Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

OPTIMASI EKSTRAKSI ASAM HUMAT DARI Na-HUMAT DAN KARAKTERISASINYA DENGAN FTIR Muzakky Muzakky; Agus Taftazani; Sukirno Sukirno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 6 Nomor 2 Juli 2003
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.333 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2003.6.2.204

Abstract

OPTlMASI EKSTRAKSI ASAM HUMAT DARI Na-HUMAT DAN KARAKTERISASINYA DENGAN FTIR. Telah dilakukan optimasi ekstraksi asam humat dari Na-humat dan karakterisasinya dengan FTIR. Tujuan penelitian ini untuk isolasi asam humat dari tanah gambut dengan metoda ekstraksi cair-cair. Sebagai umpan Na-humat, dibuat dengan mereaksikan tanah gambut ukuran 400 mesh dengan NaOH 0,1 N selama 24 jam. Ekstraktan dipilih "metil iso butil keton" (MIBK) karena cukup selektif terhadap asam humat, sedangkan karakterisasinya menggunakan "fourier transform infra red" (FITR). Hasil ekstrasi optimum pada waktu kontak 15 menit, konsentrasi fasa organik MIBK 80% dan pH 3. Hasil karakterisasi FTIR ternyata menghasilkan munculnya spektra IR pada daerah 3442,7 cm-1, 2922.0 dan 2852.5 cm-1, 1716,5 cm-1 serta 1624.0 cm-1. Hal ini berarti bahwa karakreristik asam humat hasil ekstraksi tidak berbeda jauh dengan asam humat standar. Tetapi dengan munculnya spektra pada pita 1120.7 cm-1 dan banyaknya spektra pita-pita diatas 3500 cm-1 asam humat hasil ekstraksi belum bebas dari SiO2 dan pengotor logam.
STUDI HUBUNGAN ANTARA SEBARAN DAN BEBAN PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS SAMPEL LINGKUNGAN TERHADAP BAKU MUTU DAN DAYA TAMPUNG SUNGAI CODE YOGYAKARTA Agus Taftazani; Muzakky Muzakky
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 12 Nomor 1 Januari 2009
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.574 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2009.12.1.148

Abstract

STUDI HUBUNGAN ANTARA SEBARAN DAN BEBAN PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS TERHADAP BAKUMUTU DAN DAYA TAMPUNG PADA SUNGAI CODE YOGYAKARTA. Telah dilakukan analisis hubunganantara sebaran dan beban pencemaran aktivitas gross b dan radionuklida alam dalam sampel air sertasedimen dari 11 stasiun-pengamatan sungai Code terhadap baku mutu dan daya tampung sungai CodeYogyakarta. Sampel konsentrat air dan serbuk sedimen kering-homogen lolos 100 mesh diukur gross b dengan detektor GM serta diidentifikasi radionuklida dengan spektrometer g (detektor HPGe dan softwareMaestro II). Data radioaktivitas dianalisis secara deskriptif dengan histogram untuk melihat polapenyebaran data. Data beban pencemaran, baku mutu dan daya tampung sungai Code dianalisis secaradeskriptif dengan diagram garis untuk melihat pola hubungan antara beban pencemaran dan dayatampung sungai. Hasil pengamatan sampel air dan sedimen di 11 stasiun-pengamatan menunjukkantelah terdeteksi radionuklida alam pemancar g : 210Pb, 212Pb, 214Pb, 226Ra, 208Tl, 214Bi, 228Ac, dan 40K.Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pola penyebaran aktivitas reratagross b dan g semakin meningkat dari hulu ke hilir sungai Code, baik pada sampel air maupun sampelsedimen. Hasil analisis beban pencemaran, baku mutu dan daya tampung aktivitas radionuklida 210Pb,212Pb, 226Ra dan 228Ac ditunjukkan beban pencemaran lebih kecil dari baku mutu air sungai menurutkeputusan Badan Pengawas Tenaga Nuklir 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang baku mutu radioaktivitas,berarti sungai Code masih memiliki daya tampung yang baik terhadap keempat radionuklida tersebut.Kata Kunci: Beban pencemaran, bakumutu, daya tampung, gross b , radionuklida alam.
IDENTIFIKASI RADIONUKLIDA PEMANCAR GAMMA DI DAERAH PANTAI LEMAHABANG MURIA DENGAN SPEKTROMETRI GAMMA Sukirno Sukirno; Agus Taftazani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 6 Nomor 2 Juli 2003
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.052 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2003.6.2.205

