Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Literasi Biodiversitas Menggunakan Model Kebun Botani di Madiun Laurensia Maria Yulian Dwiputranti Darmoatmodjo; Indah Epriliati; Paini Sri Widyawati; Agus Purwanto; Leo Eladisa Ganjari
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i2.4134

Abstract

The improvement of literacy on biodiversity growing in the residential areas can support the attitude of society to sustain the ecology, even improving the life quality based on local potentials. However, there are limited live-learning facilities available for biodiversity education. Hence, a community service was carried out by the Study Program of Biology and Study Program of Food Technology, Faculty of Agricultural Technology, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia. Its objective was to improve literacy on biodiversity of the societal partners through knowledge enrichment and awareness of biodiversification potentials which grow in their residential areas. The societal partners are alumni, high school students (St. Bonaventura and the 6th State High School, Madiun), and Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) group “Asman Toga” from Rejomulyo village, Madiun; totally 45 participants. The activities included (a) building a botanical garden named Arbor Vitae”, (b)focused group discussion (FGD), and (c) workshop.  Currently, it finished a clearing land and planting more than 50 species for foods and nutraceutical/medicinal sources as well as ecological services. The “Arbor Vitae” had been embedded into university institution by appointing a management in charged. Meanwhile, the improvement of literacy was measured from pre- and post-test during FGD which indicated a significant increase in partners’ literacy by 45.44%; after screening 18 respondents completely filled the tests. The test statements grouped into four indicators of literacy on biodiversity. Moreover, the workshop was complementarily improving the partners’ skill with technology of telang flower jelly drink, purslane medical simplisia, and water clarification using moringa seeds.
Pelatihan Pembuatan Teh Celup Herba sebagai Terapi Komplementer Asam Urat Levi Puradewa; Antonius Budiawan; Bida Cincin Kirana; Christina Indriasari; Agus Purwanto
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2559

Abstract

Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit inflamasi sendi yang paling sering ditemukan. Masalah yang muncul pada terapi untuk gout adalah penggunaan obat secara lama dan panjang. Penggunaan jangka panjang NSAID mengakibatkan penurunan mukosa lambung sehingga lebih mudah terjadinya luka pada lambung (gastritis) sedangkan pada kortikosteroid dapat menimbulkan banyak masalah bagi kesehatan. Permasalahan yang dihadapi mitra dengan prevalensi pengidap asam urat sebanyak 20 kasus adalah kurangnya informasi mengenai penggunaan jangka panjang terapi obat kimia dan kurangnya informasi mengenai beberapa tanaman yang bisa dikombinasikan untuk memberikan efek pereda nyeri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai potensi tanaman obat sebagai terapi komplementer penyakit asam urat sehingga penggunaan kortikosteroid secara terus menerus bisa dikurangi mengingat efek samping yang ditimbulkan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap identifikasi masalah dan pelaksanaan pelatihan. Tahap pelatihan dilakukan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan teh celup pereda nyeri berbahan dasar herba krokot, rimpang jahe, dan rimpang kunyit. Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra dalam pembuatan teh celup pereda nyeri, dengan rerata skor sebesar 50,30% menjadi 95,76%. Dengan pengetahuan yang lebih baik, peserta diharapkan dapat membuat sendiri teh celup herbal sebagai terapi komplementer asam urat untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan asam urat. Selain itu, peserta yang lebih teredukasi dapat menyebarluaskan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas.