Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Home Industri Bagi Perempuan Suku Laut di Desa Perigi Raja, Kuindra, Indragiri Hilir: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Home Industri Bagi Perempuan Suku Laut di Desa Perigi Raja, Kuindra, Indragiri Hilir Anillah, Aksa; Utami, Elsa Cahyah; Asmariani; Najamuddin; Qusthoniah; Andriansyah
IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2023): IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/ikhlas.v2i2.676

Abstract

Pemberdayaan ekonomi kreatif melalui home industri bagi perempuan komunitas adat terpencil (KAT) di desa Perigi Raja, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir, dilakukan dengan tujuan mendalami aktivitas pengolahan pucuk nipah sebagai home industri kreatif. Proyek ini bertujuan menemukan model yang tepat untuk meningkatkan kreativitas dan nilai fungsi dalam mengelola home industri. Selanjutnya, upaya dilakukan untuk mengubah mindset perempuan suku laut di Desa Perigi Raja agar dapat menjadi kreatif dan inovatif dalam mengolah lidi pucuk nipah menjadi berbagai produk bernilai jual. Pengabdian ini mencakup pelatihan langsung, dampingan, dan kerjasama dengan pihak terkait. Perempuan komunitas adat terpencil (KAT) Muslim, khususnya suku laut atau suku Duano, di Desa Perigi Raja memiliki potensi untuk mengembangkan kewirausahaan keluarga menuju ekonomi kreatif. Beberapa langkah positif telah diambil, seperti pengembangan pola kerja "Bapak Angkat," penguatan jejaring antar perempuan miskin, dan pembangunan budaya kerja "learning by doing."Namun, masih terdapat hambatan, termasuk keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan, rendahnya modal usaha, serta keterbatasan akses terhadap informasi dan pasar. Oleh karena itu, pemangku kebijakan diharapkan berpihak pada perempuan rentan ekonomi, terutama dalam komunitas adat terpencil, melalui kebijakan dan program strategis baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal ini penting untuk mempercepat pembangunan sektor ekonomi keluarga yang rentan terhadap kemiskinan.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Motivasi Tenaga Pendidikan di SMA Islam Alhusniyah Pulau Kijang Nurjamila; Murtopo, Ali; Asmariani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i2.69

Abstract

Motivasi merupakan pemberian atau penggerak yang menciptakan semangat kerja seseorang agar mau bekerja dan agar terdorong untuk melakukan suatu tindakan supaya dapat mencapai tujuan yang diinginkan, tenaga pendidik perlu memiliki motivasi agar memiliki ketekunan dan memiliki semangat kerja dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengembangkan motivasi tenaga pendidik dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang menjadi pendukung serta penghambatnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Yang menjadi informan kunci dari penelitian ini adalah kepala sekolah, sedangkan guru dijadikan informan tambahan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, strategi kepala sekolah dalam mengembangkan motivasi tenaga pendidik sudah berjalan dengan baik namun belum optimal diantara strategi kepala sekolah dalam mengembangkan motivasi tenaga pendidik yaitu melakukan pembinaan disiplin kerja, pemberian motivasi dan arahan, penyediaan sarana dan prasarana, pemberian penghargaan (reward), serta melakukan pelatihan melalui MGMP. Kedua, Faktor pendukung strategi kepala sekolah dalam mengembangkan motivasi tenaga pendidik diantaranya adalah; ketersediaan sarana prasarana yang dibutuhkan, pemberian reward, kenyamanan lingkungan, serta memiliki jaringan internet yang baik. Adapun faktor penghambatnya adalah kurangnya partisipasi tenaga pendidik, kurang disiplin dalam bekerja serta komunikasi guru dengan kepada kepala sekolah belum maksimal.
Implementasi Kurikulum Pondok Pesantren di MTS Sa’adatuddaraein Suhada Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Oftania, Maria; Nurmadiah; Asmariani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i1.72

