Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peranan Vitamin E dalam Mencegah Efek Samping Mukokutaneus Isotretinoin Gunawan, Harry; Gabriela, Stefanni; Lukita, Stephanie; Setiawan, Ivon; Dewi, Kardiana Purnama
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 10 (2020): Optalmologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.879 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v47i10.1090

Abstract

Isotretinoin merupakan pilihan terapi oral yang paling efektif untuk kasus akne vulgaris derajat berat, tidak responsif terhadap terapi konvensional, akne dengan jaringan parut berat, dan akne kronis. Efek samping mukokutaneus paling sering dan tergantung dosis (dose-dependent), diduga berkaitan dengan berkurangnya produksi sebum, berkurangnya ketebalan stratum korneum, dan berubahnya fungsi barier epidermis. ATRA (all-transretinoic acid) dapat meningkatkan ekspresi TRAIL, yang merupakan protein ligan TNF-related menginduksi apoptosis. Vitamin E (-tokoferol) dapat menekan jumlah reseptor ligan apoptosis serta mengatur profil lipid epidermal. Beberapa penelitian menunjukkan vitamin E dapat mengurangi efek samping isotretinoin.Isotretinoin is the most effective choice of oral therapy for severe acne, acne unresponsive to conventional therapy, severe acne scars, and chronic acne. Mucocutaneous side effects are the most frequently occurring and dose-dependent, thought to be related to reduced sebum production, reduced stratum corneum thickness, and epidermal barrier function. ATRA (all-trans retinoic acid) increases the expression of TRAIL, a TNF-related ligand protein that induces apoptosis. Vitamin E (-tocopherol) can suppress apoptotic ligand receptors and regulate lipid profiles. Several studies show the advantages of vitamin E in reducing side effects of isotretinoin.
Cutaneous candidiasis mimicking inverse psoriasis lesion in a type 2 diabetes mellitus patient Surya, Steven Philip; Dewi, Kardiana Purnama; Regina, Regina
Journal of General - Procedural Dermatology & Venereology Indonesia Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) condition could affect the skin. The disease is among the greatest risk factors of skin infection such as cutaneous candidiasis and is also associated with autoimmune skin diseases such as psoriasis, which lesion morphologies and predilection areas are quite similar. These similarities are a source of confusion to clinicians. Case illustration: We present a 60-year-old female patient with uncontrolled T2DM and multiple erythematous plaques in the form of shiny lesions at the intertriginous area that developed 1 week prior to her hyperglycemic state. The lesions had recurred at the same site for approximately 10 years and were initially diagnosed as intertriginous candidiasis. Bedside testing revealed a positive Auspitz sign, while the patient’s fungal culture was unremarkable. She was diagnosed with inverse psoriasis (IP) and treated with 0.1% mometasone furoate cream twice a day. The lesions improved but were not completely resolved. Discussion: Inverse psoriasis is a subgroup of psoriasis characterized with thin, non-layered scales, and various predilection areas. The features of the primary lesion may be altered by a patient’s activities, such as use of cleansing soap, which may cause lesions to dry out and ooze, similar to cutaneous candidiasis. Additional examination, such as bedside testing and laboratory work, could help obtain a proper diagnosis. Conclusion: The similar morphologies and predilection areas of IP and cutaneous candidiasis lesions may confuse clinicians. In some limited cases, the correct diagnosis may be obtained by complete history taking, physical examination, and other simple tests.
EDUKASI KESEHATAN BIBIR DAN PEMBUATAN LIP BALM DI SMK FARMASI KRISTEN PENABUR JAKARTA Arrang, Sherly Tandi; Dewi, Kardiana Purnama; Prasetyanto, Yohanes Eko Adi; Vivian; Apin, Caitlin Leticia; Anashiah, Faja Safira; Hamidah, Fardhah; Winda , Kezia Carita; Margaretta, Louisa; Calvino, Sheila; Purba, Yohanes Baptista Inizio Dearmaai Prifinans Wie; Kristoforus, Yonathan
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5944

Abstract

Bibir kering adalah salah satu masalah yang hampir dialami oleh semua orang. Ciri-ciri bibir kering yaitu bibir tampak bersisik, pecah- pecah, dan kering. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bibir kering, yaitu kekurangan vitamin, kebiasaan mengelupas bibir, paparan sinar matahari yang berlebihan, kekurangan cairan, dan kondisi cuaca kering maupun dingin. Salah satu cara mengatasi bibir kering adalah menggunakan pelembab bibir atau lip balm. Sejak usia dini, kesehatan bibir perlu dijaga terutama anak usia remaja. Untuk itu dilakukan edukasi mengenai kesehatan bibir dan cara membuat lip balm pada siswa SMK Farmasi Kristen Penabur Jakarta. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan peserta (siswa) dapat memahami pentingnya kesehatan kulit bibir, mampu membuat lip balm sederhana dengan komposisi bahan yang aman, dan agar peserta bisa lebih pintar dalam memilih sediaan lip balm yang sesuai dengan kondisi kulit. Kegiatan edukasi berupa pemaparan materi tentang kesehatan bibir dibawakan oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dan kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan sediaan lip balm. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan pre-test dan post-test. Jumlah peserta yang hadir adalah 47 orang dan mayoritas adalah perempuan sebanyak 29 siswi (61,70%). Hasil pre-test, 31,91% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, dan hasil post-test terjadi peningkatan tingkat pengetahuan baik yaitu 89,36%.
EDUKASI KESEHATAN BIBIR DAN PEMBUATAN LIP BALM DI SMK FARMASI KRISTEN PENABUR JAKARTA Arrang, Sherly Tandi; Dewi, Kardiana Purnama; Prasetyanto, Yohanes Eko Adi; Vivian; Apin, Caitlin Leticia; Anashiah, Faja Safira; Hamidah, Fardhah; Winda , Kezia Carita; Margaretta, Louisa; Calvino, Sheila; Purba, Yohanes Baptista Inizio Dearmaai Prifinans Wie; Kristoforus, Yonathan
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5944

Abstract

Bibir kering adalah salah satu masalah yang hampir dialami oleh semua orang. Ciri-ciri bibir kering yaitu bibir tampak bersisik, pecah- pecah, dan kering. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bibir kering, yaitu kekurangan vitamin, kebiasaan mengelupas bibir, paparan sinar matahari yang berlebihan, kekurangan cairan, dan kondisi cuaca kering maupun dingin. Salah satu cara mengatasi bibir kering adalah menggunakan pelembab bibir atau lip balm. Sejak usia dini, kesehatan bibir perlu dijaga terutama anak usia remaja. Untuk itu dilakukan edukasi mengenai kesehatan bibir dan cara membuat lip balm pada siswa SMK Farmasi Kristen Penabur Jakarta. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan peserta (siswa) dapat memahami pentingnya kesehatan kulit bibir, mampu membuat lip balm sederhana dengan komposisi bahan yang aman, dan agar peserta bisa lebih pintar dalam memilih sediaan lip balm yang sesuai dengan kondisi kulit. Kegiatan edukasi berupa pemaparan materi tentang kesehatan bibir dibawakan oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dan kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan sediaan lip balm. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan pre-test dan post-test. Jumlah peserta yang hadir adalah 47 orang dan mayoritas adalah perempuan sebanyak 29 siswi (61,70%). Hasil pre-test, 31,91% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, dan hasil post-test terjadi peningkatan tingkat pengetahuan baik yaitu 89,36%.