Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH DIABETIC FOOT ULCER TREATMENT IN SURGERY POLYCLINIC OF PARIAMAN REGIONAL HOSPITAL REGIONAL HOSPITAL RAHMIWATI; ALPICES; DORA, MECHI SILVIA
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SHIHA VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v6i1.132

Abstract

Diabetes mellitus is a serious health problem that can cause death and side effects on body parts. Common complications in people with diabetes are diabetic ulcers with a risk of death of around 25%. Good knowledge and attitude of ulcer care can improve care behavior and prevent early occurrence of diabetic ulcers. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitude with diabetic foot ulcer care in people with diabetes mellitus at the Surgical Polyclinic of Pariaman Hospital. This type of research is quantitative research using a cross-sectional approach. This research was conducted at the Surgical Polyclinic of Pariaman Hospital on July 8-19, 2024. The sample in this study was 41 respondents. Sampling by accidental sampling. Statistical tests using the Chi Square test at the α level = 5%. The results of the study showed that the average respondent had sufficient knowledge, namely 19 people (46.3%), around 35 people (85.4%) respondents had a high attitude, and 33 people (80.5%) respondents carried out diabetic foot ulcer care well. The results of the Chi Square test on the aspects of knowledge and care of foot ulcers are p-value = 0.001 <α = 0.05, on the aspects of attitude and care of foot ulcers are p-value = 0.000 <α = 0.05. The conclusion of the study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of diabetes mellitus sufferers with diabetic foot ulcer care at the Surgical Polyclinic of Pariaman Hospital. Suggestions, it is hoped that diabetes mellitus sufferers will always pay attention to the condition of their feet and take care of their feet to minimize the occurrence of wounds on the feet or can worsen diabetic ulcers.
RELATIONSHIP BETWEEN CIGARETTE SMOKE EXPOSURE WITH ASTHMA CONTROL LEVEL IN LUNG POLYCLINIC RSUD AISYIYAH PARIAMAN ALPICES; DORA, MECHI SILVIA; RAHMIWATI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SHIHA VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v6i1.133

Abstract

Exposure to cigarette smoke contains various irritants and toxins that can damage the respiratory tract and trigger inflammatory reactions in the lungs. In children, exposure to cigarette smoke increases the likelihood of developing asthma early or worsening its symptoms. While in adults, continuous exposure to cigarette smoke can trigger asthma and worsen existing asthma conditions. The purpose of this study was to determine the relationship between exposure to cigarette smoke and the level of asthma control in asthma sufferers at the Lung Polyclinic of Aisyiyah Pariaman Hospital. This type of research is quantitative with a cross-sectional design approach. The study was conducted at the Lung Polyclinic of Aisyiyah Pariaman Hospital on July 15-17, 2024. The study population was asthma patients at the Lung Polyclinic of Aisyiyah Pariaman Hospital. The research sample was 40 asthma patients at the Lung Polyclinic of Aisyiyah Pariaman Hospital. Sampling was carried out using the accidental sampling technique with a sample size of 40 respondents. The data collection tool used a questionnaire. The data collected was primary data filled in by respondents in the questionnaire. Data analysis using Chi Square at the α level = 5%. The results showed that most respondents, namely 25 people (62.5%) were exposed to cigarette smoke. Most respondents, namely 25 people (62.5%) had uncontrolled asthma. Chi Square analysis showed p value = 0.00 <0.05. It can be concluded that there is a relationship between exposure to cigarette smoke and the level of asthma control at Aisyiyah Pariaman Hospital. The researcher's suggestion is that asthma sufferers should avoid triggers for asthma such as cigarette smoke wherever they are so that the level of asthma control can be optimized at home.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) diKota Pariaman Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Pariaman Alpices, Alpices; Cahaya, Maia; Syuhada, Nisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.441

