Latar Belakang: Menyusui merupakan tolak ukur terbaik dalam pemberian nutrisi bagi bayi karena terbukti memberikan manfaat optimal bagi kesehatan ibu dan anak. Namun, angka keberlanjutan menyusui menurun secara bermakna ketika ibu kembali bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang bekerja lebih jarang memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Menyusui dapat dipertahankan dengan dukungan di tempat bekerja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri menyusui di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Metode: Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu menyusui yang bekerja sebanyak 125 orang. Jumlah sampel sebanyak 95 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Uji statistik koefisien kontingensi. Hasil: Dari 64 responden yang mendapatkan dukungan di tempat bekerjanya, sebagian besar memiliki tingkat efikasi diri menyusui yang tinggi yaitu sebanyak 50 responden (78,1%). Hasil uji statistik p-value = 0,000 menunjukkan terdapat hubungan dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri menyusui pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan tempat bekerja terhadap efikasi diri pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan. Tempat bekerja perlu memberikan dukungan kepada ibu menyusui agar menyusui dapat dipertahankan dan berlangsung lebih lama.