Abstract

Kurikulum pondok pesantren memiliki perbedaan dengan sekolah umum, dan bahkan terdapat perbedaan antara satu pondok pesantren dengan pesantren lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kurikulum pondok pesantren dan untuk mengetahui apa faktor penghambat dan faktor pendukung dalam implementasi kurikulum pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif, Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan siswa dijadikan sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: pertama, pola I: materi agama yang diajarkan berasal dari kitab-kitab klasik (kitab kuning) dan metode pembelajarannya menggunakan wetonan dan sorogan. pola II: pendekatan pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dan non-klasikal. pola III: kurikulum telah ditambahi dengan mata pelajaran umum dan aneka kegiatan ketrampilan, kesenian, organisasi. pola IV: menitik beratkan pembelajaran ketrampilan disamping agama. pola V: pengajaran kitab klasik menjadi bagian penting dari pembelajaran di MTs Saadatudarein. a) Pesantren mengadopsi model madrasah. b) Kurikulum pesantren di bagi menjadi dua bagian, yaitu kurikulum pesantren dan kurikulum pemerintah dengan modifikasi materi agama. c) Ada juga pesantren menyelenggarakan sekolah umum dengan kurikulum yang mengikuti kementerian pendidikan dan kebudayaan. d) ada pesantren yang menyusun kurikulum pendidikan agama mereka sendiri. Kedua: faktor pedukungnya adalah dukungan dari pihak masyarakat, terpenuhinya kebutuhan pangan santri, kualitas guru dan staf memadai, komitmen kuat dari pengelola, partisipasi aktif santri. Sedangkan faktor penghambatnya adalah, kurangnya dukungan dari Orang Tua/Wali Murid, perubahan regulasi pendidikan, tantangan teknis, teknis ini dapat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kurikulum. Perbedaan pandangan dan opini, resistensi terhadap perubahan, kurangnya pelatihan dan pembekalan, tantangan pengukuran dan evaluasi
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Manajemen Mutu Pendidikan Jamaluddin; Asmariani; Ali Murtopo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih mendalam tentang mutu pendidikan dengan judul penelitian Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Manajemen Mutu Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kajian literatur (library research/penelitian kepustakaan) yang terdiri dari jurnal ilmiah, buku teks, dan literatur lain yang relevan dengan masalah yang diteliti serta hal-hal yang mendukung lainnya. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memegang peranan yang sangat strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Kepala sekolah yang efektif mampu mengoptimalkan berbagai fungsi kepemimpinan, seperti pengelolaan manajerial, pelaksanaan supervisi, pengembangan inovasi, pemberian motivasi, serta membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Kepemimpinan turut mempengaruhi seluruh unsur dalam sistem pendidikan, mulai dari pengelola, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik, yang secara kolaboratif berupaya mencapai tujuan pendidikan yang bermutu. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan dan perkembangan sekolah, termasuk kewajiban untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan mutu pendidikan secara keseluruhan. kepala sekolah dituntut untuk menunjukkan kinerja optimal dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik melalui perencanaan dan pelaksanaan program-program yang terarah. Upaya tersebut memerlukan dukungan solusi dan kinerja dari seluruh pemangku kepentingan agar berbagai permasalahan yang dihadapi dapat diatasi secara efektif.
Implementasi Sinergitas Kepala Sekolah Dengan Komite Sekolah Di SMP Negeri 6 Enok Kabupaten Indragiri Hilir Zuliana; Asmariani; Suryani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi sinergitas kepala sekolah dengan komite sekolah di SMP Negeri 6 Enok Kabupaten Indragiri Hilir, faktor penghambat dan faktor pendukungnya dan jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian Pertama: Kemitraan antara sekolah dan komite sekolah berjalan secara berkelanjutan dan didasari oleh prinsip keterbukaan, kejujuran, serta saling percaya. Komite sekolah turut dilibatkan dalam penyusunan kebijakan, evaluasi program, serta pengawasan kegiatan, sehingga menciptakan suasana kerja sama yang sehat dan partisipatif. Komite sekolah berperan aktif memberikan masukan dan solusi, serta mendukung kebijakan sekolah dalam berbagai program, seperti implementasi Kurikulum Merdeka, penguatan karakter siswa, dan pengembangan sarana prasarana. Kepala sekolah memberi ruang yang setara bagi komite untuk berkontribusi, dan hasil musyawarah dijadikan dasar pengambilan keputusan. Sinergi ini membuktikan bahwa keberhasilan sekolah tidak terlepas dari keterlibatan komite dan masyarakat yang bermakna dan berkelanjutan. Kedua: Faktor pendukung adalah komunikasi yang terbuka, rasa saling percaya, komitmen bersama, serta kedekatan emosional yang dibangun di atas nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan musyawarah, faktor penghambat adalah rendahnya pemahaman sebagian orang tua terhadap peran komite, keterbatasan waktu anggota untuk berpartisipasi aktif, serta ketimpangan tingkat keterlibatan di antara anggota komite maupun masyarakat.
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Daarul Rahman Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Zaidala, Uzia; Suryani; Asmariani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru. Supervisi kepala sekolah mencakup penelitian, penilaian, perbaikan, serta pengembangan dan untuk Kompetensi pedagogik guru mencakup pemahaman karakteristik peserta didik, pengelolaan pembelajaran, pengembangan kurikulum, menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan berkomunikasi secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di sekolah tersebut yang berjumlah 49 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket/kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, dan uji parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru. Hal ini terlihat dari nilai koefisien regresi yang positif dan signifikan pada taraf 5%, yang menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah, maka kompetensi pedagogik guru juga akan meningkat. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya supe rvisi yang berkelanjutan dan konstruktif sebagai upaya peningk atan kualitas guru dan pembelajaran di sekolah.