Abstract

lDENTIFIKASl RADIONUKLlDA PEMANCAR GAMMA DI DAERAH PANTAI LEMAHABANG MURIA DENGAN SPEKTROMETRI GAMMA. Rencana lokasi terpilih Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan dibangun terletak di sekitar pantai Lemahabang semenanjung Muria Jawa Tengah. Dalam rangka antisipasi kemungkinan terjadi perubahan radioaktivitas karena pembangunan PLTN, perlu dipersiapkan data awal konsentrasi radioaktiviras alami di daerah tersebut. Tujuan utama identifikasi ini dilakukan untuk mengetahui radioaktivitas gamma serta radionuklida lingkungan yang terdapat dalam cuplikan algae, ikan kerapu, sedimen dan air laut. Pengambilan cuplikan, preparasi maupun analisisnya mengacu pada prosedur analisis cuplikan radioaktivitas lingkungan. Instrumen yang digunakan adalah Maestro II EG&G spektrometer γ Ortec dengan detektor Ge(Li). Hasil identifikasi radionuklida alam pemancar γ dengan teknik spektrometri γ menunjukkan ada 6 jenis radionuklida alam yang teridentifikasi yaitu Ra-226 (186,52 keV), Pb-212 (238,75 keV), Pb-214 (395.94 keV), Tl-208 (583,19 keV), Ac-288 (911,07 keV) dan K-40 (1460,7 keV). Radioaktivitas γ untuk semua radionuklida dalam air laut masih jauh di bawah nilai batas radioaktif lingkungan menurut SK DIRJEN BATAN No 294/DJ/1992. Radioaktifitas pemancar γ tertinggi dalam air laut adalah K-40 terukur dengan konsentrasi 5,798 ± 0,537 Bq/L, sedangkan konsentrasi tertinggi yang diijinkan 104 Bq/L.
STUDI PENGUKURAN AKTIVITAS ANAK LURUH U-238, TH-232 DAN K-40 DALAM FILTER PM 10 DAN PM 2,5 DI DAERAH – JATENG II Muzakky Muzakky; Agus Taftazani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.983 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.1.22

Abstract

STUDI PENGUKURAN AKTIVITAS ANAK LURUH U-238, Th-232 DAN K-40 DALAM FILTER PM 10 DAN PM2,5 DI DAERAH – JATENG II. Telah dilakukan studi pengukuran aktivitas anak luruh U-238 dan Th-232 dan K-40 dalam filter PM10 dan PM2,5 didaerah Jateng II. Penelitian ini bertujuan (1) melakukan prediksi jaraksampling dan stabilitas meteorologi dan (2) identifikasi aktivitas radionuklida yang terdapat pada filter udara PM2,5 dan PM 10 di daerah perkotaan. Dengan memakai perangkat lunak “SCREEN3” dan “WRPLOT” samplingudara di daerah sekitar PLTU Jateng II dapat ditentukan pada bulan Juni 2011 dengan jarak sampling diantara1300 m – 1500 m. Hasil prediksi stablitas meteorologi di bulan Juni 2011 yang dibuat dengan pemodelanmemakai “SCREEN3” diperkirakan diantara mempunyai tipe B, B-C , C dan sedikit kearah tipe D. Hasil aktivitasfilter PM 10 dan PM 2,5 di ketiga tempat pengambilan sampling menggunakan spektrometer gamma, ternyataditemukan juga 6 macam radionuklida yaitu Ac-228, Tl-208, Pb-212, Ra-226, Bi-214 dan K-40. Dari hasilperhitungan diperoleh bahwa aktivitas radionuklida tertinggi pada sampel udara PLTU Jateng II untuk PM 2,5dan PM 10 adalah Ra-226 dengan masing-masing aktivitas antara 0,04 -0,06 Bq/m3 udara.Kata kunci : SCREEN3, WRPLOT, PM 2,5 dan PM 10.
PENAFSIRAN NILAI KETIDAKPASTIAN ANALISIS Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti DAN Ce DALAM CUPLIKAN SEDIMEN DENGAN METODA XRF Sukirno Sukirno; Agus Taftazani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 1 Januari 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.576 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.1.43

