Azizi, Agung Wildan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Classification of the Contract; Tabarru Lending Money, Qardh, Rahn, Hiwalah Abdillah, Yudi Khoeri; Azizi, Agung Wildan; Gozaly, Ahmad Yusdi; Jamilah, Akfah Zakiah
International Conference on Islamic Economic (ICIE) Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/icie.v2i1.261

Abstract

Tabarru 'Lending Money, Qardh, Rahn, Hiwalah Islamic financial institutions in practice have two categories of contracts, there are so-called Tijarah contracts and Tabarru' contracts. expect rewards, which include tabarru' contracts including qardh, Rahn, Hiwalah contracts, in this scientific paper will explain the concept of pillars, terms, types, and Tabarru' contract practices in Islamic financial institutions. The methodology in this scientific paper uses a qualitative descriptive methodology which describes the classification of the contract; tabarru' lending money, qardh, rahn, hiwalah.Tabarru' Lending Money, Qardh, Rahn, Hiwalah, it can be concluded that from each tabarru contract such as qardh in its transaction activities, additional transactions are not allowed, if there is an additional qardh contract from each loan then the status of the law is usury. Likewise with rahn or sharia pawning does not apply interest from each rahn contract, but in a rahn or sharia pawn contract there is a maintenance fee for goods used as collateral or collateral. As for the hawalah contract, it is permissible to do ad-Dain (assets that are still in the form of debt), not to alAin (assets whose goods are concrete, usually interpreted as goods), or in other words, the hawalah contract is valid if the muhal bih is not in the form of goods debt (alAin).
Norma dan Aplikasi Ijarah Multijasa (Tinjauan Fatwa No. 44/DSN-MUI/VIII/2004) Azizi, Agung Wildan
MASHLAHAH Vol. 1 No. 1 (2022): Mashlahah: Journal of Islamic Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/5b5aa627

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan norma dan aplikasi ijarah multijasa berdasarkan tinjauan fatwa No. 44/DSN-MUI/VIII/2004. Tulisan ini merupakan kajian deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan mengkaji data kepustakaan. Tulisan ini menunjukan bahwa Ijarah ¬Multijasa sebagai salah satu sumber pembiayaan pada Lembaga Keuangan Syariah bila ditinjau dari fatwa DSN-MUI No.44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa adalah merupakan salah satu bentuk/ pelayanan jasa keuangan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pembiayaan multijasa dapat menggunakan akad ijarah atau kafalah. Tetapi apabila Lembaga Keuangan Syariah menggunakan akad ijarah, maka harus mengikuti semua ketentuan yang ada dalam fatwa ijarah. Sebaliknya apabila menggunakan akad kafalah, maka harus mengikuti semua ketentuan yang ada dalam fatwa kafalah.