Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Efektivitas Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya Desa Pengalihan Kecamatan Keritang Darmia, Andi; Nurmadiah; Indrawan, Irjus
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i2.70

Abstract

Efektivitas merupakan kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembinaan akhlak santri dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat efektivitas pembinaan akhlak santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok pesantren, sedangkan guru dan santri dijadikan sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak santri secara garis besar sudah terlaksana, akan tetapi belum secara maksimal. Karena masih seringnya santri melanggar aturan seperti kedisplinan dalam beribadah, berzikir dan kejujuran santri putra berupa merokok secara diam-diam, keluar tanpa menggunakan kaos kaki, bahkan santri yang membawa alat elektronik berupa handphone. Namun pelanggaran ini masih bersifat hal yang wajar, karena masih bisa diatasi dengan hukuman dan sebagai peringatan kepada santri bahwa tindakan ini tidak dibenarkan. cara mengatasi hambatan ini adalah adanya dukungan wali santri dalam pembinaan yang diberikan kepada santri
Gaya Penanganan Konflik di SMPN Satu Atap Teluk Kelasa Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Marlina, Ana; Nurmadiah; Indrawan, Irjus
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i1.71

Abstract

Konflik merupakan interaksi antara dua orang yang saling bergantung namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana gaya penanganan konflik dan apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung yang dihadapi kepala sekolah mengatasi gaya penanganan konflik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan siswa sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Taknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diuraikan bahwa gaya penanganan konflik yakni kepala sekolah menunjukkan pemahaman tentang kompleksitas konflik dengan memberikan waktu yang sesuai tergantung pada kompleksitas dan urgensi konflik, kepala sekolah berupaya memulai proses penyelesaian konflik secepat mungkin dan memberikan cukup waktu bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam mencari solusi yang baik. Kepala sekolah tidak placating, dan mempertimbangkan keadilan, kebijakan sekolah, dan kesejahteraan seluruh komunitas dalam mencari solusi yang adil, kepala sekolah juga mencerminkan sikap yang menghindari gaya mendominasi dan intimidasi dalam menyelesaikan konflik. Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam gaya penanganan konflik, diantaranya adalah, faktor pendukung dalam menangani konflik mencakup komunikasi yang baik, kebijakan sekolah yang mendukung, keterampilan staf, partisipasi aktif orang tua dan siswa, serta ketersediaan sumber daya yang memadai. Faktor penghambat dalam menangani konflik mencakup kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya penyelesaian konflik secara damai, pengaruh faktor eksternal, kurangnya keterampilan dalam mengelola konflik, serta ketegangan atau perbedaan yang mendalam antara pihak-pihak yang terlibat
Implementasi Kurikulum Pondok Pesantren di MTS Sa’adatuddaraein Suhada Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Oftania, Maria; Nurmadiah; Asmariani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i1.72

