Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Effectiveness of the Supplementary Feeding Program on the Nutritional Status of Stunted Toddlers Yusuf, Nurlathifah N.; Fitriani, Nurul; Ilmiyani, Siti Naili; Supiani, Supiani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3790

Abstract

Providing additional food made from local food is one strategy for handling nutritional problems in toddlers and pregnant women. Lack of nutritious food intake in toddlers is one of the direct causes of toddler nutritional problems such as Stunting. So it is hoped that made from local food can encourage food independence and family nutrition in a sustainable manner. Aim to determine the effectiveness of providing local supplementary food on the nutritional status of stunted toddlers at Sekotong Health Center. Method: Pre-experimental research type with a one group pretest posttest design. The population, namely all stunted toddlers in October 2023, is 29 people. The sampling technique in this research was total sampling. The number of samples in this study was 29 people. Statistical tests use the Wilcoxon test. Results: The nutritional status of stunted toddlers before being given local was mostly in the Stunting category, as many as 20 people (69.0%). After being given, most of the Stunting category was 22 people (75.9%), with a mean value before of 1.69, while after being given the mean was 1.76. The Wilcoxon test results obtained a p value of 0.157 (p>0.05). There is no effectiveness of local on the nutritional status of stunted toddlers at Sekotong Health Center.
The Effect of Delayed Cord Clamping (DCC) on Haemoglobin Levels and Oxygen Saturation Levels in Newborns Ilmiyani, Siti Naili; Yanti, Eka Mustika; Siswari, Baiq Disnalia
Babali Nursing Research Vol. 4 No. 3 (2023): July
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.43241

Abstract

Background: The case of iron deficiency anaemia in infants is a serious health problem because it interferes with mental and cognitive development. DCC prolongs blood flow from the placenta to the baby through the umbilical cord, increases blood volume, and optimizes oxygen transfusion which might prevent anemia and promote effective self-breathing. Objective: To determine the effect of DCC on Haemoglobin Levels and Oxygen Saturation Levels in Newborns. Method: Experimental research with Post-test Only Control Group design. The total Sampling method was used on 30 newborns as the samples, with 15 intervention groups and 15 control groups. Data collection used the Delayed Cord Clamping procedure, observation sheets, Easy Touch GCHb tool, and Baby SpO2. An Independent T-test was used to process the data. Results: Based on the experiment on 30 infants, it found that the average hemoglobin level of new-borns with the Delayed Cord Clamping treatment was 22.07 gr/dL higher than the hemoglobin level of new-borns without the Delayed Cord Clamping treatment of 17.79 gr/dL. In addition, the average oxygen saturation level of newborns with the Delayed Cord Clamping treatment was 87.4% more than that of newborns without the Delayed Cord Clamping treatment of 77.4%. Conclusion: DCC affects Haemoglobin Levels and Oxygen Saturation Levels in Newborns in the Work Area of the Aikmel Regional Health Centre. There is a need to increase information about the benefits of DCC among health workers.
Telehealth Education for Pregnant Women as an Effort to Increase Knowledge about Hypertension in Pregnancy Ilmiyani, Siti Naili; Faizaturrahmi, Eka; Ernawati; Pathak, Liza
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.51340

Abstract

Background: One of the main indicators of a country's health degree is the Maternal Mortality Rate (MMR). The priority problem for the health sector in Indonesia is the high maternal mortality rate. Knowledge is one of the components of predisposing factors that are important for health behaviors. An Efforts to increase knowledge is by providing health education Method: The research method was quantitative research with a quasi-experiment research (pseudo-experiment). The research design was a one-group pretest and posttest design. The number of respondents who were used as research samples was 56 people. The research was conducted on pregnant women using WhatsApp lectures. Results: From the results of the study, it was found that there was a difference in the average value of knowledge of pregnant women before and after education, where in the pre-test, it was 73.14 with a standard deviation of 27.260 and in the post-test, it was 89.00 with a standard deviation of 14.791. The results of the analysis obtained a p value of 0.001, so it can be concluded that there is a significant difference between the average value of the level of knowledge in the pre-test and post-test. The data analysis used is Paired T-Test. Conclusion: There is a significant difference between the value before and after education through pretest and posttest delivered with telehealth media.
Pendidikan Kesehatan tentang Pencegahan Kehamilan Usia Anak pada Remaja Dusun Teluk Dalam Kern Desa Medana Lombok Utara Aprianti, Nurannisa Fitria; Faizaturrahmi, Eka; Ilmiyani, Siti Naili; Fatmasari , Baiq Dika
Bhakti Patrika Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2025.1124

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan usia anak merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan reproduksi remaja. Pendidikan kesehatan tentang pencegahan kehamilan usaia anak pada remaja Dusun Teluk Dalam Kern Desa Medana Lombok Utara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan kesehatan tentang pencegahan kehamilan usia anak. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah partisipatif dengan pendekatan pretest dan posttest pada remaja serta pemberian materi tentang pencegahan kehamilan usia anak. Dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan (registrasi dan mengisi kuesioner pretest), tahap kedua pemberian materi tentang pencegahan kehamilan usia anak, diskusi dan tanya jawab, tahap ketiga yaitu pengisian kuesioner posttest. Hasil: Menunjukan adanya peningkatan pengetahuan sebelum pengetahuan kurang (56,7%) sesudah diberikan edukasi menjadi pengetahuan baik (53,3%). Program kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya pencegahan kehamilan usia anak sehingga dapat membantu masyarakat dusun dalam menurunkan kasus kehamilan di usia anak. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masayrakat ini sangat efektif dalam membantu meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan kehamilan usia anak diharapkan dapat mengubah perilaku remaja untuk tidak melakukan perkawinan dan kehamilan di usia anak. Keberhasilan kegiatan PKM ini dapat baik jika dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Dukungan dari pihak puskesmas, desa dan kader sangat penting dalam program berkelanjutan untuk mencegah terjadinya kehamilan usia anak.
Pemanfaatan Buku Saku terhadap Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Luka Jahitan Perineum Aprianti, Nurannisa Fitria; Faizaturrahmi, Eka; Ilmiyani, Siti Naili; Ernawati; Fatmasari, Baiq Dika
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.21153

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu nifas mengenai perawatan luka jahitan perineum masih menjadi permasalahan yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi serta memperlambat proses penyembuhan pascapersalinan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada ibu nifas di Desa Jero Gunung, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Diperlukan upaya edukasi kesehatan yang praktis dan mudah dipahami untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas terkait perawatan luka perineum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahitan perineum melalui edukasi menggunakan media buku saku. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, demonstrasi langsung perawatan luka jahitan perineum, diskusi kelompok, serta pendampingan individual. Media edukasi yang digunakan berupa buku saku berisi informasi sederhana dan aplikatif. Tingkat pengetahuan ibu nifas diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu nifas setelah diberikan edukasi menggunakan buku saku. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan rendah, sedangkan setelah intervensi mayoritas peserta berada pada kategori pengetahuan baik. Buku saku yang dihasilkan menjadi luaran utama dan berfungsi sebagai media edukasi berkelanjutan bagi ibu nifas serta pendukung edukasi tenaga kesehatan di masyarakat. Kesimpulan: Edukasi kesehatan menggunakan media buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka jahitan perineum dan dapat diterapkan sebagai metode edukasi yang praktis dalam kegiatan pengabdian masyarakat.