Sistem Sirkulasi Perpustakaan Di SMA Negeri 1 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Rika; Asmariani; Maimunah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bagaimana sistem sirkulasi perpustakaan di SMA Negeri 1 keritang dan Untuk mengetahui Bagaimana Kendala yang dihadapi dalam Pelayanan Sirkulasi Perpustakaan Di SMA Negeri 1 Keritang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah triangulasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepala perpustakaan dengan mencari bagaimana sistem sirkulasi perpustakaan di SMA Negeri 1 keritang. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh sistem sirkulasi perpustakaan adalah, pertama, Perpustakaan menyediakan buku catatan untuk mencatat peminjaman untuk mendukung kelancaran layanan dan ketertiban administrasi, kedua, Melakukan pengecekan kartu anggota ketika keluar dari perpustakaan untuk memastikan bahwa buku yang dibawa sudah tercatat dalam buku peminjaman, Ketiga, Menyediakan formulir pendaftaran bagi siswa baru, Keempat, Data anggota perpustakaan dicatat secara manual, Kelima, Perpustakaan mencatat anggota yang terlambat mengembalikan buku, Keenam, Sanksi disampaikan secara bertahap baik secara langsung maupun tertulis, Ketujuh, Perpustakaan memberikan peringatan kepada peminjaman yang belum mengembalikan buku, Kedelapan, Perpustakaan memiliki kebijakan mengenai buku yang hilang maka wajib diganti, Kesembilan, Buku-buku di perpustakaan disusun sesuai berdasarkan sistem klasifikasi desimal dewey, Kesepuluh, Siswa atau petugas mengembalikan buku ke tempat semula setelah digunakan, Kesebelas, Perpustakaan membuat laporan mengenai data peminjaman dan pengembalian. Adapun kendala yang dihadapi dalam sistem sirkulasi perpustakaan yaitu: Keterbatasan sarana teknologi, seperti komputer dan jaringan internet, yang belum sepenuhnya mendukung sistem otomasi perpustakaan.
Pelasaksanaan Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi) Kepala Madrasah Di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Fadlilah, Nur; Asmariani; Ali Murtopo
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Bagaimana pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat dan pendukungnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah dengan mencari bagaimana pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka diperoleh kesimpulan yaitu: Pertama: Pelaksanaan tupoksi kepala Madrasah Aliyah Miftahul Huda kepala madrasah mengelola waktu dan sumber daya dengan baik, mengimplementasikan program kewirausahaan untuk siswa dan tenaga kependidikan, melakukan supervisi rutin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, berkomitmen terhadap 8 Standar Nasional Pendidikan, mengatasi kekurangan guru dengan pembagian beban kerja yang proporsional, mempromosikan kebudayaan Indonesia di SILN, dan terlibat langsung dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi pembelajaran. Kedua, Faktor pendukung pelaksanaan tupoksi meliputi dukungan yayasan, komite madrasah, masyarakat, kekompakan guru dan tenaga kependidikan, serta lingkungan yang aman dan agamis. Semangat pengabdian guru juga menjadi motor penggerak utama. Faktor penghambat termasuk ketidaksesuaian latar belakang pendidikan guru, keterbatasan buku, kekurangan sarana prasarana (laboratorium IT dan perpustakaan), kondisi jaringan internet yang tidak stabil, penggunaan kantor yang bersamaan dengan lembaga lain, dan kurangnya imbalan yang cukup untuk guru dan tenaga kependidikan.
Teknik Pembinaan Disiplin Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Desa Sungai Lokan Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Sholeha, Mar’atun Rahma; Asmariani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik pembinaan disiplin peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Nurul Iman Desa Sungai Lokan Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah menerapkan beberapa teknik pembinaan disiplin, teguran awal jika terjadi pelanggaran ringan, dilanjutkan dengan peringatan dan pembinaan secara personal. Jika pelanggaran berulang, orang tua dipanggil untuk berdiskusi bersama pihak sekolah. Selain itu, siswa dipantau terus perkembangannya, dan jika menunjukkan perubahan positif, akan diberi dukungan lebih lanjut. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan peserta didik meliputi lingkungan keluarga, motivasi belajar, dan peran guru. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi madrasah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik.
Strategi Kebijakan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Animo Masyarakat Di MTS Nailus Sa’adah Dusun Sumber Harapan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Krida, Darma; Asmariani; Ali Murtopo
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan animo masyarakat di MTs Nailus Sa’adah Dusun Sumber Harapan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kepala madrasah telah menerapkan strategi yang terencana dan terstruktur, meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi ke sekolah-sekolah, menjalin kerja sama internal dan eksternal, menyelenggarakan pelatihan peningkatan kualitas guru, serta melibatkan guru dalam pengambilan keputusan. Strategi ini dilaksanakan dengan fokus pada peningkatan prestasi siswa, motivasi belajar, dan layanan pendidikan yang lebih baik. Evaluasi strategi dilakukan melalui peninjauan faktor internal dan eksternal, pengukuran capaian prestasi, dan tindakan korektif. Strategi yang digunakan bersifat agresif, yaitu proaktif mendobrak hambatan untuk mencapai target madrasah. (2) Faktor pendukung meliputi dukungan guru, staf, orang tua, tokoh masyarakat, serta budaya kerja positif di madrasah. Komitmen pengembangan profesional guru dan partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan. Namun, masih terdapat hambatan seperti resistensi terhadap perubahan, kondisi ekonomi masyarakat yang relatif rendah, serta kesadaran pendidikan yang belum merata sehingga sebagian orang tua masih menganggap pendidikan cukup hingga tingkat dasar.