Abstract

Kurikulum pondok pesantren memiliki perbedaan dengan sekolah umum, dan bahkan terdapat perbedaan antara satu pondok pesantren dengan pesantren lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kurikulum pondok pesantren dan untuk mengetahui apa faktor penghambat dan faktor pendukung dalam implementasi kurikulum pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif, Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, sedangkan guru dan siswa dijadikan sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: pertama, pola I: materi agama yang diajarkan berasal dari kitab-kitab klasik (kitab kuning) dan metode pembelajarannya menggunakan wetonan dan sorogan. pola II: pendekatan pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dan non-klasikal. pola III: kurikulum telah ditambahi dengan mata pelajaran umum dan aneka kegiatan ketrampilan, kesenian, organisasi. pola IV: menitik beratkan pembelajaran ketrampilan disamping agama. pola V: pengajaran kitab klasik menjadi bagian penting dari pembelajaran di MTs Saadatudarein. a) Pesantren mengadopsi model madrasah. b) Kurikulum pesantren di bagi menjadi dua bagian, yaitu kurikulum pesantren dan kurikulum pemerintah dengan modifikasi materi agama. c) Ada juga pesantren menyelenggarakan sekolah umum dengan kurikulum yang mengikuti kementerian pendidikan dan kebudayaan. d) ada pesantren yang menyusun kurikulum pendidikan agama mereka sendiri. Kedua: faktor pedukungnya adalah dukungan dari pihak masyarakat, terpenuhinya kebutuhan pangan santri, kualitas guru dan staf memadai, komitmen kuat dari pengelola, partisipasi aktif santri. Sedangkan faktor penghambatnya adalah, kurangnya dukungan dari Orang Tua/Wali Murid, perubahan regulasi pendidikan, tantangan teknis, teknis ini dapat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kurikulum. Perbedaan pandangan dan opini, resistensi terhadap perubahan, kurangnya pelatihan dan pembekalan, tantangan pengukuran dan evaluasi
Pelaksanaan Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektivitas Proses Pembelajaran IPA Kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Maryati; Ali Murtopo; Nurmadiah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir dan untuk mengetahu faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran IPA kelas VII1 di SMP Negeri 02 Tembilahan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dan analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi maka diperoleh kesimpulan yakni; Pertama, upaya yang dilakukan oleh guru IPA dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif sudah diterapkan dengan cara hangat dan akrab pada anak didik, tantangan, bervariasi seperti penggunaan alat atau media, keluwesan pengajaran, penekanan pada hal-hal yang positif dan menanamkan disiplin diri sendiri dan pelaksanaan tanggung jawab. Oleh karena itu seorang guru harus mampu mengupayakan agar pembelajaran dikelas dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan kondusif sehingga siswa senantiasa memperhatikan guru ketika mengajar di kelas. Kedua, Faktor pendukungnya meliputi, Sikap hangat dan antusiasnya Guru IPA, metode pembelajaran yang inovatif, lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman. Faktor Penghambat meliputi, Kurangnya kesadaran siswa dalam memotivasi diri sendiri, kurangnya disiplin dalam mengerjakan tugas, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga.
Kompetensi Sosial Kepala Madrasah Di Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama II Tembilahan Hulu Pahrorozy; Nurmadiah; Nurkomariah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi sosial kepala madrasah merupakan kemampuan kepala madrasah untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efesien, baik dengan peserta didik, guru, orang tua/wali, dan masyarakat sekitar, sehingga kepala madrasah yang memiliki kompetensi sosial akan tampak menarik, empati, kolaboratif, suka menolong, menjadi panutan, komunikatif, dan kooperatif. Kepemimpinan kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat diterima ditengah-tengah lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II, Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II Tembilahan Hulu. Teknik pengumpulan data ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II sudah terlaksana dengan sangat baik, dan kepala madrasah senantiasa mempertahankan terus meningkatkan, mengevaluasi hasil-hasil kerjasama yang dilakukan dengan pihak madrasah dan lingkungan masyarakat dan meningkatkan kepekaan sosial untuk kepentingan madrasah, agar kompetensi sosial kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama II dapat terlaksana dengan maksimal.
Program Pembentukan Karakter Di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Rukayah, Siti; Suryani; Nurmadiah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Program Pembentukan Karakter di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir dan faktor penghambat dan faktor pendukungnya, adapun metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data Observasi, wawancara dan dokumentasi, Subjek dalam penelitian ini adalah I orang Waka Kurikulum, 1 Orang guru dan 1 orang peserta didik di MTs Nurul Huda Tasik Raya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pembentukan Karakter di madrasah ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat baik, bersifat kolaboratif dan sistematis. Proses pengembangan melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Kepala madrasah berperan dalam mengidentifikasi masalah karakter dan menyusun langkah pemecahan melalui musyawarah dan observasi. Kurikulum yang ada mengintegrasikan nilai-nilai moral seperti kejujuran dan tanggung jawab ke dalam setiap mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Pembiasaan, keteladanan dari guru, serta kegiatan religius dan sosial secara rutin menjadi strategi utama dalam pelaksanaan kurikulum ini. Evaluasi dilakukan secara sistematis melalui observasi dan penilaian diri untuk mengukur pencapaian pendidikan karakter. Faktor pendukung utama dalam pengembangan kurikulum pendidikan karakter meliputi kolaborasi antara guru, kepala madrasah, orang tua, dan masyarakat, serta adanya lingkungan sekolah yang religius dan budaya positif di antara siswa. Namun, faktor penghambat yang dihadapi adalah latar belakang keluarga yang kurang mendukung dan pengaruh negatif penggunaan gadget yang berlebihan.