Batubara, Zsa Zsa Dwita Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Kelelahan Kerja pada Pekerja Konstruksi Proyek Gama Land Batubara, Zsa Zsa Dwita Sari; Safitri, Ayu Rizky; Siregar, Santy Deasy
Jurnal Kesehatan Global Vol 4, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v4i1.4751

Abstract

Kelelahan kerja kerap terjadi pada sektor formal maupun informal seperti industri konstruksi. Kelelahan kerja dapat menyebabkan menurunnya produktivitas kerja dan meningkatkannya kesalahan kerja di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kelelahan kerja pada pekerja konstruksi proyek Gama Land Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 103 pekerja. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 – Februari 2020. Variabel bebas terdiri dari beban kerja (tensi digital) dan pencahayaan (lux meter), sementara variabel terikat adalah kelelahan kerja (reaction timer). Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan batas kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan yang bermakna beban kerja dan pencahayaan dengan kelelahan kerja diperoleh dengan nilai p value masing-masing p=0,097 dan p=1,000 0,05. Dapat disimpulkan dengan mayoritas pekerja mengalami beban kerja kategori sedang dengan mengalami kelelahan kerja. Sebanding lurus jika, beban kerja pekerja berat maka semakin tinggi juga tingkat kelelahan yang dirasakan pekerja, sedangkan tingkat pencahayaan dominan terpenuhi dikarenakan kondisi lokasi lingkungan kerja yang terbuka dan tidak membutuhkan sumber pencahayaan bantuan selain sumber pencahayaan alami yaitu matahari maka dari itu mayoritas pekerja tidak mengalami kelelahan kerja dikarenakan pencahayaan di lingkungan kerja sudah terpenuhi. Sebaiknya bagi pekerja konstruksi agar dapat memperhatikan dirinya selama bekerja dan memberikan jeda saat merasakan indikasi kelelahan fisik serta dianjurkan untuk minum air putih atau istirahat agar tidak terjadi dehidrasi.
Analysis of the Casual Factors of Musculoskeletal Disorders Complaints in Crane Operator Workers Batubara, Zsa Zsa Dwita Sari; Silaban, Gerry; Syahri, Isyatun Mardhiyah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 7 No. 1 (2023): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v7i1.667

Abstract

Abstrak Gangguan muskuloskeletal menyebabkan kerusakan yang terjadi pada otot, tendon, ligamen, saraf perifer, sendi, tulang rawan dan/atau pembuluh darah pendukung. Kondisi tersebut diperburuk oleh keadaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya keluhan gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Besar sampel 63 orang dipilih dengan purposive sampling. Data keluhan gangguan muskuloskeletal dikumpulkan dengan kuesioner survei keluhan GOTRAK oleh SNI 9011:2021, penilaian postur kerja menggunakan SNI 9011:2021 Pengukuran dan evaluasi potensi bahaya ergonomi di tempat kerja, getaran menggunakan alat human vibration meter, aktifitas fisik menggunakan kuesioner PAL dan kelelahan menggunakan alat ukur reaction timer. Data dianalisis menggunakan uji spearman untuk melihat korelasi dan regresi linier berganda. Nilai koefisien postur kerja sebesar 0,264 p < 0,001, getaran sebesar 0,440 p < 0,001) berpengaruh positif terhadap gangguan muskuloskletal. Faktor risiko pekerjaan dengan gangguan muskuloskletal, interaksi getaran dengan aktifitas fisik memiliki nilai koefisien paling penting yaitu 3,128, diikuti oleh postur kerja dengan usia sebesar 0,250. Ada hubungan yang searah antara postur kerja dan getaran terhadap keluhan gangguan muskuloskeletal serta semua faktor moderasi. Kata kunci: gangguan muskuloskeletal, operator crane, postur kerja, getaran, GOTRAK Abstract Musculoskeletal disorders cause damage to muscles, tendons, ligaments, peripheral nerves, joints, cartilage, and supporting blood vessels. The condition is exacerbated by working conditions. This study aimed to analyze the factors that cause complaints of musculoskeletal disorders. This research was quantitative research with an analytic descriptive method with a cross-sectional approach. A sample of 63 people was selected by purposive sampling. Data on complaints of musculoskeletal disorders were collected using the GOTRAK complaint survey questionnaire by SNI 9011:2021, assessment of work posture using SNI 9011:2021 Measurement and evaluation of potential ergonomic hazards in the workplace, vibration using the human vibration meter, physical activity using the PAL questionnaire, and fatigue using reaction timer measuring device. Data were analyzed using the Spearman test to see a correlation and multiple linear regression. The work posture coefficient 0.264 p<0.001, and vibration 0.440 p<0.001) had a positive effect on musculoskeletal disorders. The occupational risk factors with musculoskeletal disorders and vibration interactions with physical activity had the most important coefficient value of 3.128, followed by work posture with an age of 0.250. There is a direct correlation between work posture and vibration on complaints of musculoskeletal disorders and all moderating factors. Keywords: musculoskeletal disorders, crane operators, work posture, vibration, GOTRAK