Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Bidan di Desa Upaya Menurunkan Angka Kematian Neonatal di Kabupaten Tanah Datar Yarnita, Yarnita
Jurnal Kesehatan Global Vol 3, No 3 (2020): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v3i3.4676

Abstract

Kematian bayi baru lahir (neonatal) masih menjadi permasalahan kesehatan, angka kematian bayi di Indonesia sebesar 32/1000 kelahiran hidup dan kematian neonatal 19/1000 kelahiran hidup. Kematian anak merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesehatan anak dan kesejahteraan keluarga. Risiko terbesar kematian bayi baru lahir (neonatal) terjadi pada 24 jam pertama, minggu pertama dan bulan pertama kehidupannya. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan neonatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan di desa upaya menurunkan angka kematian neonatal di kabupaten tanah datar. Jenis penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bidan desa di Kabupaten Tanah Datar dengan teknik total populasi dan sampel pada penelitian sebanyak 64 bidan. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kinerja bidan meliputi lama kerja (p = 0,045, OR = 5,833), supervisi bidan koordinator (p = 0,014, OR = 4,25),  motivasi (p = 0.014, OR = 4,167), dan kepuasan kerja ( p = 0,043, OR = 3,231). Saran dari peneliti adalah diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar untuk dapat mensiasati permasalahan kekurangan Sumber Daya Manusia kesehatan dengan penambahan kuantitas SDM serta menstimulasi penempatan SDM yang ada sedangkan instansi puskesmas juga turut fokus dalam mengikuti pelatihan-pelatihan khususnya bagi bidan desa dengan masa kerja yang masih baru dengan pelaksanaan program yang ada.
Peran Bidan Dalam Memberdayakan Nenek Sebagai Caregiver Cucu Melalui Edukasi Gizi Dan Kesehatan Anak Yarnita, Yarnita; Nursiah, Andi; Ernandini, Endang; Kasmiati, Kasmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.881

Abstract

The modern family structure has shifted, leading many children to be cared for by their grandmothers due to parental work demands. This situation requires grandmothers to have sufficient understanding of child nutrition and health care. This community service program aimed to empower grandmothers as caregivers through education on balanced nutrition and early childhood health. The methods included interactive lectures, group discussions, menu-planning demonstrations, and leaflet distribution. The program took place in Village X, under the supervision of Community Health Center Y, involving 35 elderly female participants who actively cared for their grandchildren. The results indicated a 70% increase in participants’ knowledge based on pre- and post-test results and improved skills in planning healthy family menus. This activity had a positive impact on enhancing grandmothers’ caregiving abilities and supported family-based health promotion efforts.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MASA NIFAS TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN MANDIRI IBU NIFAS DI BPM YETTI LATIF, S. ST LUBUK ALUNG ZANAH, MIFTAKHUL; YARNITA; ROSANTI, SYALITA
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi pada masa nifas merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Masa nifas adalah periode yang sangat rentan terhadap infeksi karena kondisi tubuh ibu masih dalam proses pemulihan serta adanya luka pada jalan lahir maupun bekas operasi caesar. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan, serta menerapkan perawatan mandiri seperti mandi secara teratur, mengganti pakaian dalam, dan menjaga kebersihan vulva hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan masa nifas terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan mandiri di BPM Yetti Latif, S.ST Lubuk Alung tahun 2025. Desain penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 20 orang ibu nifas 40 hari. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan terdapat 18 responden (90%) dengan pengetahuan rendah. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sebanyak 11 responden (55%) memiliki pengetahuan cukup. Uji statistik t-test dependen menunjukkan nilai p value = 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perawatan mandiri ibu nifas.
Program Edukasi Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil Sebagai Strategi Pencegahan Keguguran (Miskram) Manuntungi, Andi Ernawati; Hartati, Andi; Yarnita, Yarnita; Aswani, Irma; Sahalia, Sahalia
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1011

Abstract

Miscarriage is one of the reproductive health problems that still frequently occurs in Indonesia, especially among pregnant women with poor nutritional status. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of pregnant women about the importance of balanced nutrition as a means of preventing miscarriage. The program was carried out by lecturers and students through an educational approach in Village X, in July–August 2025. The implementation methods included nutrition counseling, demonstrations on preparing balanced meals, and individual mentoring. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of nutritional needs during pregnancy, as indicated by a 45% increase in knowledge scores compared to before the intervention. In addition, participants showed positive changes in their consumption of nutritious foods. This activity is expected to serve as an implementable model in supporting maternal and child health programs at the village level.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SMAN 3 Pariaman: Guru Sehat, Siswa Cerdas Zayani, Nofri; Dora, Mechi Silvia; Alpices, Alpices; Yarnita, Yarnita; Mesra, Selvira; Cania, Resca
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1130

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan sering tidak disadari karena berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran awal status kesehatan serta meningkatkan kesadaran guru dan siswa melalui pemeriksaan kesehatan gratis di SMAN 3 Pariaman. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui skrining kesehatan langsung (health screening), yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki hasil pemeriksaan dalam batas normal, namun masih ditemukan peserta dengan nilai pemeriksaan di atas batas normal pada beberapa parameter kesehatan. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi risiko penyakit tidak menular yang sebelumnya belum diketahui oleh peserta. Selain memberikan gambaran awal kondisi kesehatan, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru dan siswa mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta penerapan pola hidup sehat. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan SMAN 3 Pariaman efektif sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular dan promosi kesehatan, serta berkontribusi dalam mendukung terciptanya guru yang sehat dan siswa yang cerdas.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Berbasis Virtual Reality terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas dalam Perawatan Luka Perineum Hanifah, Astin Nur; Yarnita, Yarnita; Andriani, Fitri; Surtikanti, Surtikanti; Treasa, Adisty Dwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1000

Abstract

Background: Perineal wounds are a common health problem experienced by postpartum mothers after childbirth. Postpartum mothers' knowledge of perineal wound care significantly impacts the healing process, infection prevention, and postpartum comfort. Innovation in health education using Virtual Reality (VR) media is believed to enhance the learning experience, making it more interactive and accessible. Objective: To determine the effectiveness of VR-based health education in improving postpartum mothers' knowledge of perineal wound care. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 60 postpartum mothers divided into an intervention group (VR-based health education) and a control group (conventional health education). The research instrument was a validated perineal wound care knowledge questionnaire. Data were analyzed using paired t-tests and independent t-tests. Results: The results showed a significant increase in postpartum mothers' knowledge after receiving VR-based health education (p < 0.001). The average increase in knowledge scores in the intervention group was higher than in the control group. Conclusion: Virtual reality-based health education effectively improves postpartum mothers' knowledge of perineal wound care. VR media can be an innovative alternative in providing postpartum health education.