Abstract

Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat berupa tindakan cek kesehatan secara gratis seperti pemeriksaan tekanan darah (TD), pemeriksaan kadar asam urat serta pemeriksaan kadar gula dalam darah yang dilakukan kepada masyarakat Kota Pariaman, dengan tujuan untuk mengetahui gejala awal atau deteksi dini penyakit yang dialami oleh masyarakat terkhusus masyarakat Kota Pariaman. Setelah dilakukan pemeriksaaan kesehatan didapatkan hasil sebagian besar masyarakat Kota Pariaman memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi) dan riwayat asam urat tinggi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 59.4% masyarakat mengalami tekanan darah tinggi, hasil pemeriksaan kadar gula darah menunjukkan hasil 28.1% masyarakat mengalami kadar gula darah tinggi, dan untuk hasil pemeriksaan kadar asam urat sebagian besar masyarakat 56.0 menunjukkan hasil nilai asam urat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Kota Pariaman mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan Asam Urat. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini masyarakat lebih termotivasi untuk melakukan tes kesehatan secara rutin dipelayanan kesehatan terdekat untuk deteksi dini penyakit tidak menular.
Kenali Tubuhmu: Program Edukasi Pubertas dan Kebersihan Diri untuk Siswa SD Zayani, Nofri; Zaunit, Muthia Miranda; Alpices, Alpices; Dahlan, Asmita; Mesra, Selvira; Selsi, Dian Elmaysa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.770

Abstract

Masa akhir sekolah dasar merupakan periode penting ketika anak mulai memasuki pubertas dan mengalami berbagai perubahan fisik, biologis, dan emosional. Namun, banyak siswa belum memahami perubahan tersebut karena pendidikan reproduksi di sekolah masih terbatas dan sering dianggap tabu. Kondisi ini membuat anak mencari informasi dari teman sebaya atau media sosial, yang dapat menimbulkan miskonsepsi dan rasa takut. Program pengabdian masyarakat “Kenali Tubuhmu: Edukasi Pubertas dan Kebersihan Diri untuk Siswa SD” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V dan VI mengenai pubertas, kebersihan diri, serta cara melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan partisipatif melalui ceramah interaktif, video animasi, diskusi, dan permainan edukatif. Sebanyak 45 siswa dari SDN 18 Sikapak Barat mengikuti kegiatan dan dievaluasi menggunakan desain pretest–posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa dari skor rata-rata pretest 62,40 menjadi 84,10 pada posttest (p-value 0,000). Selain itu, siswa tampak lebih percaya diri dan terbuka dalam membahas perubahan tubuh. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi pubertas berbasis pendekatan interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dasar pada anak. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara rutin dalam kurikulum sekolah sehingga tercipta siswa yang siap menghadapi datangnya pubertas.
Pengabdian Mahaswa Berdampak: Sanitasi Dasar Sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Sikapak Kota Pariaman Syahrul, Syahrul; Syafyusari, Febria; Zayani, Nofri; Alpices, Alpices; Wahyuni, Ridho Rizal; Putra, Ananda Tri; Asyura, Muhammad Rafi; Saputra, Aiga Medi; Mesra, Selvira; Selsi, Dian Elmaisya; Armoiza, Yolanda; Marsyila, Nabila; Putri, Intan Rahma; Cahyati, Safitri; Saputra, Alza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1025

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, salah satunya dipengaruhi oleh kondisi sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok strategis dalam pembentukan perilaku sanitasi sejak dini. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Mahasiswa Berdampak ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran murid sekolah dasar mengenai sanitasi dasar sebagai upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Sikapak Kota Pariaman. Metode yang digunakan adalah intervensi edukasi sanitasi dasar melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan penggunaan media edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik anak. Evaluasi dilakukan menggunakan desain Pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan murid sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan murid secara signifikan setelah diberikan edukasi sanitasi dasar. Murid menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait praktik mencuci tangan pakai sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi sanitasi berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan murid terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Program PKM Mahasiswa Berdampak ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif kesehatan serta mendukung percepatan penurunan stunting melalui pembentukan perilaku sanitasi yang baik sejak usia dini.
Edukasi Kesehatan : Penatalaksanaan Hipertensi dalam Pengelolaan Makanan pada Budaya dan Tradisi Masyarakat Minangkabau di Korong Sibaruas Nagari Pilubang Alpices, Alpices; Dora, Mechi Silvia; Ramadani, Suci; Ravil, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1117

