Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DAMPAK GLOBALISASI MEDIA TERHADAP SENI DAN BUDAYA INDONESIA Sigit Surahman
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2013): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.643 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v2i1.334

Abstract

Globalisasi media berdampak terhadap perkembangan seni budaya Indonesia. Globalisasi teknologi komunikasi hadir di tengah-tengah masyarakat dan memengaruhi cara pandang dan perilaku manusia. Globalisasi media merupakan perkembangan yang tidak dapat dipisahkan karena kehadirannya mampu melengkapi. Perkembangan media ini semakin pesat dan canggih seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Dampak perkembangan teknologi dan media ini memengaruhi seni budaya dan perilaku masyarakat atau bangsa Indonesia. Analisis deskriptif kualitatif merupakan metode pengkajian yang digunakan dengan tujuan mengungkap fakta, keadaan, fenomena. Variabel dalam penelitian ini adalah globalisasi media, dan seni budaya Indonesia. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif pengkajian ini mengungkap pengaruh dampak perkembangan globalisasi teknologi terhadap seni budaya Indonesia.
KONSTRUKSI IDENTITAS POSTMODERN DALAM IKLAN LA LIGHT VERSI “DON’T QUIT” Sigit Surahman
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 3 (2014): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.147 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v2i3.338

Abstract

Era postmodern dan budaya yang tidak menentu di Indonesia saat ini, menghadirkan media baru televisi yang menghasilkan berbagai tayangan. Fenomena di dunia periklanan audio visual, iklan rokok yang ditmpilkan membawa berbagai penafsiran dan pertanyaan. Tampilan iklan yang disajikan, tidak menunjukkan hubungan apapun antara pesan yang dikirimkan dan produk yang dipasarkan. Tampilkan iklan rokok dalam tulisan ini, iklan rokok LA LIGHT versi "Jangan Berhenti", yang menjadi fokus penelitian. Pendekatan linguistik postmodern, yaitu teori semiotik, sebuah teori berasal dari teori bahasa. Antara penanda (bentuk) dan Signified (artinya) dalam tampilan iklan tampaknya tidak ada ideologis dan mapan hubungan, tapi nampaknya persepsi pengemasan cukup ironis. Secara keseluruhannya iklan ini juga menggabungkan aspek kehidupan yang berevolusi pada saat itu, jadi teks, bahasa, baik audio maupun visual (karya post modern) tidak hanya menghasilkan satu makna saja, melainkan ruang multidimensional di Indonesia yang dicampur berdifusi, berinteraksi, dan bertentangan dengan berbagai masalah. Iklan ini menunjukkan penggunaan bahasa estetika postmodern yang ada semiotika visual dan semiotika.
REPRESENTASI PEREMPUAN METROPOLITAN DALAM FILM 7 HATI 7 CINTA 7 WANITA Sigit Surahman
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2014): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.994 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v3i1.352

Abstract

Film yang berjudul 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita yang diproduksi oleh Production House Anak Negeri Film pada tahun 2010 ini merupakan film karya sutradara muda bernama Robby Ertanto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perempuan metropolitan di representasikan dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. Penelitian ini menggunakan teori representasi sebagai teori utama. Teori representasi Stuart Hall yang bermaksud untuk menemukan dan melihat bagaimana penggambaran perempuan metropolitan pada film ini. Kemudian teori semiotika Roland Barthes digunakan sebagai pisau analisis untuk menemukan simbol-simbol, makna, dan pesan yang merepresentasikan perempuan metropolitan pada dalam film ini , Metode yang dipakai adalah dengan mengelompokkan tanda berdasarkan scene-scene yang berhubungan dengan representasi perempuan melalui tokoh dr. Kartini, Lili, Lasti, Ningsih, Yanti, Ratna, dan Rara, yang kemudian dibedah menggunakan semiotika Roland Barthes. Kesimpulan dari penelitian adalah representasi perempuan metropolitan dalam hidupnya yang sering menjadi kaum yang selalu merasa menjadi korban yang diwakili oleh dr. Kartini, Lastri, Ningsih, Rara, Lili, Ratna dan Yanti. dr. Kartini mewakili perempuan yang dapat bangkit dari pengalaman masa lalunya dengan menjadi seorang ginekolog. Lastri, Ningsih dan Ratna menjadi korban poligami yang dilakukan suami mereka. Rara adalah adik kandung Ratna yang menjadi korban pergaulan bebas dan hamil tanpa pertanggungjawaban dari Acin, kekasihnya. Lili adalah korban kekerasan seksual dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya. Yanti yang terpaksa menjadi seorang pramuria atau pekerja seks karena sebelumnya hanya menjadi pemuas nafsu dan pelampiasan seks dari laki-laki atau bosnya saat dirinya menjadi karyawan dan memilih hidup bebas daripada tertindas oleh kaum laki-laki.
MEKANISME PENYELESAIAN PELANGGARAN KODE ETIK JURNALISTIK PADA DEWAN PERS DI KOTA SERANG Sigit Surahman; Fuqoha Fuqoha
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2017): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.539 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v5i2.491

Abstract

Journalism is an activity of gathering news and reporting events. Delivery of news or information in general often also called the press. To protect journalistic activities and freedom of the press, the press council established by law. Press Council as an independent agency to establish guidelines which must be done by any reporter or journalist in writing or delivered the news. Journalistic ethics is a guideline to behave in journalistic activity compiled by journalists, press organizations to be ethical or moral grounding in journalistic activities. The purpose of this study, to find a model settlement of violations of journalistic ethics in the press council. This research method using descriptive analytical research model with normative juridical approach. Collecting data using literature study by collecting data and legal regulations. Besides the interviews to the parties concerned to complete the data. Press Council in resolving violations of journalistic ethics, to maintain the freedom of the press with a mechanism that provides power to the press council to decide a case arising from journalistic activities completed by the press council. Settlement due to journalistic activities outside the press council will shut down and eliminate the freedom of the press as mandated by law. The right model is the removal of press offenses perspective that may affect national press by giving power and authority to the press council to resolve matters arising from journalistic activities.