Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ramatekno

DESAIN DAN SIMULASI RANGKAIAN DC TO DC CHOPPER TIPE BUCK CONVERTER DENGAN PENGENDALI PI Asmoro, Purwandito Tulus; Ningtias, Dieta Wahyu Asry; Hadisantoso, Feri Siswoyo
JURNAL RAMATEKNO Vol 4 No 1 (2024): Ramatekno_Vol_4_No_1
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v4i1.170

Abstract

Dalam banyak aplikasi industri, diperlukan untuk mengubah sumber DC dengan tegangan tetap kedalam tegangan DC yang variabel, maupun sebaliknya. Chopper DC yang mengubah secara langsung dari DC ke DC disebut juga sebagai konverter dc-kedc (dc-to-dc converter). Seperti juga trafo, chopper dapat digunakan menurunkan (step-down) atau menuikkan {step-up) tegangan sumber DC. Sebuah sumber listrik DC atau generator DC pada dasarnya akan menyuplai energi listrik ke beban DC untuk penggunaan sehari-hari. Jika tegangan yang dihasilkan oleh generator atau sumber lebih besar dari pada beban, maka diperlukan konverter DC-DC agar tegangan dapat stabil dan mampu disuplai ke beban. Konverter buck digunakan untuk menurunkan nilai tegangan pada sumber listrik jika melebihi nilai tegangan setpoint. Sebuah MOSFET pada rangkaian konverter DC-DC ini switchingnya diatur oleh PWM (Pulse Width Modulation) yang dikontrol dengan kontroler berbasis PI (Proporsional Integral).
ANALISIS STANDAR PENCAHAYAAN STUDI KASUS GEDUNG TEKNOLOGI LISTRIK POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA Dieta Wahyu Asry Ningtias; Aziz Yulianto Pratama; Dani Usman; Haneef Nouval Alannibras Humaidi
JURNAL RAMATEKNO Vol 4 No 2 (2024): Ramatekno_vol_4_no_2
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v4i2.196

Abstract

Pencahayaan harus sesuai dengan standar dikarenakan berpengaruh pada kesehatan, kenyamanan, hingga estetika ruangan. SNI 03-6575-2001 tentang tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan menerangkan standar intensitas cahaya (lux) pada suatu ruangan. Dibutuhkan penelitian dengan pengukuran secara langsung atau nyata menggunakan lux meter pada ruangan agar mendapatkan keakuratan data dan dapat dianalisis hasilnya. Penelitian sesuai dengan standar tata cara pengukuran yang ada. Objek penelitian yaitu ruang kelas, ruang komputer, laboratorium bengkel kerja atau workshop, ruang kantor atau dosen, dan ruang direktur atau kepala program studi Teknologi Listrik Politeknik Enjinering Indorama. Hasil penelitian menunjukkan intensitas cahaya pada ruang kelas sebesar 492,5 lux, ruang komputer sebesar 274,95 lux, ruang kerja sebesar dosen 116,5, ruang kepala program studi sebesar 116,5 lux, dan laboratorium workshop bengkel kerja sebesar 444,74 lux. Ruang kelas dikategorikan memenuhi syarat minimum standar, namun ruang lainnya belum memenuhi. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa lampu yang sudah mati dan usia lampu yang sudah lama. Harapannya dilakukan perbaikan untuk meningkatkan intensitas cahaya sehingga kesehatan dan kenyamanan pengguna ruangan akan lebih baik.
Pengaruh Integrated Circuit Pada Rangkaian Fastcharging Baterai Mobil Listrik Tulus Asmoro, Purwandito; Dieta Wahyu Asry Ningtias; Widodo; Aziz Yulianto Pratama; Ali nur Fatoni
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i1.222

Abstract

Transportation is the most important need in the mobility of fulfilling people's needs. The increasing number of transportation has an impact on environmental degradation, especially air pollution. Based on the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), transportation contributes more than 20% of the total Carbon Dioxide (CO2) emissions in Indonesia. This is caused by conventional transportation or vehicles that use oil fuel (BBM). In addition to polluting the air, the use of conventional vehicles also triggers respiratory diseases that will worsen the quality of human life. Electric cars are one solution to overcome this problem because electric cars do not emit carbon emissions. Electric cars continue to be developed through industrial technology research including fast charging circuit architecture topology, power flow, and protection. Fast charging or fast charging of electric car batteries is needed to increase comfort, efficiency, and speed up time. Electric cars that have been designed by the Electrical Technology of the Indorama Engineering Polytechnic require a compatible fast charging circuit. The study aims to analyze the effect of Integrated Circuit (IC) 7805 and IC 7812 on fast charging of electric battery cars. The results of the study showed that the best performance criteria were obtained in the fast charging circuit using the IC 7805. A more stable voltage profile compared to circuits without IC, with an average of 12V. The current flowing is also high, which is 4 amperes, compared to other circuits, so that the charging time is faster, which is 8.75 hours compared to the circuit without IC, which takes 9.64 hours to charge the battery. Therefore, the addition of IC 7805 is proven to be compatible in the fast charging circuit of electric car batteries.