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular tapi penyakit ini berbahaya bagi kesehatan sehingga bisa menyebabkan kematian. Salah satu faktor penyebabnya adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Budaya dan tradisi masyarakat Minangkabau dalam pengolahan makanan terkenal dengan ciri khas makanan Rendang dengan santan yang kental serta mengandung tinggi lemak. Makanan dengan santan berlebih dan berlemak beresiko tinggi terhadap peningkatan tekanan darah dan kolesterol. Edukasi kesehatan merupakan suatu pendidikan kesehatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat. Edukasi kesehatan diberikan melalui media leaflet dan Buku Saku tentang penatalaksanaan hipertensi pada masyarakat terkhusus masyarakat Minangkabau di Korong Sibaruas Nagari Pilubang Kec. Sungai Limau. Setelah diberikan edukasi kesehatan 85%  masyarakat paham tentang materi yang diberikan dan sudah menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang penatalaksanaan hipertensi serta cara pengolahan makanan yang sehat pada budaya masyarakat Minangkabau. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan sangat bermanfaat bagi masyarakat terkhusus masyarakat minangkabau yang kurang terpapar tentang informasi kesehatan serta edukasi kesehatan dapat meningkatkan pola hidup yang sehat.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SMAN 3 Pariaman: Guru Sehat, Siswa Cerdas Zayani, Nofri; Dora, Mechi Silvia; Alpices, Alpices; Yarnita, Yarnita; Mesra, Selvira; Cania, Resca
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1130

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan sering tidak disadari karena berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran awal status kesehatan serta meningkatkan kesadaran guru dan siswa melalui pemeriksaan kesehatan gratis di SMAN 3 Pariaman. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui skrining kesehatan langsung (health screening), yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki hasil pemeriksaan dalam batas normal, namun masih ditemukan peserta dengan nilai pemeriksaan di atas batas normal pada beberapa parameter kesehatan. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi risiko penyakit tidak menular yang sebelumnya belum diketahui oleh peserta. Selain memberikan gambaran awal kondisi kesehatan, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru dan siswa mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta penerapan pola hidup sehat. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di lingkungan SMAN 3 Pariaman efektif sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular dan promosi kesehatan, serta berkontribusi dalam mendukung terciptanya guru yang sehat dan siswa yang cerdas.
The Effect of Personal Hypertension Management Program (HMP) Education on Self-Efficacy in Hypertension Management in Outpatients at the Hospital 'Aisyiyah Pariaman Year 2024 Alpices; Junios; Apriadi, Dwi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v16i3.1233

Abstract

This study aims to determine the effect of personal hypertension management program education on self-efficacy in hypertension management. This research is a quasy experiment design with a non-equivalent control group design. The number of samples in this study was 30 respondents who were divided into two groups, namely 15 intervention group respondents and 15 control group respondents. Sample grouping in this study was carried out randomly for the experimental group and the control groupThe intervention group is respondents who are given personal hypertension management program education and the control group is respondents who are not given personal hypertension management program education. The data analysis used was the T-test (Independent Sample T-Test). Personal education was conducted for 3 weeks by providing hypertension management program personal education one session per week, for 15-20 minutes. The study found that most respondents (60%) had poor self-efficacy in the intervention group respondents before being given personal education based on a hypertension management program and most respondents (93.3%) had efficacy after being given personal education based on a hypertension management program. From the bivariate analysis results, there is a mean change in self-efficacy in intervention group respondents with the control group, where the mean difference value is 3.067. The T-test value is 2.579 with a p-value = 0.015 where the p-value ≤ 0.05, which means that there is an effect of personal education based on HMP on self-efficacy in respondents after being given personal education interventions based on a hypertension management program. The provision of personal education interventions based on a hypertension management program shows the results of the average change in the self-efficacy of respondents in the intervention group before and after being given personal education based on a hypertension management program and there is no average change in the self-efficacy of respondents in the control group who are not given personal education based on a hypertension management program