangkusa, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara selama kurang lebih tiga bulan dimulai dari bulan Agustus hingga Oktober 2025. Sumber data meliputi pelaku seni, tokoh masyarakat, serta dokumentasi pertunjukan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi foto maupun video. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif untuk menjelaskan unsur musik dan koreografi dalam pertunjukan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Kuda Lumping ini merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa yang dibawa oleh masyarakat transmigrasi ke Desa Pangkusa dan juga masih dilestarikan hingga saat ini. Alat musik yang digunakan dalam kesenian Kuda Lumping diantaranya adalah kendang, bonang, saron, gong kempul dan gong suwuk, serta nada yang digunakan adalah menggunakan nada Pentatonis. Properti pada kesenian ini menggunakan Jaran Kepang yaitu Kuda-kudaan yang terbuat dari anyaman bambu yang biasanya digunakan sebagai dinding atau Gedeg oleh masyarakat Jawa. Adapun aspek koreografi diantaranya menggunakan berbagai ragam pola gerak seperti Pacak Gulu, Kebyak Jaran, Selak’an Jaran, Egol/Geol, Gejuk, dan Srimpet. Kuda Lumping ini mempunyai peranan terhadap mayarakat Desa Pangkusa yaitu berfungsi sebagai hiburan, sebagai sarana pelestarian budaya dan ekspresi identitas kolektif masyarakatnya.
EKSPLORASI FUNGSI MUSIK DALAM PERIBADATAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SPIRITUALITAS JEMAAT DI GPDI KARMEL TATAARAN II Yohanes, Ricky; Dumais, Franklin; Kaunang, Meyny S. C.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 1 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v5i1.10528

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi dan dampak musik dalam peribadatan di GPdI Karmel Tataaran II Musik memainkan peran penting dalam peribadatan dengan berbagai tugas dipercayakan kepada jemaat untuk mendukung pelayanan gereja Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi wawancara dan dokumentasi Wawancara dilakukan dengan pimpinan gereja pelayan anggota remaja atau pemuda serta jemaat dari berbagai usia untuk memahami perspektif mereka mengenai fungsi dan dampak musik dalam ibadah Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dalam peribadatan memiliki beberapa fungsi utama yaitu: 1 menghubungkan umat dengan Tuhan 2 meningkatkan kesadaran spiritual 3 membangun komunitas 4 mengembangkan iman dan 5 menumbuhkan kesadaran moral Sementara itu dampak musik dalam ibadah meliputi: 1 peningkatan iman dan kesadaran spiritual 2 penguatan nilai nilai moral 3 pengembangan komunitas 4 peningkatan kualitas hidup dan 5 penguatan kesadaran sosial Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pemeliharaan dan pengelolaan musik gerejawi agar ibadah dapat berlangsung dengan khidmat Selain itu gereja perlu mendorong jemaat untuk memahami makna bernyanyi dalam ibadah sehingga mereka dapat mengalami hubungan yang lebih mendalam dengan Tuhan dan memperkaya pengalaman spiritual mereka < p>
KAJIAN STRUKTUR DAN FUNGSI LAGU O MAWU RUATA Lombeng, Zelly Jeannie; Rumengan, Perry; Kaunang, Meyny S. C.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 7 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/yzehqn10

Abstract

Lagu O Mawu Ruata merupakan salah satu lagu tradisional masyarakat Sangihe yang memiliki peran penting dalam kehidupan religius yaitu digunakan dalam konteks ibadah pada bagian pengakuan dosa dan budaya lokal yaitu digunakan dalam upacara adat Tulude yang sarat akan makna spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur musikal dan fungsi lagu O Mawu Ruata sebagai bagian dari praktik budaya dan spiritual masyarakat Sangihe. Penelitian ini menggunakan pendekatan musikologi–etnomusikologi dan psikologi musik dengan metode kualitatif deskriptif berdesain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan narasumber lokal yang terlibat langsung dalam praktik lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu O Mawu Ruata memiliki struktur musikal yang sederhana namun sarat makna, ditandai oleh tempo lambat, ritme teratur, interval sempit, tekstur homofonik, serta gaya vokal khas Sangihe seperti hentage. Unsur-unsur musikal tersebut berkontribusi dalam membangun suasana reflektif, pengakuan dosa, dan kedalaman spiritual jemaat. Dari segi fungsi, lagu ini berperan sebagai media ekspresi religius, sarana penguatan identitas budaya, pemersatu komunitas, serta wahana pedagogis yang menanamkan nilai kerendahan hati dan ketaatan. Lagu O Mawu Ruata tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi keagamaan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya dan warisan musikal masyarakat Sangihe yang terus hidup dalam praktik sosial dan religius. Penelitian ini akan berkonstrubusi terhadap kajian muskologi-etnomusikologi khususnya dalam menganalisis struktur dan fungsi musikal lagu-lagu tradisional yang ada dalam komunitas lokal, juga diharapkan dapat membantu masyarakat Sangihe dalam upaya pelestarian lagu O Mawu Ruata sebagai bagian dari pelestarian budaya masyarakat setempat.