Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Qualitative and Quantitative Analysis of Compounds in Kencur Extract Using TLC and UV-Vis Spectrophotometry Amarta, Fitri Dwi; Haresmita, Perdana Priya; Eltivitasari, Andita
Jurnal Medika Cendikia Vol 11 No 02 (2024): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmc.v11i02.252

Abstract

Kencur (Kaempferia galanga L.) is one of the plants in the Zingiberaceae family (gingers) that is often used by people in Asia, including Indonesia. Kencur is also widely used as a traditional medicine because it contains active compounds that are beneficial for treatment. This research aims to conduct a qualitative and quantitative analysis of secondary metabolites in Kencur extract samples. Qualitative analysis was conducted using thin layer chromatography with three variations of the mobile phase: Chloroform : Methanol (95:5), Chloroform : Methanol : Glacial Acetic Acid (94:5:1), Chloroform : n-Hexane : Methanol (1:1:0.1), and the stationary phase Silica Gel GF254. Meanwhile, the quantitative analysis was conducted using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 429.5 nm. The research results show that Kencur contains compounds such as tannins, glycosides, and terpenoids. This research also identifies the presence of curcumin, which has antioxidant effects and other benefits. The results indicate that 2 out of 3 experiments showed positive results, with Kencur containing curcumin at levels of 0.4593% and 0.4393%. The methods used were qualitative methods through thin-layer chromatography and quantitative analysis of curcumin levels in the samples using UV-Vis spectrophotometry.
Jamur Endofit Arthrinium sp., Sumber Potensial Senyawa Obat Review Eltivitasari, Andita; Wahyuono, Subagus; Astuti, Puji
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.3.228-241.2021

Abstract

Keberadaan jamur endofit di alam sangat melimpah dan mudah ditemukan pada jaringan tanaman antara lain pada akar, batang, daun, bunga atau biji. Endofit berkoloni di area antar dan intra-sel dari jaringan tanaman tanpa efek merugikan pada tanaman tersebut. Jamur endofit mempunyai kemampuan memproduksi senyawa bioaktif yang dapat sama atau berbeda dari tumbuhan inangnya dan mempunyai efek farmakologis.  Arthrinium sp. merupakan contoh jenis jamur endofit yang keberadaannya melimpah. Arthrinium sp. diketahui mempunyai kandungan metabolit sekunder yang potensial untuk dikembangkan. Senyawa golongan terpenoid, alkaloid, fenolik dan beberapa golongan lain ditemukan dalam jamur endofit Arthrinium sp. Senyawa yang dihasilkan oleh Arthrinium sp. dilaporkan menunjukkan aktivitas biologis yang beragam yaitu sebagai antimikroba, antioksidan, antikanker dan aktivitas yang lainnya. Tulisan ini merangkum pengetahuan, studi dan laporan mengenai jamur endofit Arthrinium sp., kajian aktivitas biologi serta metabolit sekunder yang dihasilkan yang berpotensi dikembangkan sebagai penemuan obat baru yang berasal dari alam.
Formulasi dan Uji Karakteristik Fisik Sediaan Masker Clay Serbuk Biji Kopi Robusta (Coffea robusta) Ningsih, Wahyu Puspita; Widiastuti, Rina; Eltivitasari, Andita
Sinteza Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.206 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v3i1.7427

Abstract

Masker clay  merupakan yang digunakan untuk kulit normal, berminyak, atau berjerawat serta mempunyai dapat menyegarkan kulit. Keunggulan masker clay yaitu dapat mengabsorbsi kelebihan sebum, menyerap racun dan kotoran di kulit, mengecilkan pori, menghilangkan sumbatan pada pori dan mengangkat sel kulit mati. Biji kopi robusta (Coffea (Coffea robusta) mempunyai kandungan polifenol yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik pada sediaan masker clay dari biji kopi serta untuk mengetahui   karakteristik fisik pada sediaan masker clay biji kopi robusta (Coffea (Coffea robusta) dengan perbedaan variasi konsentrasi serbuk biji kopi robusta (Coffea robusta). Penelitian  ini menggunakan  metode  penelitian  eksperimental. Sediaan masker clay biji kopi robusta (Coffea robusta) dibuat dengan menambahkan serbuk biji kopi dengan konsentrasi 1% (F1) dan 5% (F2). Uji karakteristik fisik yang dilakukan yaitu organoleptis (warna, bau, tekstur), pengukuran pH, homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji waktu kering, dan uji iritasi, uji kesukaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula masker clay dengan perbandingan konsentrasi serbuk biji kopi 5% lebih baik yaitu ditunjukkan pada uji organoleptis mempunyai bau khas kopi, mempunyai tekstur halus pada saat dioleskan, tidak mudah retak , memiliki daya lekat yang baik, nilai pH sesuai, homogenitas, waktu kering tidak terlalu lama, daya sebar yang sesuai dengan persyaratan.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Sabun Cair Jumadiyah, Cholidatul; Ismiyati, Ismiyati; Eltivitasari, Andita
Sinteza Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i1.25258

Abstract

Tanaman kayu secang (Caesalpinia sappan L) banyak ditemukan di Indonesia. Kayu secang mempunyai berbagai senyawa bioaktif, termasuk brazilin, brazilein, sappan chalcone, dan protosappanin A. Brazilin adalah pigmen yang memberikan warna merah pada tanaman kayu secang.  Sabun cair mempunyai manfaat untuk membersihkan tubuh sebagai antiseptik dan antibakteri, serta membantu untuk membuat kulit menjadi sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kayu secang (C. sappan) terhadap uji karakteristik fisik sabun cair. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Teknik ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%.  Variasi konsentrasi ekstrak 0,25%, 0,5%, dan 1%. Uji karakteristik yang dilakukan adalah uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji stabilitas busa, uji tinggi busa, uji iritasi dan uji kesukaan.  Pada sediaan sabun cair dari ekstrak kayu secang pada formula I (0,25%)  formula II (0,5%) dan formula III (1%) telah memenuhi syarat uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, stabilitas tinggi busa, uji iritasi dan uji kesukaan. Konsentrasi  formula terbaik sabun cair ekstrak kayu secang (C. sappan L) yang disukai responden dari segi organoleptisnya yakni pada formula I (0,25%). Pada konsentrasi ini terlihat dihasilkan  karakteristik  sediaan  sabun  cair  paling  baik  dari  semua uji yang dilakukan. Perbedaan konsentrasi pada formulasi sabun cair ekstrak kayu secang memberikan pengaruh pada karakteristik fisik sediaannya.