Abstract

PENAFSIRAN NILAI KETIDAKPASTIAN ANALISIS Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti DAN Ce DALAM CUPLIKAN SEDIMENDENGAN METODA XRF. Telah dilakukan pengujian ketidakpastian untuk analisis Fe, Ca, Zr, Ba, La, Ti dan Cedalam cuplikan sedimen sungai Pancuran Wonosari. Nilai suatu hasil pengujian tidak akan bermakna tanpa disertaidengan perhitungan nilai ketidakpastian. Sebagai contoh telah disajikan perhitungan ketidakpastian analisis logamBa dalam makalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memenuhi persyaratan akreditasi alat X-Ray Fluorescence(XRF) di laboratorium kimia analitik PTAPB – BATAN sesuai standar ISO/IEC 17025-2005. Hasil penafsiranketidakpastian pengukuran pada analisis logam Fe, Zr, Ba, La, Ce, Ti dan Ca menunjukkan bahwa, komponenketidakpastian berasal dari: tahapan preparasi sampel dan standar/pembanding, kemurnian bahan, statistikpencacahan sampel dan standar, serta kedapatulangan. Hasil analisis kuantitatif diketahui bahwa logam yangterkandung dalam sedimen sungai Pancuran di Wonosari adalah Fe = 7,290 %, Zr = 54,5 mg/kg, Ba = 1661,6 mg/kg,La = 22,9 mg/kg, Ce = 161,0 mg/kg, Ti = 3193,2 dan Ca = 7,816 %, sedangkan penafsiran ketidakpastian logam Fe,Zr, Ba, La, Ce, Ti dan Ca berturut-turut adalah ± 0,60 %, ± 4,5 mg/kg, ± 55 mg/kg, ± 1,4 mg/kg, 12,0 mg/kg, ± 208mg/kg dan ± 0,61 %.Kata kunci : Ketidakpastian, sedimen, XRF, ISO 17025-2005
Beberapa Permasalahan Dan Pengembangan Metode Pertanggalan Radiokarbon Faisal Wisjachudin; Agus Taftazani; Bangun Wasito
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.369 KB) | DOI: 10.30883/jba.v17i1.764

Abstract

Telah dilakukan percobaan untuk penelitian dan pengembangan pertanggalan radiokarbon. Dalam ha! ini yang perlu dicermati adalah adanya beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut antara lain teknik pengambilan sampel, teknik penanganannya di laboratorium, keberadaan standar referensi, adanya kontaminasi pada sampel, fraksinasi isotop, fluktuasi radiokarbon ( 14C), keterbatasan sampel dan evaluasi data. Untuk mengatasi permasalahan itu dilakukan penelitian yang mengacu pada perbaikan teknik yang menjadi permasalahan tersebut. Hasil percobaan terhadap sampel kayu, yang dilakukan pencucian dibandingkan dengan yang tidak diberi perlakuan pencucian, menunjukkan adanya perbedaan harga umur sampel kayu sekitar 391 tahun dari umur sesungguhnya sekitar 700 tahun yang lalu. Koreksi delta 13C karena adanya fraksinasi isotop menunjukkan cukup bermakna untuk sampel yang berumur di bawah 30.000 tahun. Koreksi lingkaran pohon (tree ring correction) yaitu koreksi adanya fluktuasi radiokarbon (14C) pada masa lalu juga memberikan koreksi yang perlu dikaji oleh para peneliti dari bidang arkeologi. Untuk itu diperlukan penanganan sampel dan perlakuan awal yang baik, penentuan harga delta 13C untuk koreksi adanya fraksinasi isotop karbon, koreksi fluktuasi radiokarbon sedemikian sehingga diperoleh harga pertanggalan yang terkoreksi dengan evaluasi data yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, serta upaya penanganan keterbatasan sampel dari lapangan.
BEBERAPA PERMASALAHAN DAN PENGEMBANGAN METODE PERTANGGALAN RADIOKARBON Faisal Wisjachudin; Agus Taftazani; Bangun Wasito
Berkala Arkeologi Vol. 17 No. 1 (1997)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v17i1.764

Abstract

Experimental works on a research and development of radiocarbon dating have been carried out. On this occasion several problems have to be concerned. These problems include a sampling technique. its handling in the laboratory, the existence of standard reference material contamination, isotopic fractionation , radiocarbon (14C) fluctuation, limitation of samples and data evaluation. In order to solve these problems. there have been established research which applied an improvement technique treatment techniques that regarded the caution of the problems. The experimental results on wood samples which washed and unwashed showed an age differences of 391 years from its true age of about 700 years ago. Delta 13C correction, due to the availability of isotopic fractionation. shows quite significant to be applied to sample having an age of under 30,000 years. A tree ring correction is a correction due to the existence of their previous radiocarbon dating fluctuation was also giving a correction that need to be studied by archaeologist . For that purpose, there was required a better handling better treatment of the samples.