Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Perceptions and Tendencies of Judges Religious Court In Using the Kitab Kuning (Books of Fiqh) in Indonesia Irawan, Aris; Fitri Wahyuni; Reza Hanifa; Asneliwarni; Suryani, Rias Wita
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v33i2.2030

Abstract

This research investigates the judges’ perception and tendency to refer to the Books of Fiqh (Kitab Kuning). This research focuses on sharia economic dispute settlement in Indonesian religious courts. The research method used combines normative legal and empirical socio-legal research. The results found that the perception and tendency of judges towards several sources of legal rules in assessing, weighing, and deciding a sharia economic case in the Indonesian Religious Courts, did not always rely on one KHES as a material source. In Indonesian law, judges cannot use only one source in resolving sharia economic disputes, such as the Book of Fiqh (Kitab Kuning) only. However, it is an equally important combination, and it can be seen from several decisions of the Religious Courts in Indonesia.
The Perceptions and Tendencies of Judges Religious Court In Using the Kitab Kuning (Books of Fiqh) in Indonesia Irawan, Aris; Fitri Wahyuni; Reza Hanifa; Asneliwarni; Suryani, Rias Wita
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v33i2.2030

Abstract

This research investigates the judges’ perception and tendency to refer to the Books of Fiqh (Kitab Kuning). This research focuses on sharia economic dispute settlement in Indonesian religious courts. The research method used combines normative legal and empirical socio-legal research. The results found that the perception and tendency of judges towards several sources of legal rules in assessing, weighing, and deciding a sharia economic case in the Indonesian Religious Courts, did not always rely on one KHES as a material source. In Indonesian law, judges cannot use only one source in resolving sharia economic disputes, such as the Book of Fiqh (Kitab Kuning) only. However, it is an equally important combination, and it can be seen from several decisions of the Religious Courts in Indonesia.
ANALISIS PENILAIAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA INGGRIS SISWA MENENGAH ATAS Suryani, Rias Wita; Utami, Mira
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari konsep penilaian sebagai strategi pendidikan yang penting untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Penelitian ini juga berkonsentrasi pada cara-cara yang digunakan untuk menilai keterampilan menulis dalam kaitannya dengan pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di sekolah menengah. Studi ini menggunakan penelitian konseptual. Data dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan dari berbagai sumber, seperti jurnal elektronik, artikel, dan internet. Dalam penelitian ini, beberapa desain penilaian tertulis dari para ahli, seperti Brown dan Heaton, disajikan; masing-masing ahli memiliki perspektif unik tentang penilaian tulisan. Selain itu, mereka memiliki model penilaian unik untuk setiap komponen penilaian.
Loempo Batik Motifs: Visual Semiotics, Cultural Identity, and Heritage In-novation Yanuarmi, Dini; Suryani, Rias Wita; Rahmanita, Nofi; Kasman, Selvi
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4914.392-404

Abstract

This study aims to analyze Loempo Batik motifs as cultural texts that reflect the intersection of Minangkabau tradition, local identity, and global visual culture. The research employs a qualitative case study approach with a triangulation technique combining interviews, visual documentation, and archival analysis. Data were collected through in-depth interviews with artisans, designers, community leaders, and consumers to obtain comprehensive perspectives. The data were then analyzed using semiotic and multimodal discourse analysis supported by Peirce’s sign theory and visual grammar. The results show that the Rumah Gadang motif serves as a cultural anchor symbolizing Minangkabau heritage; guardian figures such as dragons and Garuda illustrate curated hybridity; while exclusive motifs like Malereng represent forms of cultural resistance. The use of color also carries polysemous meanings that link adat, ecological awareness, and Islamic values. The study concludes that Loempo Batik embodies a model of heritage-based design innovation that balances identity preservation with creative economic development. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif Loempo Batik sebagai teks budaya yang merepresentasikan persinggungan antara tradisi Minangkabau, identitas lokal, dan budaya visual global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik triangulasi yang memadukan wawancara, dokumentasi visual, serta analisis arsip. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan perajin batik, desainer, tokoh masyarakat, dan konsumen untuk menggali persepsi dan makna budaya yang terkandung dalam motif Loempo Batik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika dan analisis wacana multimodal yang didukung oleh teori tanda Peirce dan tata bahasa visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Rumah Gadang berfungsi sebagai jangkar budaya yang menegaskan identitas Minangkabau; figur penjaga seperti naga dan Garuda menggambarkan hibriditas terkurasi; sedangkan motif eksklusif seperti Malereng mencerminkan bentuk resistensi budaya. Simbolisme warna juga mengandung makna polisemi yang menghubungkan nilai-nilai adat, ekologi, dan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Loempo Batik merupakan model inovasi desain berbasis warisan budaya yang mampu menyeimbangkan pelestarian identitas dengan pengembangan ekonomi kreatif.